Category Archives: Penghargaan

Optimalkan Penerimaan Negara, Bank Aceh Raih Collecting Agent Performance Award dari Kemenkeu

Bank Aceh Syariah sukses mengoptimalkan penerimaan negara melalui penerapan Modul Penerimaan Negara Generasi ketiga (MPN G3).

MPN merupakan salah satu bentuk transformasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam hal modul penerimaan negara yang memuat serangkaian prosedur penyetoran, pengumpulan data dan pelaporan keuangan negara berbentuk sistem terintegrasi.

Atas keberhasilan tersebut Kementerian Keuangan mengganjar Bank Aceh Syariah dengan predikat Diamond atau peringkat 1 dalam Collecting Agent Performance Award 2021 untuk kategori Bank Syariah.
Penghargaan tersebut merupakan apresiasi tertinggi atas realisasi volume penerimaan negara.

Dalam apresiasi ini, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan memberikan penghargaan kepada collecting agent dari sistem pembayaran pemerintah secara digital melalui Modul Penerimaan Negara (MPN) Generasi Ketiga.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hadiyanto kepada Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bob Rinaldi, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (25/10/2022).

“Kami berharap kerjasama dan kinerja operasional collecting agent makin berkualitas dan tetap comply dengan berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Hadiyanto.

Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bob Rinaldi, Rabu (26/10/2022) mengatakan, saat ini Bank Aceh Syariah terus berkomitmen dalam meningkatkan penerimaan negara melalui upaya transformasi layanan berbasis digital melalui MPN generasi ketiga.

“Capaian ini menjadi wujud nyata Bank Aceh Syariah dalam mengakselerasi pendapatan negara melalui layanan berbasis IT yang terintegrasi dengan core system Bank Aceh Syariah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Rabu (26/10/2022).

Dikatakan, pada tahun 2022, penerimaan negara melalui MPN G3 secara kumulatif sampai 24 Oktober 2022 mencapai Rp.2.039 triliun atau meningkat 37 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp.1.488 triliun.

Jumlah transaksi pada 2022 pun sebanyak 74 juta yang juga meningkat 14 persen dibandingkan 2021 sebanyak 65 juta transaksi.

Penilaian kinerja selama tahun 2021 dilakukan terhadap 93 collecting agent dengan 5 klasifikasi yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Swasta, Bank Syariah, bank Daerah, dan lembaga persepsi lainnya.

Dijelaskan, kriteria penjurian didasarkan pada penilaian dua indikator, yaitu jumlah transaksi, dan kinerja operasional yang terdiri atas kepatuhan dan efektivitas pengelolaan penerimaan negara.

Untuk collecting ageng kategori bank syariah, Bank Aceh Syariah menduduki peringkat pertama, diikuti PT Bank Mega Syariah, PT Bank NTB Syariah, PT Bank Syariah Indonesia, dan PT Bank Muammalat Indonesia Tbk.

Kembali Ukir Prestasi, Bank Aceh Raih Dua Penghargaan di Top GRC Awards 2022

“Penghargaan dalam bidang GCG ini tentu akan menjadi pelecut semangat bagi seluruh insan Bank Aceh untuk terus mempertahankan kinerja terbaik dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik sebagaimana diamanatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemegang saham, dan stakeholder,” jelas Yusmaldiansyah.

BANK Aceh kembali mengukir prestasi.

Berkat keberhasilan dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG), Bank Aceh meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang Top Governance, Risk, and Compliance (GRC) Awards 2022.

Penghargaan itu diberikan oleh media TopBusiness.

Bank milik masyarakat Aceh ini berhasil meraih capaian tersebut atas kinerja penerapan GCG sepanjang tahun 2021 lalu.

Selain kepada Bank Aceh secara kelembagaan, Direktur Kepatuhan Bank Aceh, Yusmaldiansyah, juga meraih penghargaan personal yaitu sebagai The Most Commited GRC Leader Award 2022.

Penghargaan itu diterima secara simbolis oleh Yusmaldiansyah. di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Penghargaan diserahkan oleh Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance, Prof Mardiasmo MBA PhD.

Pada kesempatan tersebut, Yusmaldiansyah didampingi oleh Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan, Said Zainal Arifin, dan Pemimpin Divisi Kepatuhan, M Razi.

