Tabungan Firdaus iB

Selengkapnya »

Kini Nasabah Bank Aceh Syariah dapat melakukan transfer & tarik tunai di puluhan ribu mesin ATM termasuk BCA

Selengkapnya »

Inklusi Keuangan untuk semua

Selengkapnya »

Produk RAHN PT Bank Aceh Syariah

Solusi Tepat Dana Cepat Sesuai Syariah Selengkapnya »

Dirgahayu RI ke-75 Tahun, Dapatkan Bonus Pulsa dari Telkomsel di ATM Bank Aceh

Selengkapnya »

Yuk Isi Pulsa Telkomsel Lewat ATM Bank Aceh

Isi Pulsa Telkomsel Lebih Mudah Dari Jaringan ATM Bank Aceh. Selengkapnya »

 

Category Archives: Penghargaan

Komitmen dan Konsisten Salurkan CSR di Provinsi Aceh, Bank Aceh Mendapatkan Penghargaan Padmamitra Award 2019

Bank Aceh sebagai satu satunya BUMD yang msuk dalamm penilaian kategori Pemerima Padmamitra 2019 Pemerintah Aceh pada Forum CSR Kemensos RI, penghargaan tersebut diterima oleh Muslim AR selaku Corporate Secretary mewakili Direksi dan manajeman PT Bank Aceh Syariah di Hotel Hermes, 07 Desember 2019.

Padmamitra Award merupajan penghargaan dan apresiasi tertinggi dari Pemerintah Aceh yang diberikan kepada 13 perusahaan di Aceh Dari 27 perusahaaan yg dinilai telah komitmen dan konsisiten melaksanakan program CSR di Aceh dalam rangka sinergiditas memperkuat peran kemitraan antara 3 unsur, Pemerintah, Perusahaan dan Masyarakat disekitar lingkungan Usaha dan Bisnis.

Padmamitra yang juga merupakan penghargaan tertinggi dari Kementrian Sosial RI diberikan kepada pelaku CSR dinilai atas dasar 7 Kategori Kepedulian, yaitu kategori kemiskinan, ketelantaran, disabilitas, kekerasan, kriminalitas/kofplik, tuna sosial dan kebencanaan serta kelaparan.

Alhamdulillah Bank Aceh terpilih sebagai salah satu peraih penghargaan tersebut. CSR merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yakni Bank Aceh kepada lingkungan sekitar.
Semoga kontribusi Bank Aceh dalam bentuk CSR semakin bermnafaat dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan di Aceh.

Kinerja Bank Aceh Tunjukkan Tren Positif

Memasuki tahun ke 3 pasca konversi menjadi bank umum syariah kinerja keuangan bank aceh terus menunjukkan trend pertumbuhan yang positif. Pencapaian kinerja keuangan secara umum sangat menggembirakan. Pada periode 31 Oktober 2019 Pencapaian total aset Bank Aceh telah menembus angka Rp. 25,7 Triliun dibandingan 31 Oktober 2018 sebesar Rp. 23,8 Triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dari Rp. 21 triliun pada Oktober 2018 menjadi Rp. 22,5 Triliun pada Oktober 2019 dan pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp. 13,7 Triliun dari Rp. 12,7 Triliun. Sementara itu pencapaian laba sebelum pajak sebesar Rp.451 milyar pada 31 Oktober 2019.

Atas hasil pencapaian kinerja tersebut Bank Aceh kembali mendapatkan apresiasi nasional yaitu penghargaan nasional tempo Financial Award 2019 Kategori Bank Umum Syariah dan berhak menyandang predikat sebagai The Best Financial Performance Bank Aceh di The Westin Hotel Jakarta (27/11). Haizir mengatakan assessment dan penilaian dilakukan secara kompherensif dan sistematis merujuk pada performance kinerja keuangan secara menyeluruh dan mendetail berdasarkan tiga kategori penilaian diantaranya kinerja keuangan (rasio CAR, NPF, ROA, ROE, NIM, BOPO dan LDR), kinerja pelaporan keuangan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dan kinerja aset <Rp.100 triliun kategori Bank Umum Syariah.

