Category Archives: Berita Seputar Bank Aceh

Bantu Ketersediaan, Bank Aceh Peduli Gelar Donor Darah

Bank Aceh bekerja sama PMI Cabang Banda Aceh menggelar donor darah di Kantor Pusat Bank Aceh, Senin (30/01/2023). Kegiatan dilaksanakan sekaligus dalam rangka peringatan hari ulang tahun Perkumpulan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (Pikabas) yang kedua. Adapun kegiatan mengangkat tema Setetes Darah Anda Berarti untuk Kehidupan.

Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Said Zainal Arifin mengatakan, pelaksanaan kegiatan social ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan darah di wilayah Kota Banda Aceh yang terus meningkat.

“Kegiatan kolaboratif ini dilaksanakan sebagai respon atas kebutuhan darah bagi mereka yang membutuhkan. Di samping itu, momentum ini juga menjadi agenda kolaboratif antara Bank Aceh dan Pikabas,” ujar Said.

Dikatakan, dari 50 kantong darah yang ditargetkan, berhasil diperoleh 60 kantong darah. Adapun donor berasal dari karyawan/ti Bank Aceh, anggota Pikabas, nasabah, serta masyarakat yang berkesempatan hadir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan donor darah ini. Tentunya ini dapat meningkatkan rasa kepeduliasn sosial di antara sesama” ujarnya.

Ketua Pengurus Pikabas, Nurhalis mengatakan, keikutsertaan Pikabas dalam kegiatan dimaksudkan dalam rangka memperingati HUT Pikabas yang kedua. “Pada peringatan ini, Pikabas ingin memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya seraya mengatakan dalam kegiatan tersebut, Pikabas juga memberikan bingkisan bagi peserta donor.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri memberikan apresiasi atas dukungan Bank Aceh dalam kegiatan donor secara sukarela. Saat ini, menurutnya, kebutuhan darah mencapai lebih dari 100 kantong per hari. Kegiatan ini memberikan kontribusi yang positif bagi pemenuhan kebutuhan darah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Kami dari pengurus berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara terjadwal. Begitupun, kami berharap banyak instansi dan lembaga yang melaksanakan kegiatan serupa,” ujarnya.

Bank Aceh Raih Sertifikasi SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Bank Aceh raih sertifikasi Standar Nasional Indonesia ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). ISO 37001 merupakan sebuah standar yang dirilis sejak 2016, yang mengatur tentang sistem manajemen anti penyuapan atau yang dikenal dengan istilah SMAP. Sebagai sebuah standar, ISO 37001 berupaya untuk membangun konteks bisnis global yang berintegritas didasari oleh nilai etika dan tata kelola.

“Ini merupakan komitmen seluruh jajaran Bank Aceh dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance, khususnya dalam menciptakan lingkungan kerja yg bersih dari praktek suap dan gratifikasi,” ujar Direktur Kepatuhan Bank Aceh Yusmaldiansyah, saat penyerahan sertifikasi ISO 37001 di Jakarta, Jumat (27/01).

Dijelaskan, Bank Aceh sejak awal tahun 2022 telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Hal tersebut menurut Yusmal, sebagai bentuk komitmen Bank Aceh dalam menerapkan zero tolerance terhadap praktik penyuapan dalam menjalankan operasional perbankan yang menjunjung tinggi kode etik serta taat pada ketentuan yang berlaku.

Dikatakan, secara ruang lingkup sertifikasi yang dilakukan Bank Aceh melibatkan unit kerja yang relative lebih luas dibandingkan perusahaan atau institusi lain. “Ini kami lakukan dalam rangka menjamin Sertifikasi SMAP ini dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan dari implementasi SMAP ISO 37001 ini di antaranya dalam rangka mendeteksi, mencegah, dan mengatasi risiko penyuapan di lingkup organisasi. Manajemen menunjukan komitmen dalam menjaga dan meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Serta meningkatkan kepercayaan pelanggan dan juga seluruh stakeholder terhadap Bank Aceh.

Setidaknya ISO 37001 berkaitan dengan penerapan tiga komponen, seperti komponen panduan sistem. Komponen kedua adalah pedoman wistleblowing system, dan yang ketiga adalah prosedur sistem manajeman.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Sucofindo, Budi Hartanto dalam sambutannya memberikan apresiasi atas sertifikasi yang diperoleh. Menurutnya, sertifikasi ini sekaligus menunjukkan Bank Aceh telah melaksanakan penerapan GCG dan sistem manajemen risiko perusahaan secara keseluruhan.

