Tabungan Firdaus iB

Selengkapnya »

Kini Nasabah Bank Aceh Syariah dapat melakukan transfer & tarik tunai di puluhan ribu mesin ATM termasuk BCA

Selengkapnya »

Inklusi Keuangan untuk semua

Selengkapnya »

Produk RAHN PT Bank Aceh Syariah

Solusi Tepat Dana Cepat Sesuai Syariah Selengkapnya »

 

Category Archives: Berita Seputar Bank Aceh

PT Bank Aceh Syariah Buka Kantor Kas di Kecamatan Bintang

TAKENGON – PT Bank Aceh Syariah, resmi membuka operasional Kantor Kas di Kecamatan Bintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Dioperasikannya kantor kas tersebut, ditandai dengan proses pemotongan pita oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, H.Harun Manzola, SE, MM didampingi Kepala Cabang PT. Bank Aceh Syariah, Cabang Takengon, Jamaluddin, Selasa (8/ 1/2019).

Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Takengon, Jamaluddin menyebutkan, dengan peresmian kantor kas di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, sehingga PT Bank Aceh Syariah, telah memiliki empat kantor kas diKabupaten Aceh Tengah. “Sebelumnya Bank Aceh, sudah memiliki kantor kas di Kecamatan Celala, Kecamatan Ketol dan PasarPaya Ilang, sehingga dengan adanya peresmian Kantor Kas Bintang, jumlah kantor kas menjadi empat unit,” kata Jamaluddin.

Menurut Kepala Cabang ini, dibukanya kantor kas di Bintang, sehingga dapat membantu perekonomian serta memudahkan transaksi warga di Kecamatan Bintang dan sekitarnya. “Jadi, warga tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan transaksi keuangan ke Kota Takengon. Karena sudah ada kantor Kas di Kecamatan Bintang, sehingga petugas kami bisa langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, di Kabupaten Aceh Tengah, PT Bank Aceh Syariah, telah memiliki sembilan jaringan kantor. Satu Kantor Cabang, Lima Kantor Cabang Pembantu (Capem) dan empat Kantor Kas. dan juga sudah memiliki satu unit mobil kas keliling yang akan melayani nasabah di pasar-pasar serta pusatpusat keramaian ujarnya. Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Aceh Tengah, H. Harun Manzola, SE MM, mengungkapkan, kawasan Kecamatan Bintang, merupakan daerah pertanian dan perkebunan sehingga transaksi lebih banyak dilakukan di Kota Takengon. Tapi, dengan adanya Kas Bank Aceh Syariah bisa langsung melakukan transaksi keuangan di kecamatan Bintang.

Disamping itu, dengan diresmikannya Operasional Kantor Kas Bank Aceh Syariah, juga bisa membantumasyarakat mengembangkan usahanya. “Bukan hanya menghimpun dana, tetapi menyalurkan dana kepada pengusaha dan masyarakatyang ingin mengembangkan usahanya,” sebut Harun Manzola. Pada kesempatan tersebut PT. Bank Aceh Syariah Cabang Takengon juga menyantuni anak yatim yang ada sekitar Kantor Kas Bintang berupa bea siswa dalam bentuk tabungan yang diserahkan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan,didampingi Pimpinan Cabang dan Wakil Pimpinan Bank Aceh SyariahTakengonbesertaunsur Muspika Kecamatan Bintang.

85 Ribu ATM Berlogo GPN Diterbitkan Oleh Bank Aceh Syariah Hingga Desember 2018

BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah sudah menerbitkan 85.835 kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang didistribusikan kepada nasabah hingga Desember 2018.

“Sejak dilaunching Oktober lalu di Banda Aceh, kita sudah realisasikan kartu ATM yang reguler dengan kartu ATM berlogo GPN dengan capaian hampir 30 persen dari yang diwajibkan oleh BI per Desember 2018,” kata Corporate Secretary PT Bank Aceh Syariah, Amal Hasan kepada Serambi, Selasa (8/1).

Dikatakan, secara bertahap pada tahun ini pihaknya menargetkan sekitar 295 ribu kartu ATM akan diganti berlogo GPN. Pihaknya melalui kantor cabang yang ada di seluruh Aceh terus melakukan sosialisasi terkait GPN ini, agar terget tersebut dapat tercapai.

“Kita beritahukan kepada masyarakat tentang penukaran kartu ATM dengan kartu berlogo GPN. Sosialisasi yang kita lakukan berupa pengumuman-pengumuman, serta media informasi lainnya yang disampaikan ke masyarakat,” ujar Amal.

Dia menambahkan, sejauh ini respon nasabah Bank Aceh Syariah cukup antusias untuk menukarkan ATM ke kartu berlogo GPN. Amal Hasan mengaku respon yang diterima pihaknya dari segi pemanfaatan kartu hingga saat ini tidak ada masalah. Namun, ada beberapa nasabah yang belum menerima informasi ini secara utuh karena kondisi wilayah yang jauh.

