PT BANK ACEH SYARIAH PEDULI PENDIDIKAN

Pembiayaan untuk seluruh jenjang pendidikan dengan ujrah flat dan sangat murah 5,49% untuk 1 tahun dan 5,65% untuk 2 tahun. \"Lebih Berkah Dengan Syariah\". Selengkapnya »

HUT BANK ACEH

Tumbuh berkembang bersama mensejahterakan ekonomi rakyat Selengkapnya »

Tabungan Firdaus iB

Selengkapnya »

Kini Nasabah Bank Aceh Syariah dapat melakukan transfer & tarik tunai di puluhan ribu mesin ATM termasuk BCA

Selengkapnya »

Qardh Beragun Emas iB

Selengkapnya »

 

Category Archives: Berita Seputar Bank Aceh

Peserta Gowes Akbar HUT ke-44 Bank Aceh Sesaki Blangpadang

BANDA ACEH – Ribuan peserta gowes akbar Bank Aceh menyesaki Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Minggu (20/8) pagi. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kayuh sepeda bersama yang digelar Bank Aceh bekerja sama dengan Harian Serambi Indonesia, dalam rangka HUT ke-44 bank tersebut.

Peserta gowes akbar berkumpul di Blangpadang sejak pukul 07.00 WIB. Mereka merapat ke tribun lapangan, sebagai lokasi acara dan titik start/finish. Ribuan peserta kemudian dilepas oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah didampingi Dirut PT Bank Aceh Syariah Busra Abdullah, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, dan Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia Mohd Din.

Nova Iriansyah, Aminullah Usman, dan Busra Abdullah kemudian ikut mengayuh sepeda setelah mengibarkan bendera start. Ketiga pejabat itu bersama masyarakat mengitari rute fun bike lebih kurang sepanjang 12 kilometer.

Seusai dilepas, peserta langsung menyesaki ruas-ruas jalan. Mereka menempuh jarak yang lumayan jauh, mulai dari Blangpadang, Simpang Jam, Jalan Teuku Umar, Simpang Dodik, dan belok ke Jalan Soekarno-Hatta. Selanjutnya peserta menempuh jalan Keutapang-Lampeunerut hingga belok ke Jalan Dr Ir T Moh Hasan (terminal bus Batoh), lalu ke Simpang Surabaya, belok ke Jalan Tgk Chik Ditiro, Simpang Kodim, dan kembali ke Blangpadang.

Setiba kembali di Blangpadang, peserta gowes langsung dihibur dengan penampilan tari kreasi ratoh jaroe dari Sanggar Seni Seulaweuet dilanjutkan dengan persembahan lagu dari penyanyi profesional.

Wagub Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya mengatakan, keberadaan Bank Aceh–dalam membangun ekonomi daerah–harus mampu berperan sebagai lokomotif yang dapat menggerakkan seluruh rangkaian kegiatan ekonomi daerah dan masyarakat. “Saya berharap, Bank Aceh mampu menjalankan peran intermediasi secara optimal sebagai mitra bagi pemerintah serta mitra bagi dunia usaha dan masyarakat,” kata Nova.

Nova juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan usaha dan pencapaian kinerja Bank Aceh yang semakin membaik dan terus berkembang. Terlebih lagi, saat ini Bank Aceh sudah menjadi bank umum syariah. “Kita yakin Bank Aceh akan menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan daerah. Semua kita wajib mendukung Bank Aceh dalam menjalankan kegiatannya secara syariah,” sebut Nova.

Dirut Bank Aceh, Busra Abdullah melaporkan, kegiatan gowes akbar Bank Aceh ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada masyarakat, terutama para nasabah dan mitra kerja yang selama ini mendukung Bank Aceh dengan loyalitas tinggi. “Peran serta masyarakat Aceh secara menyeluruh telah mampu mengantarkan Bank Aceh tumbuh berkembang seperti saat ini. Jadi wajar, kita melakukan berbagai kegiatan, seperti fun bike akbar ini,” katanya.