“Satu hal yang pasti, ketika perusahaan sudah tersertifikasi dengan ISO 37001, maka hal ini akan menciptakan daya saing tersendiri,” ujarnya.

Penyerahan sertifikasi oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Sucofindo, Budi Hartanto kepada Direktur Kepatuhan, Yusmaldiansyah turut dihadiri oleh Pemimpin Divisi Kepatuhan Bank Aceh, M Razi, dan Kepala Bidang Kebijakan Sistem dan Prosedur, Aidil Fadhari.
Berdasarkan rilis data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 30 November 2022, tercatat setidaknya hanya 52 lembaga jasa keuangan di Indonesia yang telah memperoleh sertifikasi ISO37001. Sementara itu, jika dirunut berdasarkan data yang ada, Bank Aceh menjadi bank daerah ke delapan dari 27 bank daerah di Indonesia yang memperoleh sertifikasi dimaksud.

Bank Aceh Cabang Sigli Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Pemimpin Bank Aceh Cabang Sigli, Tarmizi menyerahkan secara simbolis bantuan Bank Aceh Peduli kepada Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto, M.S.i, disaksikan Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali, S.I.K, di Pendopo Bupati, Rabu (25/1) siang.

Adapun paket bantuan tersebut berupa, mie instan, air mineral, telur, beras, minyak goreng, biskuit, gula dan lainnya. Pemberian bantuan ini merupakan komitmen Bank Aceh untuk hadir dan berkontribusi langsung kepada masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Kabupaten Pidie yang tengah dilanda bencana alam banjir.

Pemimpin Bank Aceh Cabang Sigli, Tarmizi mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Bank Aceh terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Pihaknya berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang tertima banjir. Begitupun Tarmizi, mengajak semua masyarakat berdoa agar banjir cepat surut dan semua permasalahan bisa di atasi dengan baik.

Bank Aceh Saweu Syedara Baksos ke Beutong Ateuh

Untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan, Bank Aceh kembali menggelar Bank Aceh Saweu Syedara.

Kali ini kegiatan dilaksanakan di Dayah Babul Mukarramah A’la Nurillah Darussalam, Gampong Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Sabtu (21/012023).
Plt Direktur Utama, Bob Rinaldi, melalui Direktur Dana dan Jasa, Amal Hasan, mengatakan, saweu syedara merupakan program internal yang dilaksanakan dalam rangka mendorong optimalisasi sejumlah lembaga dan organisasi kemasyarakatan melalui kegiatan bakti sosial yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.


” Saweu Syedara merupakan program inisiatif bank dalam rangka memastikan dampak positif Bank Aceh benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang sulit memperoleh akses layanan bank,” ujarnya.
Disamping itu, melalui kegiatan yang melibatkan sejumlah unit kerja karyawan Bank Aceh juga dilakukan dalam rangka meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial bersama kelompok masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, selain menyerahkan sejumlah sarana kepada dayah dalam bentuk bantuan peralatan kebutuhan dayah seperti sumur bor dan sound system, Bank Aceh juga melaksanakan edukasi dan inklusi keuangan bagi santri dayah.
Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memberikan akses keuangan dalam bentuk tabungan kepada 12 santri dayah.

“Inklusi keuangan berpotensi mendorong pemberdayaan pesantren dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” ujar Amal.
Ditambahkan, edukasi dan sosialisasi di lingkungan pesantren ini menjadi penting karena Aceh memiliki dayah yang sangat banyak.


Sebagian pesantren pun memiliki potensi dibidang pertanian, peternakan, perikanan, serta usaha mikro kecil.
“Ini merupakan wujud komitmen Bank Aceh dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan lembaga maupun unit kelompok masyarakat”,” ujar Amal.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Babul Mukarramah A’la Nurillah Darussalam, Tgk Malikul Aziz, memberikan apresiasi atas kehadiran direksi dan karyawan Bank Aceh ke dayah yang didirikan sejak 1982 dan terletak di daerah yang berada di tengah lembah yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Nagan Raya.

“Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan dayah sekaligus dapat dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia berharap Bank Aceh dapat terus melakukan kegiatan serupa sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pemberian bantuan dilakukan secara simbolis oleh Plt Direktur Utama Bank Aceh Bob Rinaldi, didampingi Direktur Dana dan Jasa, Amal Hasan, dan diterima oleh Pimpinan Dayah, Tgk Malikul Aziz didampingi pengurus dayah dan sejumlah tokoh masyarakat.
Kegiatan dihadiri oleh puluhan karyawan yang tergabung dalam sejumlah komunitas Bank Aceh seperti Trail Bank Aceh Syariah (Trabas), Bank Aceh Syariah Komunitas (Baskom) dan komunitas sepeda Bank Aceh Bas Bike.
Turut hadir Pemimpin Bank Aceh Cabang Jeuram, Miftahuddin, Pemimpin Cabang Calang, TM Andika, dan Pemimpin Cabang Meulaboh, Jamaluddin.

Pengumuman Pemenang program Gerakan Infaq 1 Rupiah Pakai QRIS Bersama Action Mobile Bank Aceh.

Selamat kepada nasabah Bank Aceh yang mendapatkan hadiah program Gerakan Infaq 1 Rupiah Pakai QRIS bersama Action Mobile Bank Aceh.????

Setiap pemenang akan dihubungi oleh cabang terdekat.

Selamat sekali lagi kami ucapkan kepada nasabah yang beruntung mendapatkan hadiah dari Bank Aceh dan terima kasih kepada nasabah yang sudah berpartisipasi pada program ini.
Insya Allah berpahala

 

Bank Indonesia dan Bank Aceh Serahkan Hadiah Gerakan Infaq 1 Rupiah Pakai QRIS


Bank Indonesia dan Bank Aceh, Rabu (11/01/2023) serahkan hadiah bagi para penginfaq yang beruntung dalam Gerakan Infaq 1 Rupiah pakai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), di Ule le Park, Banda Aceh. Program ini dilaksanakan atas kerjasama Bank Aceh dan Bank Indonesia dalam rangka mendorong infaq melalui sistem pembayaran QRIS.

Penyerahan hadiah dilaksanakan oleh Bank Indonesia yang diwakili oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, T Amir Hamzah dan Plt Direktur Utama Bank Aceh, Bob RInaldi.
“Bank Indonesia akan terus mendorong perluasan QRIS sehingga dapat mendorong budaya digitalisasi masyarakat, khususnya dalam aspek transaksi pembayaran,” ujar T Amir Hamzah seraya menambahkan program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih sering beramal dan membantu sesama secara online.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Bank Aceh, Bob Rinaldi memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah menginisiasi kegiatan Gerakan Infaq 1 Rupiah pakai QRIS sekaligus konstribusi hadiah emas bagi para penginfaq yang beruntung.

“Kami sangat mengapresiasi Bank Indonesia yang telah mendukung penyelenggaraan Gerakan Infaq 1 Rupiah pakai QRIS. Kami juga berharap ke depan, dengan adanya kegiatan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat, UMKM, maupun donasi khususnya pada aspek transaksi pembayaran non tunai,” ujar Bob Rinaldi.

Tercatat ada 140 penginfaq yang beruntung dalam gerakan infaq 1 rupiah. Dari jumlah tersebut, 70 penginfq memperoleh emas sebesar 0,5 gram, sedangkan 70 lainnya memperoleh uang elektronik Bank Aceh, Pengcard. Peninfaq yang beruntung melakukan transaksi melalui aplikasi Mobile Banking Action Bank Aceh.

Ditambahkan, nantinya penginfaq yang beruntung akan dihubungi oleh pihak Bank Aceh untuk pengambilan.

Action Mobile Banking Bank Aceh Hadirkan Tiga Layanan Transfer

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Sahabat Syariah dan Nasabah Setia Bank Aceh
Ada kabar gembira nih…
Alhamdulillah Action Mobile Banking Bank Aceh Hadirkan Tiga Layanan Transfer dengan nilai transaksi yang lebih besar lho!

Kini, aplikasi Action Mobile Banking menyediakan tiga layanan transfer yakni BI-Fast, Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNB), dan Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).
Yuk segera download versi terbaru Action Mobile Banking 1.2.2 untuk mendapatkan akses terhadap ketiga layanan transfer.