Yusmaldiansyah mengatakan, GRC merupakan satu metode tata kelola perusahaan yang menggambarkan peran masing-masing unit kerja yang saling terintegrasi dalam pengembangan dan pencapaian strategia bank.

“Penghargaan dalam bidang GCG ini tentu akan menjadi pelecut semangat bagi seluruh insan Bank Aceh untuk terus mempertahankan kinerja terbaik dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik sebagaimana diamanatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemegang saham, dan stakeholder,” jelas Yusmaldiansyah.

Ia juga menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan salah satu aspresiasi dari terlaksananya budaya kepatuhan pada setiap unit kerja di mana semua kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank Aceh sudah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk prinsip syariah pada Bank Aceh.

“Dalam implementasi GCG, bank mempedomani ketentuan regulator dan menyesuaikan dengan kompleksitas aktivitas bisnis bank,” ujar Yusmaldiansyah.

Dalam mendukung penerapan GRC, tambahnya, Dewan Komisaris dan Direksi Bank Aceh bekerja sesuai dengan tata tertib yang sudah ditetapkan.

Hal ini terbukti dari hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank (TKB) dan GCG Bank Aceh Syariah selama dua tahun terakhir dengan skor dua atau predikat baik.

Selain itu, kata Yusmaldiansyah, raihan penghargaan tersebut juga tak lepas dari sejumlah indikator positif sepanjang 2020-2021 seperti Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).

Pada tahun 2021 lalu, rasio KPMM Bank Aceh tercatat sebesar 20,02 persen.

Sementara ROE dan ROA masing-masing sebesar 16,88 persen dan 1,87 persen.

Rasio BOPO Bank Aceh juga tercatat 78.37 persen, jauh berada di bawah industri perbankan syariah nasional sebesar 84,3 persen.

Sedangkan rasio NPF juga dalam profil risiko yang terjaga di angka 1,35 persen, di bawah rasio NPF industri perbankan syariah sebesar 2,59 persen.

“Keberhasilan ini memberikan peran penting sekaligus barometer bagi penerapan GCG di masa mendatang,” ungkap dia.

Menurut Yusmaldiansyah, penghargaan Top GRC Award melengkapi capaian Bank Aceh di bidang kepatuhan.

Pada awal tahun lalu, sebutnya, Bank Aceh juga meraih penghargaan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dengan menjadi peringkat dua nasional untuk kategori penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).

“Ini tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh pihak mulai dari masyarakat, Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota, regulator BI, dan OJK,” katanya.

Ketua KNKG, Mardiasmo, mengatakan, pemberian award itu didasarkan pada penilaian melalui wawancara penjurian yang dilaksanakan pada Juli-Agustus lalu.

Dalam pelaksanaan kegiatan itu, Top Business bekerja sama dengan KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance), and IcoPI (Institute compliance proffesional Indonsesia), dan Asia Business Research Center, serta didukung oleh beberapa perusahaan konsultan GCG dan manajemen risiko.

Ditambahkan, Top GRC Awards merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh majalah Top Business.

Acara itu merupakan ajang pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai sudah menerapkan prinsip GCG secara konsisten dan sangat baik sehingga mampu mengantarkan perusahaan untuk terus bertumbuh dan berkembang.

Kegiatan Top GRC itu diikuti oleh sejumlah bank dan perusahaan ternama yang melaksanakan operasional di Indonesia.

 

 

Bank Aceh Terima Penghargaan dari Infobank

JAKARTA – Direktur Umum Bank Aceh, Haizir Sulaiman, menerima penghargaan Infobank Award ke-27 sebagai bank terbaik berdasarkan kelompok bank modal inti (KMBI) 1.


Penghargaan diberikan oleh CEO Infobank, Eko B Supriyanto dan Wakil Pemimpin Redaksi Karnoto Muhammad di Hotel Kempinksi, Jakarta, Kamis (25/08/2022).