“Terima kasih dan apresiasi kami kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam gowes kali ini. Alhamdulillah acara kita berjalan aman dan lancar, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” pungkasnya.

Hadiah utama
Dalam gowes akbar kemarin, puluhan peserta membawa pulang berbagai macam hadiah yang telah dipersiapkan panitia, mulai dari kipas angin, kompor gas, TV LED, sepeda gunung, hingga tabungan. Sedangkan hadiah utama, berupa dua sepeda motor diraih oleh dua peserta, yakni Basri (45) warga Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam dan Mufliadi (47) warga Desa Suleu, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Basri mendapat hadiah sepeda motor setelah nomor pendaftarannya yakni 1.436 keluar sebagai pemenang setelah ditarik oleh Dirut Bank Aceh, Busra Abdullah. Sedangkan Mufliadi, nomor 1.992 ditarik oleh Ketua Dewan Pengawas Bank Aceh Syariah, Prof Dr Syahrizal Abbas.

Mufliadi kepada Serambi mengaku tak menyangka ia mendapat sepeda motor tersebut. Ia pun menceritakan, untuk mengikuti gowes akbar itu tidak memiliki sepeda. Karena ingin sekali ikut, akhirnya Mufliadi meminjam sepeda seorang anak yatim di kampungnya lalu mengikuti gowes akbar tersebut.

BANK ACEH GELAR FUN BIKE AKBAR

“Pendaftaran kita buka mulai 10 hingga 19 Agustus 2017 dan untuk 4.000 pendaftar pertama, kami sediakan kaos (jersey)”-Busra Abdullah- Dirut Bank Aceh

BANDA ACEH- PT Bank Aceh Syariah, Minggu (20/8) mendatang, akan menggelar fun bike (sepeda santai) akbar. Kegiatan itu diadakan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-44 bank tersebut sekaligus menandai setahun konversi dari bank konvensional ke syariah. Fun bike yang mengambil start dan finish di Blangpadang, Banda Aceh itu dilaksanakan atas kerja sama Bank Aceh Syariah dengan Serambi Indonesia Group.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah, kepada Serambi, Rabu (9/8), mengatakan, fun bike tersebut merupakan kegiatan puncak ulang tahun Bank Aceh kali ini. busra menargetkan, 7000 peserta akan ikut meramaikan acara tersebut. Ia mengimbau masyarakat Banda Aceh, Aceh Besar, dan kabupaten/kota lain di Aceh ikut ambil bagian bersama keluarga dalam kegiatan tersebut.

Dikatakan, pihaknya menyediakan hadiah utama berupa dua sepeda motor puluhan doorprize lainnya dan tabungan.”Hadiah dalam fun bike kali ini kita perbanyak supaya peluang peserta mendapatkan doorprize lebih besar,”jelas Busra seraya menyatakan peserta fun bike rencananya akan dilepas Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Kepada siapa saja yang ingin mengikuti fun bike tersebut, Busra mempersilakan untuk mendaftar di Kantor Harian Serambi Indonesia, Toko Buku New Zikra Banda Aceh dan Kantor Pusat Bank Aceh.”Pendaftaran kita buka mulai 10 hingga 19 Agustus 2017 dan untuk 4.000 pendaftar pertama, kami sediakan kaos (jersey),”ungkap Busra. Dikatakan kaos dapat diambil sehari menjelang fun bike.

Selain untuk memeriahkan ulang tahun Bank Aceh, tambah Busra, kegiatan berlabel “Fun Bike Akbar Bank Aceh 2017” tersebut juga dimaksudkan untuk membangun kebersamaan antara pihaknya dengan masyarakat, sosialisasi Bank Aceh setelah menjadi bank syariah, dan sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-72 RI.

DARI PASAR MURAH HINGGA DONOR DARAH

Seusai funbiketersebut, Bank Aceh akan menggelar pasar murah di Lapangan Blangpadang.”Pada pasar murah itu kita sediakan sembako 1.000 paket. Setiap paket berisi beras 10 kilogram, gula dua kilogram, minyak makan dua kilogram dan susu dua kaleng,’ ungkap Dirut Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah.

