Tabungan Firdaus iB

Selengkapnya »

Kini Nasabah Bank Aceh Syariah dapat melakukan transfer & tarik tunai di puluhan ribu mesin ATM termasuk BCA

Selengkapnya »

Inklusi Keuangan untuk semua

Selengkapnya »

Produk RAHN PT Bank Aceh Syariah

Solusi Tepat Dana Cepat Sesuai Syariah Selengkapnya »

 

Jamaah Ustaz Somad Sesaki Blangpadang

BANDA ACEH – - Penceramah kondang Tanah Air, Ustaz Abdul Somad Lc MA, mengisi acara silaturrahmi bersama keluarga besar PT Bank Aceh Syariah di stadion Lhongraya 18 Agustus 2018 sore hari dan pada malam hari dilanjutkan dengan tadi malam, mengisi tablig akbar dalam rangka HUT ke-45 Bank Aceh di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. Jamaah dalam jumlah banyak menyesaki lapangan untuk mengikuti tausiah ustaz asal Riau tersebut hingga selesai.

Tablig itu makin meriah dengan hadirnya dai cerdas keturunan Tionghoa-Indonesia, Ustaz Felix Siauw. Dia menyampaikan tausiah sekitar 20 menit sebelum Ustaz Somad. Jamaah yang hadir telihat sangat antusias mengikuti tausiah Ustaz Abdul Somad.

Tablig itu makin meriah dengan hadirnya dai cerdas keturunan Tionghoa-Indonesia, Ustaz Felix Siauw. Dia menyampaikan tausiah sekitar 20 menit sebelum Ustaz Somad. Jamaah yang hadir telihat sangat antusias mengikuti tausiah Ustaz Abdul Somad.

Mereka tak beranjak dari tempat duduknya meski Blangpadang sempat diguyur hujan saat acara hendak dimulai. Sejumlah jamaah menutup kepalanya agar tidak basah demi bisa menyaksikan Ustaz Somad berceramah. Hujan dan angin turun tiba-tiba, saat Ustaz Somad dan Ustaz Felix Siauw baru tiba di lokasi dan naik ke pentas.

Tablig akbar itu bertema ‘Membangun Ekonomi Syariah Menuju Kejayaan.’ Tema tersebut diangkat dalam rangka HUT ke-45 Bank Aceh yang kini sudah dikonversi menjadi Bank Aceh Syariah.

Ustaz Abdul Somad yang memiliki tak kurang 4 juta pengikut di Instagram itu mengulas secara ringkas tentang ekonomi syariah dalam waktu dua jam lebih. Seperti biasa, ceramah Ustaz Somad tetap dibumbui berbagai hal yang setiap saat memantik tawa jamaah.

Dalam tausiahya, Ustaz Somad mengatakan, Aceh selalu menjadi pelopor dalam berbagai hal, termasuk jika mengacu dalam sejarah. Raja di Nusantara yang pertama kali mengubah sistem menjadi kerajaan yang Islam adalah Malikul Saleh.

Sekarang, lanjutnya, Aceh kembali menjadi pelopor dalam nilai-nilai keislaman, yakni mengubah bank konvensional menjadi bank syariah.

“Aceh selalu terdepan, dan Aceh menjadi pelopor. Termasuk yang mengubah dari konflik menjadi damai, itu juga Aceh,” kata Abdul Somad disambut pekikan takbir jamaah.

Abdul Somad juga mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia terlalu resah dengan isu-isu makanan tak halal, seperti makanan yang dibuat dari bahan-bahan yang tidak jelas. Tapi, katanya, masyarakat tak lagi risau dengan isu riba. Padahal, kata Ustaz Somad, itu adalah hal penting yang harus diperhatikan masyarakat di zaman serba modern.

“Orang tak takut lagi makan syubhat, makan sesuatu yang riba, padahal inilah yang harus kita perhatikan sama-sama. Siapa yang bisa menyelamatkan dari riba? Tidak lain adalah kembali ke Bank Syariah, islamic bank,” katanya.

Karena itu, ia menyarankan, semua masyarakat Aceh untuk menjadikan Bank Aceh Syariah sebagai mitra dalam simpan pinjam. “Bangkitkan ekonomi syariah, bangkitkan, selamatkan kita dari riba, hindari riba. Alihkan semuanya ke bank syariah,” seru Ustaz Somad.

Masyarakat Aceh yang kini bank daerahnya sudah dikonversi ke syariah, menurut Ustaz Somad, tidak perlu ragu. Ini salah satu jalan yang diambil pemerintah untuk menghindari riba dengan sistemnya yang syariah.

Ditambahkan, masyarakat Aceh juga patut berbangga karena apa yang dilakukan Pemerintah Aceh menjadi contoh bagi bank-bank daerah lain di Indonesia. “Alhamdulillah sudah diikuti oleh NTB, tak lama lagi oleh Bank Nagari Sumbar, tak lama lagi bank Riau, insya Allah. Yang jelas, siapaun yang melakukan ini maka janjinya adalah syurga Allah,” kata Ustaz Somad.

Penceramah kelahiran Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini juga mengatakan, untuk mengubah sebuah regulasi seperti halnya bank syariah di Aceh dibutuhkan peran penting pemimpin, terutama gubernur dan wakil gubernur. Karenanya, apa yang sudah dilakukan pemimpin di Aceh seyogiayanya adalah menjalankan sesuatu yang diserukan dalam Islam.

“Amal seorang gubernur dan wakil gubernur itu bukan shalat tahajud, bukan shalat sunat, bukan baca yasin. Tapi amal seorang gubernur itu berani mengubah sistem bank konvensional menjadi sistem syariah, insya Allah pahalanya akan mengalir terus,” jelasnya.

Dalam tausiahnya, Ustaz Somad menyimpulkan tiga hal. Pertama soal politik, dia menyerukan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk memilih pemimpin yang jujur dan adil. Kedua, masalah pendidikan, Ustaz Somad meminta masyarakat agar memasukkan anak-anaknya ke lembaga pendidikan Islam.

“Dan terakhir adalah ekonomi, ini kuncinya adalah bank syariah. Kita bangkitkan ekonomi syariah melalui bank syariah, kita hindari riba untuk menuju syurganya Allah,” pungkas Ustaz Abdul Somad.

Sebelumnya, Plt Dirut Bank Aceh, Haizir Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, pada 6 Agustus 2018 Bank Aceh genap berusia 45 tahun. “Usia itu terdiri atas setahun sebelas bulan Bank Aceh syariah dan 43 tahun konvensional. Langkah konversi yang kita lakukan sudah diikuti oleh bank daerah lain di Indonesia,” kata Haizir.

Ia juga meminta masyarakat Aceh untuk terus menjadi mitra Bank Aceh Syariah. “Banyak hal yang sudah kita lalui, konflik, tsunami, hingga terbakarnya kantor utama. Tapi, kita tetap bersama Bank Aceh Syariah. Jika masih ada kekurangan, kita sempurnakan, kita tegak bersama Bank Aceh Syariah,” kata Haizir.

Tablig akbar itu dihadiri Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan, Dr H Rachmat Fitri HD MPA, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, kepala dinas, dan TNI/Polri.