Penilaian dilakukan oleh Pusat Data dan Analisa Tempo serta tim juri yang sangat selektif menyeleksi performa kinerja keuangan. Alhamdulillah dari hasil penjurian performance Bank Aceh ditetapkan sebagai juara pertama untuk kategori Bank Umum Syariah The Best Financial Performance Bank atau bank yang memiiliki kinerja keuangan terbaik, disusul oleh Bank BTPN Syariah dan PT Bank Nusa Tenggara Barat Syariah.

Apresiasi nasional tersebut menjadi salah satu barometer bahwa Bank Aceh mampu membuktikan performa kinerja semakin baik. Kami mengucapkaan terima kasih kepada masyarakat dan nasabah yang telah mendukung dan bermitra dengan loyalitas yang tinggi kepada Bank Aceh.

Bank Aceh Raih Anugerah Syariah Republika

BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah kembali berhasil meraih penghargaan Anugerah Syariah Republika (ASR) 2019 Kategori Bank Umum Syariah Buku 2. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Sofyan Djalil kepada Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, di Hotel JW Mariot Jakarta, Selasa (19/11). Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, Rabu (20/11) menyampaikan penilaian dan penentuan pemenang untuk penghargaan ini berbasis data kuantitatif berupa catatan kinerja industri selama 2018 dan semester I tahun berjalan. Selain kuantitatif, penilaian juga berdasarkan indikator kualitatif seperti pelayanan dan pandangan publik atau konsumen. “Alhamdulillah Bank Aceh Syariah mampu menjaga pertumbuhan kinerja dengan baik dan terpilih sebagai salah satu bank yang memiliki kinerja terbaik setelah bertransformasi menjadi Bank Syariah sejak tahun 2016,” kata Haizir yang didampingi Pimpinan Divisi Perencanaan Strategis Bank Aceh Syariah, Amal Hasan.

Dikatakan Haizir, ini merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan bagi rakyat Aceh bahwa Bank kebanggaan daerah Aceh bisa mendapat apresiasi nasional dan mampu mempertahankan kinerja pasca konversi secara menyeluruh menjadi Bank Umum Syariah.

Ia menambahkan, tranformasi dan perubahan atsmosfer bisnis setelah tiga tahun konversi juga menjadi salah satu faktor pendukung Bank Aceh Syariah mendapatkan penghargaan tersebut. Sejak awal menjabat sebagai Direktur Utama pada 2018 lalu, Haizir menerapkan kepada karyawan-karyawati untuk menjalankan tiga transformasi sesuai prinsip syariah yang digalakkan oleh manajemen. Ketiga transformasi tersebut yaitu transformasi bisnis, budaya dan tampilan.

Menurutnya, hasil kolaborasi dalam menerapkan ketiga trasnformasi tersebut meningkatkan kinerja Bank Aceh, salah satunya pendapatan yang tentunya bisa menjadi kontribusi penggerak ekonomi bagi masyarakat Aceh. Ia berharap pencapaian ini juga akan terus menumbuhkembangkan semangat juang dan militansi bagi segenap jajaran Bank Aceh untuk terus memperkuat peran dan kiprah ekonomi syariah di Tanah Air.

“Kita sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk terus bersama dan mendukung Bank Aceh mengembangkan perekonomian syariah. Sehingga Bank Aceh Syariah terus tumbuh berkembang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah,” katanya. Selain itu, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman juga menjelaskan memasuki tahun ketiga pascakonversi ke bank umum syariah, kinerja keuangan Bank Aceh terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pencapaian kinerja keuangan secara umum pada Oktober 2019 sangat menggembirakan.

Pencapaian total aset Bank Aceh telah menembus angka Rp 25,7 triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 22,5 triliun, dan pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp 13,7 triliun. Sementara itu pencapaian laba sebelum pajak sebesar Rp 451 miliar.

 

Bank Aceh Syariah KPO Raih Penghargaan Walikota Banda Aceh

Walikota Banda Aceh memberikan penghargaan kepada Bank Aceh Syariah KPO dalam rangka memwujudkan Banda Aceh Gemilang dalam bingkai syariah.

Bank Aceh Syariah KPO turut mendukung kegiatan strategi “Kolaborasi pada kegiatan Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) 2019″, Banda Aceh, 23 Oktober 2019.

Mewujudkan kota yg layak huni berkelanjutan merupakan tanggung jawab kita bersama guna mencapai 100-0-100, merupakan program ketersediaan 100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen fasilitas sanitasi serta drainase di seluruh wilayah Indonesia.