Selain fun bike dan pasar murah, menurut Busra, dalam rangka ulang tahun Bank Aceh kali ini pihaknya juga melaksanakan sejumlah kegiatan. Diantaranya kunjungan dan pemberian bantuan ke panti asuhan, dayah, pemulung, dan petugas kebersihan. Selain itu, safari subuh, tenis dan bola voli gembira, lomba azan dan hafalan ayat-ayat pendek untuk anak karyawan, turnamen golf, silaturahmi keluarga besar Bank Aceh dan donor darah.

“Donor darah dilaksanakan oleh masing-masing kantor cabang. Rangkaian kegiatan tersebut kita laksanakan mulai 6 sampai 31 Agustus 2017,” ungkap Busra seraya menyatakan ulang tahun Bank Aceh kali ini bertema “Serentak, Senada dan Seirama.” Tema itu dimaksudkan untuk membangkitkan semangat dan kesadaran bersama dan senasib karyawan dan masyarakat dalam mengembangkan Bank Aceh sebagai bagian penting membangun Aceh.

Ditambahkan, ritme dan perkembangan Bank Aceh tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Aceh. Karena itu, kata Busra Abdullah pihaknya sengaja memilih sepeda santai sebagai acara puncak untuk menggambarkan gerak serentak dalam semangat dan kepentingan yang sama yaitu kepentingan membangun Aceh.

HUT KE-44 MOMEN BANGUN SYARIAH

 

“Bank Aceh berkomitmen memperkuat pondasi syariat islam melalui ekonomi berbasis kerakyatan yang adil dan seimbang.”

Busra Abdullah Direktur Utama Bank Aceh

Banda Aceh –Peringatan HUT ke-44 menjadi sangat penting dan penuh makna bagi Bank Aceh karena dapat menjadi momentum kebangkitan Bank Aceh dalam membangun fundamental ekonomi syariah di bumi Serambi Mekkah ini. Pada usia yang ke-44 ini juga menjadi tahun pertama Bank Aceh beroperasi sebagai Bank Umum Syariah. “Bank Aceh Syariah berkomitmen memperkuat pondasi syariat islam melalui ekonomi berbasis kerakyatan yang adil dan bermartabat,” ujar Busra Abdullah Dirut Bank Aceh.

Busra Abdullah mengatakan tahun ini pasca konversi 19 September 2016 lalu, Bank Aceh terus berbenah dengan memperkuat kompetensi SDI, menyempurnakan sistem dan infrastruktur pendukung lainnya agar lebih optimal. Fokus utama kita tekankan pada peningkatan profesionalitas karyawan/ti secara berkelanjutan serta memastikan tersedianya infrastruktur layanan operasional dan sistem IT yang handal termasuk pengembangan dan inovasi produk-produk yang telah dimiliki oleh Bank Aceh selama ini.

Semangat dan gagasan konversi Bank Aceh merupakan salah satu terobosan yang monumental yang dilakukan Pemerintah Aceh sebagai pemegang saham untuk membangun sistem ekonomi yang bebas riba. Pilihan konversi juga menjadi langkah strategis dalam mempercepat kinerja Bank Aceh dalam jangka panjang. Alhamdulillah pasca konversi pertumbuhan kinerja Bank Aceh seperti Aset, Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus mengalami perkembangan yang positif. Untuk periode sampai juni 2017 total aset Bank Aceh telah mencapai Rp 23  triliun, Dana simpanan pihak ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp 19.2 triliun pada Juni 2017. Pada saat bersamaan,  pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan juga meningkat mencapai Rp 12.4 triliun pada Juni 2017.

Dan juga yang perlu dicatat adalah peran dan kontribusi dari kinerja Bank Aceh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Aceh (PAA) yang sangat menggembirakan dan terus meningkat. Dalam 5 tahun terakhir Bank Aceh telah menyumbang deviden dan dana pembangunan daerah mencapai sebesar Rp.1,051 triliun. Hal ini sangat membanggakan karena Bank Aceh benar-benar telah membuktikan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Daerah, kinerjanya benar-benar telah mampu mendatangkan pertumbuhan ekonomi daerah baik secara mikro maupun makro ekonomi.