Bank Aceh mendapatkan predikat Sangat Bagus dalam kategori bank dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun. Manajemen Bank Aceh dinilai cakap mengakselerasikan bisnis meski mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman mengatakanpenghargaan ini merupakan aprsiasi bagi seluruh masyarakat Aceh, dan Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota yang telah mendukung aktivitas bisnis Bank Aceh.
“Penghargaan ini patut kita syukuri. Penghargaan ini juga menjadi pendorong agar Bank Aceh menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan entitas bisnis yang mempercayakan bank ini sebagai mitra bisnis mereka,” kata Haizir dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Agustus 2022.
Sebagaimana diketahui, pada 2021, jumlah tabungan Bank Aceh naik hingga 14,75 persen atau menjadi Rp 10,55 triliun. Rasio dana murah atau current account saving account Bank Aceh tercatat sebesar 75,08 persen. Jumlah ini terbesar dari seluruh BPD yang ada di Sumatera.
Pada 2021, Bank Aceh mencatatkan total aset sebesar aset Rp 28,17 triliun atau tumbuh sebesar 11 persen (YoY), dana pihak ketiga tumbuh Rp 24,02 triliun atau sekitar 11,3 persen, pembiayaan tumbuh 7 persen menjadi Rp 16,35 triliun. Tahun itu, laba Bank Aceh mencapai Rp 392,13 miliar atau tumbuh 17,7 persen. Bank Aceh meraih skor 94,07 persen.

Haizir juga mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir Bank Aceh fokus memperkuat fondasi core banking, infrastruktur transaksi digital, dan penyempurnaan proses bisnis untuk mendukung perkembangan digital.
Bank Aceh, kata Haizir, berupaya memperluas ekosistem digital sebagai bentuk partisipasi dalam integrasi open banking. Hal ini merupakan wujud dari dukungan seluruh pihak terhadap Bank Aceh yang baru saja beralih dari sistem konvensional menjadi syariah.
Bank Aceh juga berkomitmen meningkatkan dukungan terhadap pengembangan usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM). Tahun ini, jumlah UMKM yang berada dalam binaan Bank Aceh mencapai 6.806 usaha.
“Kami tidak sekadar menyalurkan bantuan modal terhadap pengusaha UMKM. Bank Aceh juga membina dan melatih mereka untuk berkembang dan bersaing secara global,” kata Haizir.
Penganugerahan Infobank Award 27 Infobank Award turut dihadiri oleh tokoh praktisi perbankan, dan lembaga keuangan nasional.

Bank Aceh Raih Indonesia Sharia Finance Award


Pada Kamis (21/04/2022) Bank Aceh kembali menerima penghargaan sebagai Indonesia Best Sharia Finance 2022 With Outstanding Business Segmentation Development Through Various Banking Products and Service atau Pertumbuhan Bisnis Melalui Diversifikasi Produk dan Layanan.

Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi dari Warta Ekonomi kepada perusahaan di industri keuangan syariah yang turut serta dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi. Penghargaan secara simbolis diberikan oleh Founder dan President Commisioner Warta Ekonomi, Fadel Muhammad dan diterima oleh Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Said Zainal Arifin secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

Dalam penganugerahan penghargaan, tim peneliti warta ekonomi menggunakan desk research kombinasi metodologi kuantitatif dan kualitatif. Metodologi penelitian kuantitatif menganalisis kinerja beberapa rasio keuangan, sementara metode penelitian kualitatif dilakukan melalui proses media monitoring.

Bank Aceh Raih Top BUMD Award dan Indonesia Sharia Finance Award 2022


Kinerja Bank Aceh di tahun 2021 kembali mendapatkan apresaisi positif. Rabu (20/04/2022) lalu Bank Aceh kembali mendapatkan penghargaan bergengsi Top BUMD Award pada penghargaan Top BUMD Award Tahun 2022. Bank Aceh berhasil menyabet penghargaan di dua kategori yakni, Top Award BUMD kepada PT Bank Aceh Syariah, dan Best CEO BUMD kepada Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah juga turut memperoleh penghargaan sebagai Top Pembina BUMD Award 2022.
Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman melalui Direktur Dana dan Jasa, Amal Hasan yang hadir dalam pengenugerahaan di Jakarta mengatakan, penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi kepada Badan Usaha Milik Daerah yang memiliki catatan kinerja yang positif dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus tumbuh dan berkembang dalam memenuhi kebutuhan layanan dan transaksi nasabah, maupun harapan dari seluruh pemegang saham,” ujarnya.

