QRIS Bank Aceh

Mari Kita Dukung Gerakan Nasional Non Tunai dengan QRIS QR Code Standar Pembayaran Nasional Selengkapnya »

Update segera Mobile Banking Action Bank Aceh

Selengkapnya »

Inklusi Keuangan untuk semua

Selengkapnya »

Produk RAHN PT Bank Aceh Syariah

Solusi Tepat Dana Cepat Sesuai Syariah Selengkapnya »

Pembiayaan Kepemilikan Rumah (PKR) PT. Bank Aceh Syariah

Selengkapnya »

Segera Gunakan Kartu Debit Bank Aceh

Kemudahan Bertransaksi di Seluruh Indonesia Selengkapnya »

 

Category Archives: Berita Ekonomi & Perbankan

Bank Aceh Syariah menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Lele.

Bank Aceh Syariah KPO bekerjasama dengan Arya Trikarya Optima menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Lele.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 16 – 17 Des 2019 di Hotel Alhanifi serta kunjungan on the spot ke peternakan Lele di Lamteumen, Banda Aceh. Peserta pelatihan terdiri dari 60 orang yang berprofesi sebagai peternak lele, pelaku usaha olahan lele, pengepul, dan calon pengusaha di bidang lele.

Hadir sebagai pemateri pada pelatihan tersebut yaitu Aldi Ferial Farid dari Juragan Lele, Pak Saim Manager Ayam Lepas Seutui dan Pemateri Internal dari Bank Aceh.

Bank Aceh Syariah terus mendukung para pengusaha muda Aceh baik berupa modal maupun pemberian pengetahuan dan skill untuk mendukung usaha yang sedang dijalankan salah satunya budidaya Lele.

Bank Aceh Syariah KC Tapaktuan Gelar Pelatihan Peningkatan Skill Peternak Ayam

Pemimpin PT Bank Aceh Syariah KC Tapaktuan, Zufri, SH, secara resmi membuka acara pelatihan peningkatan skill peternak ayam yang bertema “Efektifitas pakan dalam budidaya ternak ayam” bagi UMKM dampingan Bank Aceh Syariah, di Aula Dinas Parawisata Tapaktuan, (11/12/2019). Acara itu terlaksana atas Kerja sama Bank Aceh Syariah KC Tapaktuan dengan Sekolah Manajemen Gampong dan acara tersebut berlangsung selama tiga hari mulai hari ini, rabu tanggal 11 s/d 13 desember 2019.

Pembukaan pelatihan peningkatan skill peternak ayam dihadiri Hadi Surya selaku Orner Haziq Farm dan Direktur Eksekutif Sekolah Manajemen Gampong, Amri Bin Abdullah dan turut didampingi pendiri sekolah tersebut Bapak Bobby Denil Lesmana serta Kasie Pembiayaan Bank Aceh Syariah Cabang Tapaktuan, Fahrul Rizal, pembawa acara pelatihan skill peternakan ayam di aula Dinas Parawisata Tapaktuan tersebut yaitu Fitri dari Sekolah Manajemen Gampong Provinsi Aceh.

Adapun peserta pelatihan peningkatan skill peternak ayam itu, berjumlah 20 orang dari berbagai Kecamatan di Aceh Selatan diantaranya Kecamatan Bakongan, Kec.Kluet Utara, Kec.Pasie Raja, Kec.Tapaktuan dan Kecamatan Samadua.

Amri Bin Abdullah dalam kata sambutanya menyampaikan dengan dibukanya pelatihan peningkatan skill peternak ayam ini, kami selaku eksekutif sekolah manajemen Gampong sangat mengharapkan kepada para peserta untuk tekun dan serius mengikuti acara yang digagas oleh Bank Aceh syariah Cabang Tapaktuan dan Insyaallah pihak sekolah manajemen Gampong siap mendatangkan pemateri yang andal khusus bidang peternakan dari Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Aceh, DR Hendra Saputra ,S.Pt, MM, ungkapnya.

Sedangkan Hadi Surya, selaku pihak Haziq Farm menyampaikan motivasi dan semangat kepada para peserta pelatihan skill peternak ayam yang diadakan oleh pihak Bank Aceh Syariah KC Tapaktuan dan kerjasama dengan Sekolah Manajemen Gampong terus dipacu agar mimpi yang selama ini sering mengigau menjadi kenyataan ujarnya.