Kita memiliki keyakinan yang sangat kuat Insya Allah melalui momentum HUT 44 ini Bank Aceh akan terus meningkatkan komitmen dan konsistensinya dalam mengelola dan mengembangkan Bank ini secara amanah sesuai cita-cita Pemerintah dan rakyat Aceh. Salah satu landasan keyakinan tersebut tercermin dalam thema dan semangat HUT ke-44 ini yaitu “Serentak, Senada, Seirama” yang mengandung makna dan filosofi “Kita semua satu komitmen, satu sikap dan satu persepsi dalam mencapai visi misi Bank ini”.

KOMISARIS UTAMA: BANK ACEH HARUS MENJADI MITRA PEMERINTAH DAN MITRA MASYARAKAT

Komisaris Utama (Komut) Bank Aceh , Dermawan mengatakan 6 Agustus 2017 usia Bank Aceh genap berusia 44 tahun yang  merupakan periode matang dalam melewati berbagai macam dinamika dalam industri perbankan. Bank Aceh harus terus berbenah guna memberikan pelayanan prima kepada seluruh stake holder, ditambah lagi dengan proses konversi yang telah berhasil dilalui dengan baik, diharapkan menambah semangat seluruh jajaran bank aceh untuk mendedikasikan seluruh sumber daya secara maksimal agar dapat memberikan berbagai manfaat positif bagi pertumbuhan ekonomi rakyat dan daerah Aceh.

“Bank Aceh diharapkan mampu bersinergi dengan seluruh elemen dalam penerapan sistim ekonomi syariah di Aceh, masyarakat sangat mengharapkan agar sistem ekonomi syariah khususnya perbankan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata. Terutama dalam upaya menghindari praktek-praktek sistim ekonomi yang ribawi, menghilangkan ketidakadilan serta bermacam unsur kecurangan di negeri syariah.” tegasnya.

Demawan yang juga Sekda Aceh mengatakan Pemerintah Aceh saat ini sangat mendukung berbagai terobasan yang dilakukan Bank Aceh dalam upaya meningkatan pelayanan kepada nasabah dan masyarakat. Bank Aceh diharapkan dapat berperan secara maksimal dalam mendukung pelaksanaaan pembangunan aceh terutama dalam penguatan sistim ekonomi syariah. Bank Aceh juga diharapkan menjadi motor pengerak peningkatan pertumbuhan ekonomi aceh sesuai dengan peran fungsi intermediasi berdasarkan aturan muamalah dan prinsip-prinsip perbankan syariah dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan.

Sekda Aceh, Bapak Dermawan mewakili Wakil Gubernur, Nova Iriansyah memimpin upacara HUT ke-44 Bank Aceh di halaman kantor pusat, Batoh Banda Aceh

REKTOR UIN AR-RANIRY ACEH: PARADIGMA BERPIKIR MASYARAKAT HARUS IKUT BERUBAH

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) AR-Raniry, Banda Aceh mengatakan sebagai Bank Umum Syariah, Bank Aceh harus salah satu instrumen utama dalam memperkuat fundamental ekonomi syariah di Aceh. Selain itu di usianya yang sudah 44 tahun ini juga diharapkan lebih optimal dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Aceh dengan berbasis pada prinsip-prinsip muamalah yang berbasis syariah.

Menurut Farid masyarakat memiliki peran yang strategis untuk mendorong tumbuhnya ekonomi syariah di Aceh. Sebagai End User seluruh komponen masyarakat Aceh harus ikut berperan aktif di garda depan dalam mendukung pelaksanaan praktik ekonomi syariah dengan cara harus merubah paradigma berpikir (mindset) yang selama ini terus dalam praktik-praktik perbankan konvensional.