Dikatakan, pencapaian yang diperoleh tak lepas dari dukungan oleh pemegang saham yang terdiri dari gubernur maupun kepala daerah dan bupati/walikota yang selama ini terus mendukung aktivitas bisnis Bank Aceh dalam mendorong perekonomian daerah.
Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., Ketua Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, dalam sambutannya menjelaskan kriteria penilaian yang digunakan Dewan Juri dalam TOP BUMD Awards 2022. Pertama, aspek pencapaian kinerja bisnisnya, baik dan berkelanjutan (achievement). Kemudian aspek yang kedua adalah, BUMD yang terus melakukan perbaikan (improvement). “Sedangkan yang ketiga, adalah aspek kontribusi dalam pembangunan daerah. Dan aspek yang keempat, adalah strategi maupun inovasi untuk mendukung bisnis dimasa Pandemi/Kenormalan Baru,” ujarnya.

Adapun, Top BUMD Award 2022 diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan beberapa lembaga, Asosiasi dan Konsultan Bisnis yang menseleksi lebih dari 1.200 BUMD di Indonesia.

Komitmen dan Konsisten Salurkan CSR di Provinsi Aceh, Bank Aceh Mendapatkan Penghargaan Padmamitra Award 2019

Bank Aceh sebagai satu satunya BUMD yang msuk dalamm penilaian kategori Pemerima Padmamitra 2019 Pemerintah Aceh pada Forum CSR Kemensos RI, penghargaan tersebut diterima oleh Muslim AR selaku Corporate Secretary mewakili Direksi dan manajeman PT Bank Aceh Syariah di Hotel Hermes, 07 Desember 2019.

Padmamitra Award merupajan penghargaan dan apresiasi tertinggi dari Pemerintah Aceh yang diberikan kepada 13 perusahaan di Aceh Dari 27 perusahaaan yg dinilai telah komitmen dan konsisiten melaksanakan program CSR di Aceh dalam rangka sinergiditas memperkuat peran kemitraan antara 3 unsur, Pemerintah, Perusahaan dan Masyarakat disekitar lingkungan Usaha dan Bisnis.

Padmamitra yang juga merupakan penghargaan tertinggi dari Kementrian Sosial RI diberikan kepada pelaku CSR dinilai atas dasar 7 Kategori Kepedulian, yaitu kategori kemiskinan, ketelantaran, disabilitas, kekerasan, kriminalitas/kofplik, tuna sosial dan kebencanaan serta kelaparan.

Alhamdulillah Bank Aceh terpilih sebagai salah satu peraih penghargaan tersebut. CSR merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yakni Bank Aceh kepada lingkungan sekitar.
Semoga kontribusi Bank Aceh dalam bentuk CSR semakin bermnafaat dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan di Aceh.

Kinerja Bank Aceh Tunjukkan Tren Positif

Memasuki tahun ke 3 pasca konversi menjadi bank umum syariah kinerja keuangan bank aceh terus menunjukkan trend pertumbuhan yang positif. Pencapaian kinerja keuangan secara umum sangat menggembirakan. Pada periode 31 Oktober 2019 Pencapaian total aset Bank Aceh telah menembus angka Rp. 25,7 Triliun dibandingan 31 Oktober 2018 sebesar Rp. 23,8 Triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dari Rp. 21 triliun pada Oktober 2018 menjadi Rp. 22,5 Triliun pada Oktober 2019 dan pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp. 13,7 Triliun dari Rp. 12,7 Triliun. Sementara itu pencapaian laba sebelum pajak sebesar Rp.451 milyar pada 31 Oktober 2019.

Atas hasil pencapaian kinerja tersebut Bank Aceh kembali mendapatkan apresiasi nasional yaitu penghargaan nasional tempo Financial Award 2019 Kategori Bank Umum Syariah dan berhak menyandang predikat sebagai The Best Financial Performance Bank Aceh di The Westin Hotel Jakarta (27/11). Haizir mengatakan assessment dan penilaian dilakukan secara kompherensif dan sistematis merujuk pada performance kinerja keuangan secara menyeluruh dan mendetail berdasarkan tiga kategori penilaian diantaranya kinerja keuangan (rasio CAR, NPF, ROA, ROE, NIM, BOPO dan LDR), kinerja pelaporan keuangan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dan kinerja aset <Rp.100 triliun kategori Bank Umum Syariah.

Penilaian dilakukan oleh Pusat Data dan Analisa Tempo serta tim juri yang sangat selektif menyeleksi performa kinerja keuangan. Alhamdulillah dari hasil penjurian performance Bank Aceh ditetapkan sebagai juara pertama untuk kategori Bank Umum Syariah The Best Financial Performance Bank atau bank yang memiiliki kinerja keuangan terbaik, disusul oleh Bank BTPN Syariah dan PT Bank Nusa Tenggara Barat Syariah.