#hababankaceh
#bankacehsyariah

Bank Aceh Syariah Raih “TOP BUMD 2019”

Tranformasi dan perubahan atsmosfir bisnis pasca 2 tahun konversi mengantarkan Bank Aceh Syariah mendapatkan penghargaan TOP BUMD AWARD 2019 dengan penilaian “Bank Syariah Berkinerja Terbaik 2019”.
Haizir Sulaiman/Dirut Bank Aceh Syariah
——–’——-

PT.Bank Aceh Syariah berhasil meraih penghargaan TOP BUMD AWARD 2019 dan mendapatkan predikat “Bank Syariah 2019” Kategori TOP BUMD Bidang Transformasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Penasehat Top Business Indonesia Bapak Dwinda P. Ruslan yang didampingi oleh CEO Majalah Business Indonesia Bapak M.Luthfi Handayani kepada Direktur Utama Bank Aceh yang diterima oleh Pemimpin Divisi Perencanaan Bank Aceh Syariah Amal Hasan di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Senin(29/04). Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman mengatakan penilaian dan penentuan pemenang untuk penghargaan ini ditetapkan melalui berbagai tahapan/seleksi yang ditentukan seperti pemaparan kinerja bisnis, layanan dan kontribusi terhadap perekonomian daerah yang dilakukan selama tahun 2018. Alhamdulillah Bank Aceh Syariah mampu melewati seluruh tahapan penjurian dan terpilih sebagai salah satu bank yang mampu menjalankan usahanya dengan mempertahankan kinerja yang baik setelah bertransformasi menjadi Bank Syariah sejak tahun 2016 dan mendapat TOP BUMD 2019.

Haizir menambahkan penghargaan ini merupakan satu-satunya kegiatan corporate rating/penilaian kinerja BUMD yang terbesar dan paling komprehensif di Indonesia dan Bank Aceh Syariah berhasil lolos seleksi diantara 1.149 BUMD di Indonesia. Ini sebuah prestasi dan kebanggaan bagi rakyat Aceh bahwa Bank kebanggan daerah Aceh bisa mendapat apresiasi nasional secara kontinu dan mampu mempertahankan kinerja pasca  konversi secara menyeluruh menjadi Bank Umum Syariah. Dan hari ini BUMD milik Pemerintah Aceh kembali mendapatkan penghargaan berskala nasional.

Tranformasi dan perubahan atsmosfir bisnis pasca 2 tahun konversi mengantarkan Bank Aceh Syariah mendapatkan penghargaan TOP BUMD AWARD 2019 dengan penilaian “Bank Syariah Berkinerja Terbaik 2019”.
Dikatakan Haizir pencapaian ini diharapkan juga akan terus menumbuhkembangkan semangat juang dan militansi bagi segenap jajaran Bank Aceh untuk terus memperkuat peran dan kiprah ekonomi syariah di Tanah Air sesuai visi Bank Aceh Syariah Menjadi Bank Syariah Terdepan dan Terpercaya dalam Pelayanan di Indonesia.

Kita sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk terus bersama dan mendukung Bank Aceh mengembangkan perekonomian syariah. Sehingga Bank Aceh Syariah  terus tumbuh  berkembang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah serta dapat menjadikan Bank Aceh Syariah sebagai solusi perbankan syariah bagi seluruh masyarakat.
Haizir juga menjelaskan memasuki tahun ke 3 pasca konversi menjadi  bank umum syariah kinerja keuangan Bank Aceh terus menunjukkan trend  pertumbuhan yang positif.  Pencapaian kinerja keuangan secara umum  pada Desember 2018 sangat menggembirakan.

Pencapaian total aset Bank Aceh telah menembus angka Rp. 23 Triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp. 18,4 Triliun dan pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp. 13,2 Triliun. Sementara itu pencapaian laba sebelum pajak melampaui setengah trilyun lebih atau sebesar Rp.540 milyar.