Ia mengajak semua masyarakat harus memulai untuk membiasakan diri memahami secara utuh tentang perilaku dan konsep ekonomi syariah dalam tatanan kehidupan sehari-hari baik permaslahamn dalam konteks ekonomi syariah yang berorientasi bisnis (muamalah) maupun permasalahan dalam konteks ekonomi syariah yang berorientasi sosial. Jadi kita harus bisa melihat secara mendalam substansi ekonomi syariah dalam berbagai dimensi sosial dan ekonomi.

WAKIL KETUA MPU: ACEH WAJIB IMPLEMENTASIKAN SISTEM PERBANKAN SYARIAH 

Sementara itu, Wakil Ketua MPU ACeh, Tgk Faisal Ali menilai perkembangan perbankan syariah di aceh masih kurang mengembirakan, seyogianya bank syariah di aceh harus menjadi bank pilihan utama rakyat aceh. Menurutnya salah satu penyebab kurangnya perkembangan bank syariah di aceh dikarenakan kurangya pemahaman konsep perbankan syariah, masyarakat masih beranggapan bahwa sistem bank syariah sama dengan bank konvensional, Padahal pada dasarnya konsep bank syariah sangat berbeda dengan dengan bank konvensional.

Disinilah peran yang dilakukan oleh ulama dan cendikiawan untuk dapat mengedukasi serta memberikan pemahaman tentang konsep perbankan syariah, hal ini sangat perlu dilakukan sehingga seluruh elemen masyarakat mendukung serta berpartisipasi mendorong pertumbuhan sistim perbankan syariah di aceh, sangat ironis kiranya masyarakat di wilayah yang menerapkan syariat islam kurang mendukung pelaksanaan syariah dibidang muamalah khususnya perbankan, masih banyak kita jumpai masyarakat yang  bertransaksi dengan bank konvensional padahal jaringan bank syariah sudah tersebar di seluruh wilayah aceh seiring dengan berubahnya bank milik pemeritah aceh dari bank konvensional menjadi Bank syariah.

Sistim operasional syariah yang dilaksanakan oleh bank aceh diharapkan mampu memberikan sarana bagi para pelaku ekonomi di aceh untuk dapat melakukan transaksi keuangan secara syariah yang menentramkan serta saling menguntungkan, sistim perbankan syariah sudah diakui oleh dunia, bahkan banyak negara non muslim pun menerapkan sistim perbankan syariah hal ini dikarenakan sistim perbankan syariah menerapkan sistim ekonomi yang adil dan telah teruji mampu bertahan terhadap krisis ekonomi yang melanda beberapa perbankan konvensional di dunia. Serta kita berharap agar lembaga keuangan syariah (LKS) di aceh dapat bersinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya dalam membangun sistim ekonomi islam yang berkeadilan.

Kita sangat berharap agar bank dengan sistim syariah dapat menjadi pilihan utama masyarakat  aceh serta MPU berharap operasional bank syariah harus sesuai dengan aturan syariah  berdasarkan fatwa-fatwa dewan syariah nasional (DSN) dan pendapat dewan pengawas syariah (DPS), serta kita mendorong agar kedepan seluruh bank yang beroperasi di aceh wajib dengan sistem syariah.

Sekda Aceh, Bapak Dermawan didampingi Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah Bapak Busra Abdullah menyematkan Jubilium (Pin Bunga Seulanga) kepada karyawan/ti Bank Aceh yang telah bekerja selama 25 tahun. Pemberian Jubilium ini sebagai pengharggan kepada loyalitas dan kinerja karyawan yang telah diberikan kepada Bank Aceh

Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah Bapak Busra Abdullah memberikan penghargaan kepada para pensiunan Bank Aceh

Foto bersama karyawan/ti penerima penghargaan jubilium (pin seulanga) dan para pensiunan Bank Aceh

Foto bersama para pemenang Bank Aceh Service Excellent Award (BASEA) tahun 2016/2017

 