“Dalam hal ini kita sudah minta teman-teman di kantor cabang, baik itu kantor kas maupun mobil kas untuk selalu menyosialisasikan agar nasabah segera melakukan penggantian ke kartu berlogo GPN,” kata Amal Hasan.

Bagi nasabah yang belum menukarkan ATM-nya ke kartu berlogo GPN, maka dapat datang langsung ke seluruh kantor cabang Bank Aceh Syariah yang ada di Aceh. Nasabah hanya diminta untuk mengisi formulir yang sudah disediakan, dan menandatanganinya, serta juga membawa buku tabungan.

“Tidak ada yang sulit, kita permudah. Termasuk kita juga menggunakan sistem jemput bola dengan menginformasikan melalui bendaharawan bagi PNS, dan masyarakat di pedesaan kita minta mobil-mobil kas untuk mengunjungi wilayah tersebut,” demikian Amal Hasan.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan beberapa manfaat dengan diberlakukannya GPN, yaitu efisiensi sistem pembayaran yang dapat dicapai melalui sharing infrastruktur, dan perluasan akses sistem pembayaran melalui peningkatan interkoneksi dan interoperabilitas.

Di samping itu juga peningkatan keamanan dengan penggunaan standar teknologi berstandar internasional akan meningkatkan perlindungan konsumen. Selain itu, keamanan nasional melalui kemandirian sistem pembayaran nasional dengan pemrosesan secara domestik, dan penyediaan data serta informasi transaksi sistem pembayaran ritel nasional yang komprehensif.

Ia menjelaskan, GPN adalah sistem yang menghubungkan berbagai pembayaran elektronik atau transaksi nontunai pada semua intrumen bank dalam satu sistem pembayaran.

“Sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari mesin EDC dari bank yang sama dengan kartu yang dimiliki, karena semua kartu yang diterbitkan oleh penerbit domestik dapat terhubung dengan satu mesin EDC,” sebutnya

PENGUMUMAN HASIL EVALUASI

CALON KARYAWAN BANK ACEH IKUT PROGRAM BELA NEGARA

Sekitar lebih kurang 200 (dua Ratus) calon karyawan baru PT Bank Aceh Syariah diwajibkan mengikuti pelatihan program bela negara  yg dipusatkan di diklat Rindam Mata Ie Aceh Besar. Program ini merupakan rangkaian pelatihan yang wajib diikuti oleh seluruh calon karyawan Bank Aceh yang telah dinyatakan telah lulus seluruh tahapan seleksi penerimaan calon karyawan.
Direktur Operasional Bank Aceh Rusydi M. Adam melalui Corporate Secretary  Amal Hasan mengatakan bahwa pendidikan program bela negara ini yg diselenggarakan berkerja sama dengan Komando Daerah Militer (KODAM) Iskandar Muda akan berlangsung selamat 10 hari penuh dan seluruh calon karyawan wajib menjalani program karantina selama pelatihan.
Amal Hasan menyebutkan pelatihan dan pembekalan program bela negara ini bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme serta membentuk karakter karyawan Bank Aceh Syariah yang memiliki integritas dan kedisiplinan tinggi serta mampu beradaptasi dalam timwork yang solid.
“program yang diselenggarakan selama 10 hari ini diharapkan juga mampu membentuk kepribadian karyawan/ti Bank Aceh Syariah yang tangguh dalam bekerja dan menghadapi persaingan di dunia bisnis perbankan serta memiliki semangat juang tinggi, pantang menyerah dalam menghadapi tantangan-tantangan di dunia kerja,” ujar Amal Hasan melalui rilis yg disampaikan kepada redaksi selasa 11 okt 2018.Setelah mengikuti program bela negara, seluruh calon karyawan/ti PT Bank Aceh Syariah juga diwajibkan mengikuti program pendidikan tekhnis formal yang merupakan tahapan  pembekalan pendidikan dan praktek  mengenai perbankan syariah sebelum ditugaskan di seluruh unit kerja PT Bank Aceh Syariah.
Kita harapkan setelah mengikuti pelatihan program bela negara dan program pendidikan pembekalan tekhnis serta administrasi perbankan seluruh calon karyawan ini akan siap menjadi tenaga profesional dan handal serta mampu mengemban tugas secara amanah dan bertanggung jawab.