Haizir Sulaiman yang baru  6 bulan menjadi nakhoda Bank Aceh menggantikan Almarhum Busra Abdullah memastikan bahwa kedepan Bank Aceh akan terus mengoptimalkan peran intermediasinya dalam membangun ekonomi daerah dan mendorong penibgkatan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. Transformasi dan penguatan visi misi bank dalam menjalankan operasional sesuai kaedah dan prinsip-prinsip syariah akan terus dilakukan secara terstruktur, komperehensif dan berkelanjutan sesuai harapan dan cita-cita kita semua.

Bank Aceh Raih Dua Penghargaan IBA 2018

“Alhamdulillah Berkat dukungan nasabah dan masyarakat Aceh kini Bank Aceh mampu berdiri sejajar dengan bank umum syariah nasional lainnya”, Amal Hasan, Corporate Secretary Bank Aceh

BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah berhasil meraih dua penghargaan  nasional pada event Anugerah Indonesia Banking Award  2018 yang diselenggarakan di Jakarta kemarin Rabu (26 september 2018). Berkat kinerja keuangan yang cukup baik dan terus tumbuh berkembang sampai dengan 31 Desember 2018  Bank Aceh mendapat dua penghargaan sekaligus. Pertama,  kategori “The Most Efficient Bank 2018” atau Bank berkinerja keuangan sangat efisien. Kedua, kategori “The Most Reliable Bank 2018” atau bank berkinerja yang memiliki daya tahan handal terhadap berbagai pengaruh ekonomi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh DR.Subarjo Joyosumarto Presiden Direktur /Ketua Indonesia Banking School kepada   Corporate Secretary Bank Aceh Amal Hasan yang hadir atas nama Direktur Utama Bank Aceh Haizir Sulaiman. Kegiatan Anugerah Indonesia Banking Award  (IBA) 2018 diselenggarakan  di JS Luwansa Ballroom & Concention Center Kawasan Kuningan Jakarta Pusat Rabu (26/9).

Kepada serambi Amal Hasan mengatakan pada acara tersebut turut hadir pejabat komisioner OJK. Bank Indonesia. Lembaga Penjamin Simpanan. Perbanas. Asbanda serta para direksi dan komisaris bank umum nasional baik konvensional maupun syariah.

Amal Hasan menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh bank umum di indonesia baik bank umum konvensional maupun bank umum syariah.   Penetapan pemenang penghargaan ini dilakukan berdasarkan penilaian terhadap data dan laporan kinerja keuangan bank. Penilaiannya menggunakan data 106 Bank Umum Konvensional dan 12 Bank Umum Syariah menggunakan acuan laporan keuangan akhir 2017 yang dilakukan oleh biro riset dan survei.     Indonesia Banking School (IBS)  berkerjasama dengan Tempo Media Group yang merupakan salah satu media terkemuka nasional

 “Alhamdulillah Bank Aceh berhasil terpilih sebagai salah satu yang terbaik di kelompok Bank Umun Syariah Nasional dengan total aset di atas Rp 10 triliun dan bersanding sejajar dengan PT Bank BNI Syariah, PT.Bank Syariah Mandiri, PT.BRI syariah, Bank Muamalat,” kata Amal Hasan.

Menurutnya, penghargaan dua kategori sekaligus merupakan salah satu bukti apresiasi nasional terhadap pencapaian kinerja bank milik Pemerintah Aceh ini, di samping dukungan seluruh nasabah dan masyarakat Aceh yang sangat menentukan pencapaian kinerja tersebut.

“Kita tentu selalu sangat bersyukur atas setiap apresiasi penghargaan yang kita raih. semua ini akan menjadi penambah semangat bagi seluruh karyawan dan karyawati bank aceh dalam upaya terus meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan masyarakat serta seluruh stakeholder.  Alhamdulillah Berkat dukungan nasabah dan masyarakat Aceh kini Bank Aceh mampu berdiri sejajar dengan bank umum syariah nasional lainnya ujar Amal Hasan.

Lebih dari itu, Amal Hasan mengatakan dua penghargaan nasional tersebut merupakan wujud komitmen kuat, serta sikap konsistensi semua pihak dalam megembangkan sistem ekonomi syariah di Aceh. Apalagi, performa kinerja Bank Aceh setelah konversi menjadi tolak ukur bagi bank daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan ekonomi syariah baik melalui konversi sepenuhnya, seperti Bank Aceh atau spin off, yakni pemisahan unit usaha bank konvensional dengan syariah. Salah satunya BANK daerah NTB yang sudah mengkonversi unit usahanya menjadi syariah sepenuhnya bulan September 2018 ini. Kita mengharapkan agar konversi ini juga diikuti oleh Bank Pembangunan Daerah lainnya.