Good Corporate Governance Bank Aceh 2016

Laporan Tata kelola Perusahaan (Good Corporate Governance Report) Bank Aceh 2016

Download

BANK ACEH RAIH DUA PENGHARGAAN NASIONAL

“Alhamdulillah dua penghargaan nasional ini bisa kita dapatkan dalam semester pertama tahun ini…” -Busra Abdullah, Dirut Bank Aceh Syariah

PT Bank Aceh Syariah berhasil meraih dua penghargaan tingkat nasional atas kinerja keuangan selama 2016, yakni “The Magnificent Seven Award 2017″ dari Karim Consulting Indonesia dan “Top BUMD Award 2017″ dari majalah Business News Indonesia.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdulla melalui Corporate Secretary Amal Hasan mengatakan penghargaan “The Magnificent Seven Award 2017″ diserahkan CEO Karim Consulting, Adi Warman Karim dan diterima Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman di Jakarta, Selasa (9/5).

Selanjutnya pada Kamis (25/5), Bank Aceh juga mendapat penghargaan sebagai salah satu BUMD terbaik di Indonesia dan meraih TOP BUMD Award 2017. Menurut Amal penghargaan ini diterima Dirut PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah melalui dirinya selaku Corporate Secretary di Balai Kartini Jakarta.

Amal menyebutkan pemilihan BUMD terbaik ini berdasarkan hasil penjurian dan seleksi 2.000-an BUMD seluruh Indonesia dan Bank Aceh terpilih sebagai satu yang terbaik dengan predikat TOP BUMD Bidang Syariah 2017.

Amal menambahkan penghargaan ini merupakan nilai tambah bagi Bank Aceh Syariah atas usaha paskakonversi ke sistem syariah. “Alhamdulillah dua penghargaan nasional ini bisa kita dapatkan dalam semester pertama tahun ini, kami berkeyakinan Bank Aceh tetap terus menjadi lembaga perbankan syariah terpercaya dan bermitra dengan masyarakat Aceh sesuai prinsip syariah islam,” kata Amal Hasan.

Amal menyebutkan ada tiga kategori penilaian dalam penghargaan ini, yaitu sustainability kinerja keuangan, extraordinary effort dan game changer. Tahun ini Bank Aceh Syariah meraih penghargaan dengan kategori The Most Effective Financing-Islamic Full Fledge Bank (BUKU II) dan (BUKU III)

LAPORAN TAHUNAN (ANNUAL REPORT) BANK ACEH 2016

Download :
Laporan Tahunan (Annual Report) Bank Aceh 2016

PENGUMUMAN PEMENANG PELELANGAN UMUM PENGADAAN 10 UNIT MOBIL KAS KELILING TANPA MESIN ATM


LABA BANK ACEH SETENGAH TRILIUN  Raih Business Quality Award 2017

Bank Aceh kembali membuktikan diri sebagai salah satu BUMD terbaik sekaligus menjadi salah satu Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang paling menguntungkan terhadap pembangunan daerah. Bank milik rakyat Aceh ini berhasil membukukan perolehan laba (sebelum audit) sebesar Rp.545,5 miliar atau setengah triliun rupiah lebih hingga tutup buku 31 Dsemeber 2016.

 Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah melalui Corporate Secretary Amal Hasan menyampaikan bahwa pencapaian kinerja tahun 2016 ini memiliki catatan sejarah yang sangat penting bagi bank aceh mengingat salah satu peristiwa penting yaitu konversi menjadi bank umum syariah juga dilakukan pada tahun 2016. Pada awalnya ada semacam kekhawatiran akan terjadinya pelambatan performa kinerja keuangan bank pasca konversi.  Namun dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh stakeholder terutama pemerintah aceh, para nasabah dan seluruh lapisan masyarakat aceh kekhawatiran tersebut dapat kita atasi dan kita mampu membuktikan bahwa konversi Bank Aceh yang digagas oleh Pemerintah Aceh selaku pemegang saham adalah pilihan yang tepat. “Yang lebih menggembirakan dalam tiga bulan pasca konversi  Bank Aceh   Syariah mampu catat laba Rp.136 milyar” kata Busra Abdullah.