Pengumuman Diklat Bela Negara Calon Karyawan/ti PT Bank Aceh Syariah

Bank Aceh Donasi Rp.200 Juta Untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bapak Haizir Sulaiman didampingi Direktur Kepatuhan Bapak Zikri A Gani dan Kalak BPBA HT Ahmad Dadek, Minggu , 11 November 2018 di Pendopo Wagub Aceh menyerahkan bantuan Rp 200 juta kepada Plt Gubernur Aceh Bapak Nova Iriansyah untuk diteruskan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Bank Aceh Perkenalkan Produk PKR Sejahtera

Bank Aceh Syariah memperkenalkan dan mensosialisasikan produk Pembiayaan Kepemilikan Rumah (PKR) Sejahtera di Lapangan Blangpadang Banda Aceh, Minggu, 11 November 2018. Program hasil kerja sama dengan Kementrian PUPR RI itu bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memiliki rumah huni sejahtera. “Diharapkan, produk PKR Sejahtera ini nantinha dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan maksimal Rp. 4 juta perbulan dalam memiliki rumah,” kata Direktur Operasional Bank Aceh Syariah, Rusydi M. Adam.

Dengan mengikuti program itu, urainya, masyarakat penghasilam rendah dapat menyicil harga rumah mulai Rp.800 ribu/bulan, dengan jangka waktu hingga 20 tahun. Produk ini tidak hanya diperuntukkan bagi PNS saja, namun juga dapat dinikmati oleh karyawan swasta dan wirausaha. “Istimewanya lagi, produk dan akad untuk pembiayaan ini dapat dilakukan di seluruh Cabang Bank Aceh Syariah sehingga calon nasabah yang berada di luar Banda Aceh, misalnya apabila ingin memiliki rumah di Banda Aceh atau Aceh Besar, maka akad pembiayannya dapat dilakukan di Kantor Cabang Bank Aceh Syariah di area nasabah berdomisili,” ujarnya.

Selain Direktur Operasional Bank Aceh Syarih, Rusydi M. Adam, dan Pemimpin Cabang Banda Aceh Imamil Fadhli serta pemimpin KPO Fadhil Ilyas, acara tersebut juga hadir beberapa developer/pengembang rumah bersubsidi yang menjadi mitra Bank Aceh Syariah dalam program PKR Sejahtera.

BANK ACEH RAIH THE MOST STABLE SYARIAH BANK AWARD 2018

Ini menjadi momentum untuk percepatan transformasi bisnis bank aceh mendukung pertumbuhan sektor usaha produktif dalam 5 tahun kedepan.
Haizir Sulaiman/Dirut bank Aceh ——–’——-

PT.Bank Aceh Syariah berhasil meraih penghargaan Anugerah Syariah Republika 2018 dan mendapatkan predikat “THE MOST STABLE  SYARIA BANK″ atas kinerja keuangan sepanjang tahun 2017 untuk kelompok Bank yang memiliki aset 10 s/d 30 triliun (BUKU – II).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin kepada Direktur Utama Bank Aceh yg diterima oleh Corporate Secretary Bank Aceh Syariah Amal Hasan di Mutiara Ballroom JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis(8/11). turut hadir pada acara penyerahan Anugerah Syariah Republika 2018 antara lain Ketua Dewan Syariah Nasional KH Makruf Amin yg juga menjadi keynote spech tentang peran ekonomi syariah dalam memperkuat ekonomi nasional. Sementara dari jajaran pemerintah juga hadir beberapa menteri dan pejabat negara antara lain Menteri Agama RI Menteri Dalam Negeri Menteri PAN-RB Menteri Pariwisata Menteri PPDT Menteri BPN Agraria Menteri BAPPENAS dan berbagai tokoh ekonomi syariah nasional serta para perwakilan industri keuangan Syariah.

Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman melalui Corporate Secretary Amal Hasan mengatakan penilaian dan penentuan pemenang untuk penghargaan ini dilakukan berbasiskan data kuantitatif berupa catatan kinerja industri selama 2017 dengan menggunakan acuan laporan kinerja keuangan tahun 2017 serta survey data kualitatif dengan berbasis kinerja layanan dan kemampuan pengembangan bank serta pengaruh/ dampak yang diberikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah secara nasional.

Alhamdulillah Bank Aceh Syariah terpilih sebagai salah satu bank yang memiliki kinerja keuangan yang sangat baik dan stabil sepanjang tahun 2017 dan mendapat penghargaan Anugerah Syariah Republika 2018.
Haizir Sulaiman mengatakan dengan dukungan semua pihak kita yakin penghargaan ini akan menjadi momentum untuk percepatan transformasi bisnis bank aceh mendukung pertumbuhan sektor usaha produktif dalam 5 tahun kedepan.
Amal Hasan menambahkan penghargaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi nasional kepada Bank Aceh Syariah yang merupakan Bank daerah milih Pemerintah Aceh. Terlebih lagi ekonomi syariah kini menjadi bagian penting yang tak bisa dilepaskan dalam menopang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi secara menyeluruh. Sistem ekonomi syariah kini menjadi salah satu pilar utama kekuatan  ekonomi nasional.
Ini menjadi motivasi dan sinyal positif sebagai pemicu bagi bank aceh untuk senantiasa terus berperan membangun ekonomi syariah yang berbasis kerakyatan  demi terwujudnya kejayaan dan kesejahteraan bagi rakyat Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.