“Award ini didedikasikan untuk seluruh nasabah dan masyarakat Aceh serta seluruh karyawan Bank Aceh. Kita harapkan penghargaan ini akan menambah semangat kita untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah secara kaffah di Aceh,” harap Amal.

Corporate Secretary Bank Aceh Syariah, Amal Hasan juga menjelaskan, kinerja keuangan Bank Aceh terus menunjukkan trend positif. Hal ini terlihat dari realisasi pada per 31 Agustus 2018.

Total aset mencapai Rp 21,7 triliun. “Sementara total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 12,79 triliun dan Total DPK per Agustus 2018 mencapai Rp 18,16 triliun,” sebut Amal.

 

BANK ACEH TERIMA PENGHARGAAN DARI BANK INDONESIA

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memberikan penghargaan kepada PT. Bank Aceh Syariah sebagai anggota “Focus Group Perbankan Terbaik III” Tingkat Perbankan Banda Aceh Tahun 2018.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Bapak Zainal Arifin Lubis dan diterima oleh Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional Bapak Fadhil Ilyas pada tanggal 17 Agustus 2018 di Kantor Bank Indonesia Banda Aceh.

Turut hadir Direktur Operasional Bapak Rusydi M.Adam dan Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Cabang Banda Aceh Bapak Imamil Fadhli.

BANK ACEH BERKINERJA SANGAT BAGUS

Dari 115 bank umum yang diriset Alhamdulillah Bank Aceh terpilih sebagai salah satu bank yang memiliki kinerja keuangan yang sangat baik sepanjang tahun 2017 dan mendapat penghargaan InfobankAward 2018 dengan predikat SANGAT BAGUS: Haizir Sulaiman/Plt. Dirut Bank Aceh

PT.Bank Aceh Syariah berhasil meraih penghargaan Infobank Award 2018 dan mendapatkan predikat “Sangat Bagus″ atas kinerja keuangan sepanjang tahun 2017.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dwi Setyowati Direktur Bisnis Infobank dan diterima oleh Corporate Secretary Bank Aceh Syariah Amal Hasan di Ballroom Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Selasa (14/8). Plt Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman melalui Corporate Secretary Amal Hasan mengatakan penilaian dan penentuan pemenang untuk penghargaan ini dilakukan  berdasarkan data riset yang dilakukan oleh biro  riset majalah Infobank terhadap data dan laporan kinerja keuangan dengan menggunakan data 115 Bank dengan menggunakan acuan laporan kinerja keuangan selama tahun 2017. Pada rating Infobank Awards 2018 predikat “sangat bagus” adalah peringkat tertinggi dalam rating bank tahunan versi majalah Infobank.  Alhamdulillah Bank Aceh berhasil terpilih sebagai salah satu bank yang berhasil memperoleh predikat tertinggi “sangat bagus” dalam penghargaan Infobank  Award 2018 tersebut.

Amal Hasan menambahkan penghargaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi nasional kepada Bank Aceh Syariah yang merupakan Bank daerah milih Pemerintah Aceh. Terlebih lagi momen ini bertepatan dengan perayaan HUT PT Bank Aceh Syariah ke-45 dan menjadi kado istimewa  memasuki tahun ke-2 konversi Bank Aceh sebagai Bank Umum Syariah. Ini menjadi semangat kami untuk terus membangun ekonomi syariah agar terwujudnya kejayaan dan kesejahteraan bagi rakyat Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.

Dikatakan Amal Hasan momentum HUT 45 Bank Aceh Syariah juga menumbuhkan semangat juang yang lebih kuat bagi segenap jajaran bank aceh untuk terus mengembangkan ekonomi syariah secara konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan harapan dan cita cita kita semua.Kita sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk terus bersama dan mendukung Bank Aceh mengembangkan perekonomian syariah. Sehingga Bank Aceh Syariah  terus tumbuh  berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi daerah dan masyarskat serta dapat menjadikan Bank Aceh Syariah sebagai referensi nasional membangun peradaban baru dalam sistem perbankan syariah nasional.