Apresiasi nasional tersebut menjadi salah satu barometer bahwa Bank Aceh mampu membuktikan performa kinerja semakin baik. Kami mengucapkaan terima kasih kepada masyarakat dan nasabah yang telah mendukung dan bermitra dengan loyalitas yang tinggi kepada Bank Aceh.

Bank Aceh Raih Anugerah Syariah Republika

BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah kembali berhasil meraih penghargaan Anugerah Syariah Republika (ASR) 2019 Kategori Bank Umum Syariah Buku 2. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Sofyan Djalil kepada Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, di Hotel JW Mariot Jakarta, Selasa (19/11). Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, Rabu (20/11) menyampaikan penilaian dan penentuan pemenang untuk penghargaan ini berbasis data kuantitatif berupa catatan kinerja industri selama 2018 dan semester I tahun berjalan. Selain kuantitatif, penilaian juga berdasarkan indikator kualitatif seperti pelayanan dan pandangan publik atau konsumen. “Alhamdulillah Bank Aceh Syariah mampu menjaga pertumbuhan kinerja dengan baik dan terpilih sebagai salah satu bank yang memiliki kinerja terbaik setelah bertransformasi menjadi Bank Syariah sejak tahun 2016,” kata Haizir yang didampingi Pimpinan Divisi Perencanaan Strategis Bank Aceh Syariah, Amal Hasan.

Dikatakan Haizir, ini merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan bagi rakyat Aceh bahwa Bank kebanggaan daerah Aceh bisa mendapat apresiasi nasional dan mampu mempertahankan kinerja pasca konversi secara menyeluruh menjadi Bank Umum Syariah.

Ia menambahkan, tranformasi dan perubahan atsmosfer bisnis setelah tiga tahun konversi juga menjadi salah satu faktor pendukung Bank Aceh Syariah mendapatkan penghargaan tersebut. Sejak awal menjabat sebagai Direktur Utama pada 2018 lalu, Haizir menerapkan kepada karyawan-karyawati untuk menjalankan tiga transformasi sesuai prinsip syariah yang digalakkan oleh manajemen. Ketiga transformasi tersebut yaitu transformasi bisnis, budaya dan tampilan.

Menurutnya, hasil kolaborasi dalam menerapkan ketiga trasnformasi tersebut meningkatkan kinerja Bank Aceh, salah satunya pendapatan yang tentunya bisa menjadi kontribusi penggerak ekonomi bagi masyarakat Aceh. Ia berharap pencapaian ini juga akan terus menumbuhkembangkan semangat juang dan militansi bagi segenap jajaran Bank Aceh untuk terus memperkuat peran dan kiprah ekonomi syariah di Tanah Air.

“Kita sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk terus bersama dan mendukung Bank Aceh mengembangkan perekonomian syariah. Sehingga Bank Aceh Syariah terus tumbuh berkembang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah,” katanya. Selain itu, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman juga menjelaskan memasuki tahun ketiga pascakonversi ke bank umum syariah, kinerja keuangan Bank Aceh terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pencapaian kinerja keuangan secara umum pada Oktober 2019 sangat menggembirakan.

Pencapaian total aset Bank Aceh telah menembus angka Rp 25,7 triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 22,5 triliun, dan pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp 13,7 triliun. Sementara itu pencapaian laba sebelum pajak sebesar Rp 451 miliar.

 

Bank Aceh Syariah KPO Raih Penghargaan Walikota Banda Aceh

Walikota Banda Aceh memberikan penghargaan kepada Bank Aceh Syariah KPO dalam rangka memwujudkan Banda Aceh Gemilang dalam bingkai syariah.

Bank Aceh Syariah KPO turut mendukung kegiatan strategi “Kolaborasi pada kegiatan Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) 2019″, Banda Aceh, 23 Oktober 2019.

Mewujudkan kota yg layak huni berkelanjutan merupakan tanggung jawab kita bersama guna mencapai 100-0-100, merupakan program ketersediaan 100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen fasilitas sanitasi serta drainase di seluruh wilayah Indonesia.