Bank Aceh Syariah KC Idi Salurkan Pembiayaan Murabahah Investasi

Bank Aceh Syariah KC Idi menyalurkan pembiayaan murabahah investasi yaitu pembelian 1 unit mobil/truk merk Mitsubishi Colt Diesel.

Penyaluran tersebut untuk menunjang kegiatan usaha nasabah yang bergerak dibidang jual beli hasil bumi (sawit, padi, pala, karet, dll) yang di miliki oleh bapak Afrizal. Usaha tersebut sudah berjalan selama lebih 5 tahun.

Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Bapak Yuliansyah selaku Pemimpin PT. Bank Aceh Syariah KC Idi tanggal 04 Desember 2019.

Semoga usaha yang dijalankan Bapak Afrizal berkah dan meningkatkan perekonomian setempat.

PT. Bank Aceh Syariah KC Sabang menyelenggarakan Sosialisasi Bagi Pelaku UMKM

PT. Bank Aceh Syariah KC Sabang bersama dengan pihak dari Kotaku menyelenggarakan acara  Sosialisasi Bagi Pelaku UMKM di Aula Hotel Nagoya Iin kota Sabang Rabu, 27 Nopember 2019.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk para pelaku UMKM di wilayah Kota Sabang  dengan menyajikan narasumber dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan Umkm Kota Sabang, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Sabang, Perwakilan Dari Kotaku Serta Dari Bank Aceh Syariah KC Sabang.

T. Zulfikar Pimpinan Bank Aceh KC Sabang mengatakan bahwa peran UMKM begitu besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya kontribusi terhadap produk domestik bruto. UMKM nyatanya memang mengalami peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terlebih dukungan pemerintah lewat kementerian koperasi dan ukm yang memberikan peluang bagi pebisnis kecil berkembang.

Beliau juga menambahkan UKMK juga terkait dengan sektor pariwisata. Pariwisata dan UMKM tidak bisa dipisahkan.  Keduanya saling menunjang satu sama lain. Bila satu destinasi wisata di daerah mengalami peningkatan kualitas, maka kinerja koperasi dan UMKM yang ada di sana pun akan ikut meningkat. Sepertinya hal nya kota Sabang yang merupakan salah satu daerah destinasi wisata yang kita ketahui sudah mendunia, juga diharapkan dapat mengembangkan dan terus  meningkatkan sektor industri umkm di bidang pariwisatanya. Karena jika kedua sektor itu meningkat, maka rasio kewirausahaan juga akan ikut terkerek naik. dampaknya, kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan akan menurun dengan signifikan. Saat ini UMKM dihadapkan pada empat tantangan utama: modal, management, produk, dan pemasaran.

Diharapkan melalui sosialisasi ini dapat memberikan solusi yang komprehensif untuk mengatasi berbagai masalah yang tengah dihadapi oleh para pelaku UMKM di Indonesia, Aceh, Dan Sabang khususnya. “Harapan besar kami juga agar bank aceh syariah terus didoakan oleh masyarakat dan pemerintah Kota Sabang dan juga terus mendapat dukungan sebagai bank milik kita semua sehingga Bank Aceh Syariah dapat terus maju dan tumbuh menjadi bank yang besar yang dapat memberikan kontribusi yang positif bagi para pelaku umkm di kota Sabang”, ujat T. Zulfikar

Bank Aceh KC Calang Salurkan Pembiayaan Produktif

Alhamdulillah dan Terima kasih kepada Bapak Faisal Juned yang telah mempercayakan Bank Aceh Syariah sebagai mitra untuk mendukung usaha perkebunan kelapa sawit yang telah dijalankan selama kurang lebih 10 tahun.

Beliau bermitra bersama PT. Bank Aceh Syariah KCP Krueng Sabee untuk membeli satu unit Mobil Pick Up L-300 guna membantu usaha beliau khususnya dalam transportasi menghantar hasil kelapa sawit yang beliau kelola.

Penyerahan satu unit mobil Pick Up L-300 ini dilakukan oleh Bapak Pemimpin PT. Bank Aceh Syariah KC Calang Bapak Tarmizi.