FYI Ketiga layanan transfer tersebut memberikan layanan transfer dengan jumlah yang lebih besar dengan biaya yang lebih murah, cepat, aman dan nyaman

Fitur tansaksi transfer terbaru menyediakan limit dengan sejumlah layanan. Limit transfer untuk BI-Fast adalah sebesar Rp 10.000 hingga Rp100.000.000,- per hari selama 24 jam dengan biaya hanya sebesar Rp.2.500,-.

Sementara transfer SKNBI sebesar sebesar Rp 10.000 hingga Rp100.000.000,- dengan biaya Rp.2.900 di jam layanan operasional bank.

Adapun untuk transfer yang lebih besar, kalian dapat menggunakan layanan transfer BI-RTGS dengan nilai transfer sebesar Rp 100.000.001,- hingga Rp150.000.000,-. Proses transfer hanya dapat dilaksanakan pada hari dan jam kerja layanan bank. Adapun biaya yang dikenakan adalah sebesar Rp30.000,- per transaksi.

Yuk nikmati kemudahan transaksi hanya dengan Action Mobile Banking Bank Aceh

KEPO*in Gadai Emas Bank Aceh

Salam Sahabat Syariah dan Nasabah Setia Bank Aceh

Masih Awal Tahun niihh…

Yuk KEPO*in Gadai Emas Bank Aceh

*Kejar Promo, Gratis Biaya Administrasi dan Souvenir!!!!

UJRAH CUMA Rp. 4.500/gram/bulan!!

Hubungi Kantor Bank Aceh Terdekat dan Dapatkan Souvenir Menarik!!

Apa aja sih keuntungan kamu Gadai Emas di Bank Aceh? ini dia:
✓ Pinjaman Optimal Sesuai Jaminan
✓Penyimpanan Jaminan Aman
✓Pinjaman dapat diperpanjang
✓Pelunasan bisa sewaktu-waktu
✓Proses sangat mudah dan cepat

Berlaku selama promo awal tahun ya.

Yuk jangan lupa Kepo in Gadai Emas Bank Aceh ya 

Dorong Pembiayaan UMKM Bank Aceh Buka Kantor Jaringan ke-182 di Seulimeum

Dorong akselerasi pembiayaan UMKM, Bank Aceh, Kamis, 5 Januari 2023 membuka jaringan kantor baru. Peresmian dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh, Bob Rinaldi, dan Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto. Ini merupakan jaringan kantor ke-182 bank milik Pemerintah Aceh tersebut atau Capem Bank Aceh ke-13 di Kabupaten Aceh Besar.

Bob Rinaldi dalam sambutannya menjelaskan, Capem Seulimeum sudah beroperasi sejak 29 Desember 2022 lalu. Kantor layanan Bank Aceh di Seulimeum hadir atas dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar dan berbagai pihak, untuk memperkuat peran intermediasi, khususnya pembiayaan UMKM dan mendekatkan layanan perbankan bagi masyarakat sekitar.

“Capem Seulimeum dapat memberikan akses layanan transaksi keuangan yang lebih baik dan lebih mudah bagi masyarakat sekitar Kecamatan Seulimeum,” ujarnya. Menurut Bob Rinaldi, Seulimeum merupakanan wilayah potensial dan memiliki prospek pertumbuhan yang sangat baik, terutama di sektor pertanian, peternakan dan perkebunan.

“Kami yakin, Bank Aceh Capem Seulimeum dapat berperan sebagai lembaga intermediasi bagi masyarakat pada ketiga sektor tersebut, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di sektor UMKM,” tambahnya.

Selain itu kata Bob Rinaldi, kehadiran Capem Seulimeum juga diharapkan dapat meningkatkan akselerasi kinerja keuangan yang positif bagi Bank Aceh Cabang Jantho yang sudah berdiri sejak 2008 silam, serta terus menunjukkan kinerja positif.

Ia merincikan, aset Bank Aceh Cabang Jantho pada tahun 2021 tercatat senilai Rp1,025 triliun, meningkat sebesar 10 persen pada tahun 2022 menjadi Rp1,129 triliun. Begitu juga dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun 2022 sebesar Rp 1,003 triliun naik 10 persen menjadi Rp1,102 triliun. Sementara itu pembiayaan dalam tahun 2021 sebesar 549,7 miliar naik 16 persen pada tahun 2022 menjadi Rp638,7 miliar.