Memasuki 2 tahun konversi menjadi  bank umum syariah kinerja keuangan bank aceh terus menunjukkan trend yang pisitif.  Secara umum kinerja keuangan pada akhir tahun 2017 sangat menggembirakan sebagaimana yang diharapkan bersama. Untuk periode desember 2017 total aset Bank Aceh mencapai Rp. 23 Triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp. 18,4 Triliun dan pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp. 13 Triliun.

Bank Aceh Raih Lima Penghargaan “KARIM AWARD 2018″

BANDA ACEH - Bank Aceh Syariah kembali mendapat apresiasi nasional atas kinerja keuangan 2017, yakni meraih lima penghargaan sekaligus pada even penghargaan Bank Umum Syariah Nasional “Karim Award 2018” . Acara ini di Gedung Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu 18 Maret 2018.

Corporate Secretary Bank Aceh, Amal Hasan menyebutkan kelima penghargaan itu adalah 1st Rank The Best in Funding Growth –BUS Asset >Rp 20 T, 1st Rank The Best in Financing risk Management -BUS Asset >Rp 20 T, 1st Rank The Best in Efficiency – BUS Asset >Rp 20 T, 1st Rank The Best in Profitability – BUS Asset > Rp 20 T, dan The Magnificent Bank.

Amal mengatakan kelima penghargaan itu diserahkan Finder Karim Consulting Indonesia, DR Adiwarman Karim yang ia terima mewakili Pelaksana tugas Direktur Utama (Plt Dirut) Bank Aceh, Rusydi M Adam. “Penetapan pemenang ini dilakukan berdasarkan penilaian laporan keuangan bank yang dipublikasi periode 31 Desember 2016 dan Desember 2017,” kata Amal.

Ia menyebutkan kinerja keuangan Bank Aceh pada 2016 dan 2017 menunjukkan trend positif, yaitu dana pihak ketiga Bank Aceh naik dari Rp 18,76 T pada 2016 menjadi Rp 22,07 T pada 2017, sehingga bank ini meraih peringkat satu pertumbuhan pendanaan. Selain itu, pada 2017 juga berhasil menurunkan angka Non Performing Financing (NPF) atau kredit bermasalah, netto menjadi 0.04 persen yang tahun sebelumnya (2016) 0.07 persen.

“Bank Aceh juga mendapatkan peringkat pertama terbaik untuk menjaga efisiensi operasi bank di angka 83,05 pada tahun 2016 berhasil diturunkan menjadi 77,99. Kemampuan Bank Aceh untuk meraih laba juga meningkat dari tahun 2016 ke 2017, yaitu 2,48 menjadi 2,50,” sebut Amal.

Khusus penghargaan kategori The Magnificent Bank, kata Amal itu merupakan penghargaan kepada bank yang selama 2017 telah melakukan extraordinay effort dalam industri Perbankan Syariah. Penghargaan tersebut hanya diperoleh tiga bank dengan kriteria sangat ketat. Salah satunya Bank Aceh yang merupakan salah satu Bank Umum Syariah.

“Alhamdulillah, tahun 2018 kami diberi apresiasi di tingkat nasional nasional untuk berhak mendapatkan lima penghargaan ‘Karim Award 2018’ dan memperoleh peringkat 1 untuk setiap kategori dengan total aset >20 T. Ini merupakan apresiasi yang patut disyukuri dan terus ditingkatkan oleh Bank Aceh,” ujar Amal.

Corporate Secretary Bank Aceh, Amal Hasan mengatakan kelima penghargaan tersebut juga merupakan salah satu bukti konsistensi Bank Aceh sebagai bank daerah yang semakin diperhitungkan pada level Bank Umum Syariah nasional, setelah bank ini melakukan konversi sepenuhnya dari sistem konvensional ke syariah yang sudah setahun lebih.

“Konversi yang dilakukan Bank Aceh merupakan keputusan yang tepat untuk meningkatkan ekonomi daerah berbasis kerakyatan berkonsep ekonomi Islam. Kami berharap semoga bank lain dapat mengikuti jejak Bank Aceh dalam rangka memajukan sistem perekonomian syariah di Indonesia,” harap Amal.