Semoga dengan adanya kerjasama melalui produk Pembiayaan Mikro Bank Aceh (PMBA) dengan menggunakan akad Murabahah Investasi usaha beliau semakin berkembang, maju, lancar serta berkah.
Kepada masyarakat yang membutuhkan modal usaha mari ke Bank Aceh Syariah terdekat.

Insyaallah berkah.

Pemerintah Sabang Salurkan Dana Geunaseh Untuk Anak Melalui Bank Aceh


Pemerintah Kota Sabang menyelenggarakan acara Launching dan Penyaluran Dana Gerakan Untuk Anak Sehat (Geunaseh) Sabang tanggal 10 Oktober 2019 di Kota Sabang. Penyaluran tersebut dilakukan dalam upaya untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting di wilayah kota Sabang. Bantuan dari program ini diharapkan bisa menjadi penopang pendapatan keluarga penerima untuk digunakan memenuhi kebutuhan dasar anak.

Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Sabang, seluruh Forkompimda Sabang, Pimpinan dan karyawan/ti Bank Aceh KC Sabang, Direktur Unicef Indonesia Mrs Debora dari Jakarta dan pewakilan penerima bantuan.

Pemberian dana tersebut diperuntukkan bagi anak usia 0 sd 6 tahun sebesar Rp.150.000 per bulan yg penyaluran melalui via rekening Bank Aceh dengan total 4.000 lebih rekening.

BAS Lanjutkan Pembiayaan ke Perempuan Prasejahtera

BANDA ACEH – Bank Aceh Syariah (BAS) kembali gulirkan pembiayaan untuk kelompok perempuan prasejahtera melalui Koperasi Mitra Dhuafa (Komida). Penyaluran pembiayaan itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup ribuan masyarakat Aceh.

Direktur Utama BAS, Haizir Sulaiman melalui Pemimpin Divisi Corporate Secretary, Muslim AR mengatakan, keterbatasan lapangan pekerjaan dan modal menjadi penyebab kemiskinan. Penyediaan dan kemudahan akses modal dan keterampilan menjadi solusi bagi peningkatan taraf hidup masyarakat, terutama bagi kaum perempuan yang produktif. “Selain membantu pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat, penyaluran pembiayaan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di berbagai sektor usaha serta mendorong inklusi keuangan bagi mereka yang belum memiliki akses kepada perbankan,” katanya di sela-sela  center meeting Komida di Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, kepada Serambi, Senin (25/8).

Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional, Fadhil Ilyas menambahkan, program kemitraan ini merupakan komitmen pihaknya untuk turut serta dalam program pengentasan kemiskinan. “Kami akan mensinergikan program dengan sejumlah pihak, baik pemerintah maupun swasta yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Manager Regional A Komida, Muhammad Yusuf, mengatakan penyaluran pembiayaan oleh Komida mengadopsi konsep Grameen Bank yang dirintis Muhammad Yunus, peraih nobel perdamaian di tahun 2006.  Pembiayaan dikhususkan pada sektor produktif dan peningkatan kualitas hidup seperti, sanitasi, pendidikan, instalasi listrik, dan renovasi, sehingga membantu mereka untuk mengembangkan usaha keluarga, agar mampu keluar dari kemiskinan.

“Penerimanya adalah kelompok perempuan pra sejahtera terdiri dari 5-10 orang. Untuk saat ini program ini telah menyentuh lebih dari  8.000 kelompok perempuan atau setara dengan 40.000 pengusaha ultra mikro dan mikro yang tersebar 16 kabupaten dan kota di Aceh,” sebutnya.

Plafond yang diberikan mulai Rp 500 ribu hingga Rp 30 juta dengan jangka waktu maksimal 36 bulan. Menurutnya penyaluran pembiayaan tidak hanya bersifat transaksional, tapi juga dilakukan pembinaan melalui pertemuan rutin yang digelar seminggu sekali bagi setiap kelompok.

Penyaluran pembiayaan sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan dan menekan tingkat kemisikinan kaum perempuan dan indikator kemiskinan yang digunakan adalah progress out of poverty index (PPI). Lalu, mereka yang berhak menerima pembiayaan adalah kaum perempuan yang memiliki PPI di bawah nilai 70. “Kami menggunakan indikator tingkat kemiskinan. Umumnya, indeks mengalami peningkatan pasca memperoleh pembiayaan,” papar Yusuf.

