Tabungan Firdaus iB

Selengkapnya »

Kini Nasabah Bank Aceh Syariah dapat melakukan transfer & tarik tunai di puluhan ribu mesin ATM termasuk BCA

Selengkapnya »

Inklusi Keuangan untuk semua

Selengkapnya »

Produk RAHN PT Bank Aceh Syariah

Solusi Tepat Dana Cepat Sesuai Syariah Selengkapnya »

HUT PT Bank Aceh Syariah ke-46

Berubah Bersama Selengkapnya »

 

Bank Aceh Raih Lima Penghargaan “KARIM AWARD 2018″

BANDA ACEH - Bank Aceh Syariah kembali mendapat apresiasi nasional atas kinerja keuangan 2017, yakni meraih lima penghargaan sekaligus pada even penghargaan Bank Umum Syariah Nasional “Karim Award 2018” . Acara ini di Gedung Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu 18 Maret 2018.

Corporate Secretary Bank Aceh, Amal Hasan menyebutkan kelima penghargaan itu adalah 1st Rank The Best in Funding Growth –BUS Asset >Rp 20 T, 1st Rank The Best in Financing risk Management -BUS Asset >Rp 20 T, 1st Rank The Best in Efficiency – BUS Asset >Rp 20 T, 1st Rank The Best in Profitability – BUS Asset > Rp 20 T, dan The Magnificent Bank.

Amal mengatakan kelima penghargaan itu diserahkan Finder Karim Consulting Indonesia, DR Adiwarman Karim yang ia terima mewakili Pelaksana tugas Direktur Utama (Plt Dirut) Bank Aceh, Rusydi M Adam. “Penetapan pemenang ini dilakukan berdasarkan penilaian laporan keuangan bank yang dipublikasi periode 31 Desember 2016 dan Desember 2017,” kata Amal.

Ia menyebutkan kinerja keuangan Bank Aceh pada 2016 dan 2017 menunjukkan trend positif, yaitu dana pihak ketiga Bank Aceh naik dari Rp 18,76 T pada 2016 menjadi Rp 22,07 T pada 2017, sehingga bank ini meraih peringkat satu pertumbuhan pendanaan. Selain itu, pada 2017 juga berhasil menurunkan angka Non Performing Financing (NPF) atau kredit bermasalah, netto menjadi 0.04 persen yang tahun sebelumnya (2016) 0.07 persen.

“Bank Aceh juga mendapatkan peringkat pertama terbaik untuk menjaga efisiensi operasi bank di angka 83,05 pada tahun 2016 berhasil diturunkan menjadi 77,99. Kemampuan Bank Aceh untuk meraih laba juga meningkat dari tahun 2016 ke 2017, yaitu 2,48 menjadi 2,50,” sebut Amal.

Khusus penghargaan kategori The Magnificent Bank, kata Amal itu merupakan penghargaan kepada bank yang selama 2017 telah melakukan extraordinay effort dalam industri Perbankan Syariah. Penghargaan tersebut hanya diperoleh tiga bank dengan kriteria sangat ketat. Salah satunya Bank Aceh yang merupakan salah satu Bank Umum Syariah.

“Alhamdulillah, tahun 2018 kami diberi apresiasi di tingkat nasional nasional untuk berhak mendapatkan lima penghargaan ‘Karim Award 2018’ dan memperoleh peringkat 1 untuk setiap kategori dengan total aset >20 T. Ini merupakan apresiasi yang patut disyukuri dan terus ditingkatkan oleh Bank Aceh,” ujar Amal.

Corporate Secretary Bank Aceh, Amal Hasan mengatakan kelima penghargaan tersebut juga merupakan salah satu bukti konsistensi Bank Aceh sebagai bank daerah yang semakin diperhitungkan pada level Bank Umum Syariah nasional, setelah bank ini melakukan konversi sepenuhnya dari sistem konvensional ke syariah yang sudah setahun lebih.

“Konversi yang dilakukan Bank Aceh merupakan keputusan yang tepat untuk meningkatkan ekonomi daerah berbasis kerakyatan berkonsep ekonomi Islam. Kami berharap semoga bank lain dapat mengikuti jejak Bank Aceh dalam rangka memajukan sistem perekonomian syariah di Indonesia,” harap Amal.

Amal menambahkan dengan konversi itu, Bank Aceh terus menunjukan trend positif tidak hanya dari segi kinerja keuangan, tetapi juga dari sisi eksistensinya yang tentu turut didukung nasabah setia serta masyarakat Aceh. “Untuk periode Desember 2017 total aset mencapai Rp 22, 7 triliun dengan profitabilitas laba Rp 532 miliar. Sedangkan total pembiayaan mencapai Rp 12,84 triliun dan total DPK mencapai 18,50 triliun,” sebutnya.