#hababankaceh
#bankacehsyariah

Bank Aceh Syariah Raih “TOP BUMD 2019”

Tranformasi dan perubahan atsmosfir bisnis pasca 2 tahun konversi mengantarkan Bank Aceh Syariah mendapatkan penghargaan TOP BUMD AWARD 2019 dengan penilaian “Bank Syariah Berkinerja Terbaik 2019”.
Haizir Sulaiman/Dirut Bank Aceh Syariah
——–’——-

PT.Bank Aceh Syariah berhasil meraih penghargaan TOP BUMD AWARD 2019 dan mendapatkan predikat “Bank Syariah 2019” Kategori TOP BUMD Bidang Transformasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Penasehat Top Business Indonesia Bapak Dwinda P. Ruslan yang didampingi oleh CEO Majalah Business Indonesia Bapak M.Luthfi Handayani kepada Direktur Utama Bank Aceh yang diterima oleh Pemimpin Divisi Perencanaan Bank Aceh Syariah Amal Hasan di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Senin(29/04). Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman mengatakan penilaian dan penentuan pemenang untuk penghargaan ini ditetapkan melalui berbagai tahapan/seleksi yang ditentukan seperti pemaparan kinerja bisnis, layanan dan kontribusi terhadap perekonomian daerah yang dilakukan selama tahun 2018. Alhamdulillah Bank Aceh Syariah mampu melewati seluruh tahapan penjurian dan terpilih sebagai salah satu bank yang mampu menjalankan usahanya dengan mempertahankan kinerja yang baik setelah bertransformasi menjadi Bank Syariah sejak tahun 2016 dan mendapat TOP BUMD 2019.

Haizir menambahkan penghargaan ini merupakan satu-satunya kegiatan corporate rating/penilaian kinerja BUMD yang terbesar dan paling komprehensif di Indonesia dan Bank Aceh Syariah berhasil lolos seleksi diantara 1.149 BUMD di Indonesia. Ini sebuah prestasi dan kebanggaan bagi rakyat Aceh bahwa Bank kebanggan daerah Aceh bisa mendapat apresiasi nasional secara kontinu dan mampu mempertahankan kinerja pasca  konversi secara menyeluruh menjadi Bank Umum Syariah. Dan hari ini BUMD milik Pemerintah Aceh kembali mendapatkan penghargaan berskala nasional.

Tranformasi dan perubahan atsmosfir bisnis pasca 2 tahun konversi mengantarkan Bank Aceh Syariah mendapatkan penghargaan TOP BUMD AWARD 2019 dengan penilaian “Bank Syariah Berkinerja Terbaik 2019”.
Dikatakan Haizir pencapaian ini diharapkan juga akan terus menumbuhkembangkan semangat juang dan militansi bagi segenap jajaran Bank Aceh untuk terus memperkuat peran dan kiprah ekonomi syariah di Tanah Air sesuai visi Bank Aceh Syariah Menjadi Bank Syariah Terdepan dan Terpercaya dalam Pelayanan di Indonesia.

Kita sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk terus bersama dan mendukung Bank Aceh mengembangkan perekonomian syariah. Sehingga Bank Aceh Syariah  terus tumbuh  berkembang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah serta dapat menjadikan Bank Aceh Syariah sebagai solusi perbankan syariah bagi seluruh masyarakat.
Haizir juga menjelaskan memasuki tahun ke 3 pasca konversi menjadi  bank umum syariah kinerja keuangan Bank Aceh terus menunjukkan trend  pertumbuhan yang positif.  Pencapaian kinerja keuangan secara umum  pada Desember 2018 sangat menggembirakan.

Pencapaian total aset Bank Aceh telah menembus angka Rp. 23 Triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp. 18,4 Triliun dan pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp. 13,2 Triliun. Sementara itu pencapaian laba sebelum pajak melampaui setengah trilyun lebih atau sebesar Rp.540 milyar.

Haizir Sulaiman yang baru  6 bulan menjadi nakhoda Bank Aceh menggantikan Almarhum Busra Abdullah memastikan bahwa kedepan Bank Aceh akan terus mengoptimalkan peran intermediasinya dalam membangun ekonomi daerah dan mendorong penibgkatan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. Transformasi dan penguatan visi misi bank dalam menjalankan operasional sesuai kaedah dan prinsip-prinsip syariah akan terus dilakukan secara terstruktur, komperehensif dan berkelanjutan sesuai harapan dan cita-cita kita semua.