Amal menambahkan dengan konversi itu, Bank Aceh terus menunjukan trend positif tidak hanya dari segi kinerja keuangan, tetapi juga dari sisi eksistensinya yang tentu turut didukung nasabah setia serta masyarakat Aceh. “Untuk periode Desember 2017 total aset mencapai Rp 22, 7 triliun dengan profitabilitas laba Rp 532 miliar. Sedangkan total pembiayaan mencapai Rp 12,84 triliun dan total DPK mencapai 18,50 triliun,” sebutnya.

MANAJEMEN KINERJA SEMAKIN MEMBAIK BANK ACEH RAIH GCG AWARD 2017

“Berkat pengelolaan kinerja yabg semakin baik Alhamdulillah Bank Aceh berhasil  mendapatkan penghargaan “Indonesia Good Corporate Governannce (GCG) 2017″ dengan predikat “Platinum”. Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Tiara Ballroom Crowne Plaza Hotel & Convention jln. Gatot Subroto Jakarta, Kamis (02/11)   diserahkan oleh Irlisa Rahmadiana CEO Media Economic Review dan diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah  Busra Abdullah.

Busra Abdullah yang didampingi Corporate Secretary Bank Aceh  Amal Hasan mengatakan bahwa penghargaan Indonesia Good Corporate Governance 2017 diberikan kepada perusahaan bumn dan bumd serta beberapa instansi bisnis lain dari seluruh Indobesia yang dalam pengelolaan manajemen dan kinerjanya mampu menerapkan praktek GCG dengan baik dan konsisten.

Dirut Bank Aceh  Busra Abdullah melalui corporate secretary Amal Hasan nenjelaskan penetapan BUMN/BUMD yang berhak mendapatkan Indobesia Good Corporate Governance  Award 2017 dilakukan berdasarkan penilaian oleh Dewan Juri Independen yang berkompeten serta independen di bidang GCG  dari biro riset Majalah Economic Review berkerjasama  dengan International Business School (IPMI), Sinergi Daya Prima, dan Indonesia Asia Institute-Ideku Group dengan menggunakan acuan utama data dan Penilaian Kinerja Selama periode Januari s/d Desember  tahun 2016. Alhamdulillah Bank Aceh berhasil terpilih sebagai Bank dengan praktek Good Corporate Governannce (GCG) terbaik 2017 kategori BUMD terbaik.

Amal Hasan menambahkan pasca konversi menjadi Bank Umum Syariah pengelolaan manajerial dan kinerja Bank Aceh Syariah akan terus menjadi fokus utama. Manajemen Bank Aceh memilki komitmen yang kuat untuk memastikan penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam operational bank dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh regulator Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.

Penghargaan ini semakin membuktikan konsistensi bank aceh dalam menjalankan tatalaksana manajemen dan kinerja yang sehat, akuntabel dan transparan. Ini menjadi modal penting bagi bank kebanggaan milik rakyat aceh ini dalam memperkuat akselerasi  bisnis diseluruh  segmen  untuk menjadi  Leading Regional Bank di masa mendatang kata Amal Hasan.

Manajemen  Bank Aceh  syariah  selalu  memberikan  dorongan  agar  semua  karyawan konsisten dalam melaksanakan prinsip GCG untuk setiap pelaksanaan tugas dan tanggungjawab untuk pencapaian visi misi bank.

Amal Hasan menambahkan ada 6 (enam) prinsip dasar pelaksanaan GCG dalam struktur manajemen Bank Aceh yaitu Keterbukaan (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), Pertanggungjawaban (Responsibility), Kemandirian (Independency), Kewajaran (Fairness) dan Sikap Kepedulian (Social Awareness) dalam setiap kegiatan usahanya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi mulai dari Dewan Komisaris dan Direksi sampai pada seluruh karyawan di Bank Aceh Syariah

Ini merupakan komitmen kita semua dalam mewujudkan sistem ekonomi syariah di Aceh. Performa kinerja Bank Aceh setelah satu tahun menjadi Bank Umum Syariah menunjukkan tren positif seperti terlihat pada tabel di bawah i

 

Kinerja keuangan yang tumbuh dengan baik juga  didukung oleh praktek GCG yang baik pula. Semoga Bank Aceh terus berkontribusi untuk daerah Aceh khusunya dan Indonesia umumnya sebagai Bank Umum Syariah di masa yang akan datang.