Bob Rinaldi menegaskan, Bank Aceh sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh akan terus melakukan transformasi digital untuk menghadirkan layanan prima bagi nasabah. Pada November 2022 lalu Bank Aceh telah meluncurkan layanan internet Banking Action Bisnis sebagai platform terbaru dari Bank Aceh untuk memenuhi kebutuhan nasabah, terutama nasabah korporasi, baik pemerintah maupun swasta, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM).

Dalam tahun 2023 Bank Aceh juga akan meluncurkan beberapa program lainnya untuk memberikan kemudahan layanan perbankan bagi nasabah, seperti layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau laku pandai, penyediaan akses layanan keuangan terintegrasi melalui open banking, actioncas, digital branch/kantor cabang digital, serta penyediaan pembiayaan (KUR) dengan kuota yang lebih besar.

“Penambahan jaringan kantor dan ketersediaan layanan digital tentunya semakin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam bertransaksi. Kami berharap dukungan layanan ini dapat menjadikan Bank Aceh sebagai prioritas bagi kebutuhan layanan transaksi perbankan bagi kita semua,” pungkas Bob Rinaldi.

Sementara itu Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto sangat mengapresiasi Bank Aceh yang telah mendukung berbagai upaya peningkatan ekonomi daerah. Dibukanya Capem Seulimeum sebagai kantor layanan Bank Aceh yang ke-13 di Kabupaten Aceh Besar menandakan tingginya partisipasi Bank Aceh dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurut Muhammad Iswanto, pertumbuhan ekonomi suatu daerah sangat dipengaruhi oleh sektor perbankan yang baik. Semakin banyak perbankan membuka layanan di suatu daerah menjadi cerminan bahwa perekonomian di daerah tersebut mengalami pertumbuhan. Perbankan bisa menyalurkan berbagai skim pembiayaan dalam membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Pembiayaan yang dikucurkan oleh Bank Aceh selama ini di Kabupaten Aceh Besar sangat berperan dan memicu pertumbuhan ekonomi.

“Pembiayaan yang tepat sasaran dari perbankan, terutama untuk pelaku UMKM juga akan sangat membantu daerah dalam menekan angka kemiskinan. Bank Aceh mampu dan bisa menjangkau tempat-tempat yang memiliki gerak pertumbuhan ekonomi yang dinamis, semoga program-program yang direncanakan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Muhammad Iswanto juga mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan kemudahan-kemudahan yang diberikan Bank Aceh, menggunakan layanan Bank Aceh untuk setiap transaski keuangan, karena keuntungan yang diperoleh Bank Aceh juga akan dikembalikan kepada daerah.

Bank Aceh Capem Seulimeum berkantor di sebuah rumah panggung peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda. Rumah berkonstruksi kayu denga gaya Eropa itu pada masa lalu digunakan sebagai kantor Controleur Belanda di Seulimeum.

Peresmian Capem Seulimum juga turut ditandai dengan penandatanganan akad Pembiayaan Qardhul Hasan bagi nasabah binaan UMKM Bank Aceh. Turut hadir pada pembukaan Bank Aceh Capem Seulimeum tersebut antara lain: Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar Drs Sulaiman M.Si, Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali, Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra, Ketua PN Jantho Deny Syahputra SH MH, Ketua Mahkamah Syariah Jantho Muhammad Redha Valevi, Dirut PDAM Tirta Mountala Ir Sulaiman M.Si, Camat Seulimeum Hasanuddin, Pemimpin Bank Aceh Canang Jantho Andri Wardani, tokoh masyarakat Seulimeum, serta para pegawai dan staf Bank Aceh lainnya.

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bank Aceh

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hai Nasabah Setia Bank Aceh,

Tetap waspada ya terhadap pihak-pihak yang melakukan upaya-upaya penipuan yang mengatasnamakan Bank Aceh melalui komunikasi WA, SMS maupun akun sosial media lainnya. maka diharapkan seluruh nasabah senantiasa untuk berhati-hati dan tidak menghiraukannya.

Bank Aceh tidak pernah meminta kode OTP, Password, PIN, Kode Aktivasi maupun informasi pribadi apapun kepada nasabah.

Jika kamu menemukan akun-akun penipuan tersebut agar segera menghubungi Contact Center Bank Aceh 1500845 ya.