Yusuf mengatakan, penyaluran pembiayaan ini merupakan lanjutan dari program kerja sama antara Bank Aceh Syariah dan Komida yang telah berjalan sejak 2006. Komida memulai aktivitasnya melalui penyaluran pembiayaan untuk korban tsunami di Aceh dengan membuka kantor cabang pertama di Darussalam, Banda Aceh. “Komida lahir dan besar di Aceh dan apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada Bank Aceh Syariah yang telah menjadi pelopor bagi dukungan materil Komida sejak 13 tahun lalu,” ujarnya sambil menambahkan bahwa saat ini Komida memiliki 271 cabang di 34 provinsi dan anggotanya mencapai 600 ribu lebih.

Ketua KPK Saksikan MoU Pemko-Bank Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh bersepakat untuk bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah. Dokumen kesepakatan bersama terkait optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu diteken oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Dirut Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman.

Berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligo Aceh, Selasa (27/8), prosesi tersebut turut disaksikan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Agus Raharjo. Di tempat yang sama, KPK juga memfasilitasi penandatanganan MoU antara para kepala daerah se-Aceh dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh.

Ketua KPK Agus Raharjo dalam amanatnya mengatakan KPK memiliki tiga tugas utama yaitu koordinasi dan supervisi, pencegahan, dan penindakan. “Dan kegiatan pada hari ini merupakan salah satu dari upaya pencegahan tindak pidana korupsi yang kita lakukan di lingkungan pemerintah daerah,” katanya.

Dijelaskan, MoU yang difasilitasi pihaknya tersebut untuk  peningkatan penerimaan PAD, peningkatan penerimaan pajak, dan pengelolaan aset negara di tingkat pemerintah daerah. Lewat kerja sama itu, ia mengharapkan dukungan para pihak untuk terus meningkatkan penerimaan negara.

Usai penandatanganan MoU, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menjelaskan, maksud dari kesepakatan bersama dengan Bank Aceh Syariah dalam rangka mensinergikan langkah  untuk mengoptimalkan penerimaan PAD Banda Aceh. “Tujuannya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Banda Aceh,” katanya.

Adapun ruang lingkup kesepakatan bersama yang berlaku selama tiga tahun itu meliputi pemberian layanan kepada wajib pajak dan retribusi daerah yang lebih efisien dan efektif dengan berpedoman pada prinsip-prinsip good corporate governance. “Kemudian koordinasi penerimaan PAD Banda Aceh sesuai dengan tugas pokok fungsi dan kewenangan para pihak.” Ia menambahkan, pelaksanaan MoU tersebut akan ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerja sama oleh kedua belah pihak. “Dalam pelaksanaannya nanti, perjanjian kerjasamanya dapat dikuasakan kepada Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) Banda Aceh dan dan Pemimpin Cabang Bank Aceh Syariah Banda Aceh,” katanya lagi.

Sementara dengan Kanwil DJP Aceh, ia dan 22 kepala daerah lainnya bersepakat untuk bekerjasama terkait peningkatan PAD dari sektor pajak. “Kita juga sepakat untuk memanfaatkan data dan informasi pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.
Kemudian dengan Kanwil BPN Aceh, pihaknya akan berkerjasama dalam bidang pertahanan terutama menyangkut aset daerah. “Tujuannya untuk mengnyinergikan tugas dan fungsi para pihak dalam pendaftaran tanah dan penanganan permasalahan tanah milik daerah, serta perihal pemanfaatannya,” pungkasnya seraya mengucapkan terima kasih kepada KPK yang telah memfasilitasi penandatanganan ketiga MoU dimaksud.
Selain dihadiri oleh 23 bupati/wali kota se-Aceh beserta Sekda dan Kepala OPD terkait, turut hadir di sana, Sesditjen Bukcapil Kemendagri RI Gede Suratnya, Sekda Aceh Taqwallah, Plt Kakanwil DJP Aceh Ihsan Priyawibawa, dan Kakanwil BPN Aceh Agustyarsyah, serta sejumlah pejabat lainnya

Bank Aceh Syariah Jalin Kerja Sama Dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh

Banda Aceh— PT. Bank Aceh Syariah menjalin kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh untuk mendukung optimalisasi pengelolaan keuangan pemerintah daerah (Pemda) dengan menerapkan Sistem SP2D Online.

Sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online merupakan suatu layanan yang berfungsi mengintegrasikan data keuangan pemda dengan sistem Bank Aceh Syariah.
Kerja sama pengembangan Sistem SP2D Online ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) “Pengembangan dan Penggunaan Aplikasi Koneksi Transaksi Keuangan Antara Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dengan Aplikasi Simda Keuangan Dalam Rangka Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah” di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (7/5/2019). MoU ditandantangani oleh Kepala BPKP Aceh Bapak Ikhwan Mulyawan dengan Bupati/Walikota se-Aceh bersama masing-masing Pemimpin Cabang Bank Aceh Syariah disaksikan oleh Plt. Gubernur Aceh Bapak Nova Iriansyah dan Direktur Utama Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman.

SP2D Online sebagai bagian dari program Bank Aceh Syariah merupakan pengembangan dari cash management system (CMS) yang juga telah di launching beberapa waktu lalu. Dengan sistem ini data keuangan Pemda dapat diintegrasikan dengan data bank pengelola RKUD memberikan kemudahan bagi pemda dalam mewujudkan transparansi publik melalui sistem elektronik, serta memudahkan dalam efisiensi waktu dalam pengelolaan dana termasuk penyaluran kepada pihak ketiga

sistem SP2D Online dapat dimanfaatkan khusus oleh pemda yang telah menjalankan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di Bank Aceh Syariah serta menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (Simda) yang dikembangkan oleh BPKP. “Bank Aceh Syariah siap mendukung Pemerintah Daerah dengan memberikan kemudahan layanan dan solusi transaksi non tunai (cashless) dengan jaringan yang luas, sekaligus mendukung program pemerintah dalam reformasi birokrasi.” Kata Direktur Utama Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman

Bank Aceh Syariah Sosialisasikan Gerakan Nontunai

BANDA ACEH - Bank Aceh Syariah KC Sabang dan Pemerintah Kota (Pemko) Sabang mensosialisasikan gerakan nontunai dan cash management system di Mata Ie Resort, Sabang, Senin (29/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 30 instansi di lingkungan Pemko Sabang yang bertujuan agar transaksi non tunai dapat diimplementasikan secara menyeluruh dalam upaya mewujudkan good government berbasis teknologi sehingga pengelolaan APBD Kota Sabang dapat dilakukan secara cepat, tepat, aman, dan efisien.

Asisten II Pemerintah Kota Sabang, Drs Kamaruddin mewakili Wali Kota Sabang dalam sambutannya menyampaikan, dengan diadakan sosialisasi ini maka ke depan proses pembiayaan dan pembayaran APBD Sabang dapat dilakukan secara cepat, tepat, aman, efisien, dan mencegah terjadinya korupsi.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman menyeluruh dalam upaya mewujudkan good goverment berbasis teknologi informasi. “Tentu dalam pelaksanaannya transaksi non tunai ini harus diikuti, dan dilakukan secara bertahap seiring dengan perkembangan teknologi yang mengalami perubahan secara signifikan seperti tata kelola keuangan secara online,” sebutnya.

Sementara Pemimpin PT Bank Aceh Syariah KC Sabang, Teuku Zulfikar mengatakan, Bank Aceh Syariah sebagai bank milik Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Sabang merupakan mitra strategis yang harus diakomodir segala kebutuhannya. Di antaranya, sistem penerimaan pendapatan daerah dan transaksi pembayaran yang saat ini mengarah kepada transaksi non tunai dengan tren penggunaan internet dengan aplikasi digital banking, dan cash management system.

Dikatakan, Bank Aceh Syariah juga terus melakukan inovasi-inovasi guna memberikan kepuasan kepada nasabah dengan menerapkan upaya prudential banking dan pelayanan. Selain itu juga menciptakan inovasi produk serta terus memperluas jangkauan pelayanannya untuk membuka akses perbankan yang lebih besar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sosialisasi yang berlangsung sehari ini dihadiri oleh seluruh kepala dinas dan bendaharawan di lingkungan Pemko Sabang. Narasumber yang dihadirkan yaitu dari Dinas Keuangan Aceh dan PT Bank Aceh Syariah.