Dikatakan Amal Hasan pencapaian ini menumbuhkan semangat juang yang lebih kuat bagi segenap jajaran bank aceh untuk terus memperkuat peran dan kiprah ekonomi syariah di Tanah Air. Kita sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk terus bersama dan mendukung Bank Aceh mengembangkan perekonomian syariah. Sehingga Bank Aceh Syariah terus tumbuh berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi daerah serta dapat menjadikan Bank Aceh Syariah sebagai solusi perbankan syariah bagi seluruh masyarakat.

Sampai dengan triwulan ketiga 2018 kinerja keuangan bank aceh terus menunjukkan trend pertumbuhan yang pisitif.  Secara umum kinerja keuangan pada Oktober 2018 sangat menggembirakan sebagaimana yang diharapkan bersama. Untuk periode Oktober 2018 total aset Bank Aceh mencapai Rp. 23,8 Triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp. 20,8 Triliun dan pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai sebesar Rp. 12,7 Triliun.

UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama Penyelenggaraan Transaksi Non Tunai dengan Bank Aceh Syariah

BANDA ACEH,– Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh jalin kerja sama dengan PT Bank Aceh Syariah tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Non Tunai Pengelolaan Keuangan melalui Cash Management System (CMS). Penandatangan naskah kerja sama penyelenggaraan transaksi non tunai ini ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman sebagai pihak pertama dengan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Warul Walidin AK sebagai pihak kedua, bertempat di Ruang Sidang Rektor Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry, Selasa 6 November 2018.

Dalam perjanjian kerja sama para pihak tersebut antara lain dalam ruang lingkup penyelenggaraan transaksi non tunai melalui CMS baik pembayaran maupun penerimaan di lingkungan UIN Ar-Raniry, guna mendukung Gerakan Nasional Non Tunai.

Perjanjian kerja sama penyelenggaraan transaksi non tunai tersebut juga sebagai landasan bagi Bank Aceh Syariah dan UIN Ar-Raniry dalam pengimplementasian sistem pengelolaan keuangan secara non tunai melalui CMS tersebut, dengan menggunakan sistem teknologi informasi yang terintegrasi dalam upaya meningkatkan pengelolaan keuangan yang tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab.

Hal-hal lain secara rinci juga tertuang dalam naskah kerja sama tersebut, antara lain terkait dengan hak dan kewajiban ke dua belah pihak, mekanisme pelaksanaan kerja sama serta hal lain yang menjadi dan dianggap penting dalam kerja sama itu.

Disebutkan, kerja sama antara UIN Ar-Raniry-Bank Aceh Syariah dilakukan dalam jangka waktu tiga tahun dan akan diperpanjang kembali sesuai dengan kesepakatan para pihak.

WALIKOTA BANDA ACEH TERIMA DONASI UNTUK PALU

Banda Aceh- Walikota Banda Aceh Aminullah Usman menerima bantuan dari Bank Aceh Syariah untuk korban gempa dan Tsunami Palu, Sigi dan Donggala. Penyerahan bantuan yang bersumber dari dana CSR Bank Aceh Syariah itu berlangusng di Balai Kota Banda Aceh, Rabu, 31 Oktober 2018.

Wakil Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Banda Aceh, Samsul Bahri mengungkapkan rasa berduka atas musibah gempa dan tsunami yang terjadi di sejumlah kota di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. “Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah. Kami dari Bank Aceh ingin membantu dan dana ini kami serahkan melalui pak Walikota, karena kami tahu Pemko juga sedang menggalang dana bantuan,” kata Samsul Bahri.

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Aceh atas bantuan yang diberikan. “Saat ini pemko telah mengumpulkan bantuan baik dalam bentuk uang maupun pakaian dari masyarakat kota. Rencananya seluruh bantuan segera kami serahkan ke Palu, dimana saat ini sudah terkumpul Rp.500 juta lebih,” kata Aminullah didampingi Kabag Keistimewaan dan Isra Setdakota, Arie Maula Kafka.

Bagi siapa saja yang ingin mendonasi dapat menyalurkan melalui rekening yang dibuka pemko di Bank Aceh Syariah, dengan nomor 500.01.99.650001-8 atas nama Tim Penggalangan Dana Bantuan Kemanusiaan Banda Aceh atau bisa menyerahkan langsung ke Bagian Keistimewaan dan Isra Setda Kota Banda Aceh