 Raih Business Quality Award 2017.

Mengawali tahun baru 2017 Bank Aceh Syariah juga berhasil menorehkan  prestasi yang membanggakan yaitu berhasil meraih penghargaan Business Quality Award 2017 untuk katagori “ The Most Trusted Syaria Banking & Service In Customer Satisfaction Of The Year 2017”.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur  keuangan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia Fitri Rinaldi SE,MM dan diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah, kemarin  Jumat 20 Januari 2017 diballroom Menara Peninsula Hotel, Jakarta,

Busra Abdullah yang didampingi oleh Corporate Secretary Bank Aceh Amal Hasan menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja berbagai lembaga pemerintah/swasta  dari berbagai sektor layanan publik yang memiliki kinerja layanan terbaik, inovatif dan mampu memenuhi ekspektasi kepuasan  masyarakat.  Alhamdulillah Bank Aceh berhasil mendapatkan salah satu penghargaan kategori “The Most Trusted Syaria Banking & Service In Customer Satisfaction Of The Year 2017”.

 Turut serta hadir mendampingi Direktur Utama  Bank Aceh pada acara pemimpin cabang Blangkejeren Satumin dan pemimpin cabang Sinabang Zufri

Amal Hasan menambahkan “Penghargaan ini menjadi salah satu motivasi bagi percepatan pengembangan Bank Aceh pasca konversi menjadi Bank Umum Syariah yang semakin profesional, handal dan terpercaya”.

Kita akan terus mengoptimalkan kontribusi bagi pembangunan daerah dan peningkatan fungsi intermediasi  dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan.  Kita akan terus melakukan berbagai inovasi untuk memberikan pelayanan berbasis syariah secara utuh sesuai prinsip prinsip islami kepada nasabah dan masyarakat.

 

Jelang Tutup Buku Bank Aceh Raih Best Banking Brand Award 2016.

Pasca konversi Bank Aceh semakin menunjukkan kinerja yang membanggakan. Setelah sebelumnya pada 9 Desember 2016 berhasil meraih award ”The Best Sharia Banking In Quality Service Excellence Of The Year 2016″ kemarin Bank milik rakyat Aceh ini kembali meraih penghargaan Best Banking Brand Award 2016 untuk katagori predikat “Most Reliable Bank”.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Pengawasan Bank-II OJK Pusat Bapak Arya Setyadi kepada Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah bertempat di Grand Ballroom Pullman Hotel, Jakarta Pusat, Jumat 16 Desember 2016.

Turut hadir pada acara tersebut sejumlah pejabat dari kementerian keuangan, Bank Indonesia serta para Direksi, Komisaris dan Pejabat Bank Umum dari seluruh Indonesia. Serta turut disaksikan oleh Pemimpin Redaksi Majalah Warta Ekonomi Bapak Muhammad Ikhsan.

Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah yang didampingi oleh Corporate Secretary Amal Hasan menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap performance bank umum seluruh Indonesia yang dianggap memiliki reputasi baik dan mempunyai kinerja layanan yang  handal selama periode 2016.

Corporate Secretary Bank Aceh   Amal Hasan menambahkan “Penghargaan ini menjadi kado sangat istimewa bagi bank aceh yang akan memasuki masa tutup buku 2016 sebagai Bank Umum Syariah. Ini tutup buku pertama bagi bank aceh pasca konversi ke sistem syariah. Award ini akan menjadi semangat bagi seluruh jajaran bank aceh untuk terus berinovasi dalam menciptakan karya dengan reputasi yang lebih baik di masa yang akan datang” kata Amal Hasan.

Dikatakan Amal Hasan bahwa berbagai penghargaan dan apresiasi yang telah diraih Bank Aceh selama kurun waktu 2016 semakin menambah keyakinan serta semangat optimisme bagi manajemen untuk menghadapi berbagai tantangan mikro dan makro ekonomi yang diprediksi akan terjadi pada 2017. Salah satunya adalah tantangan dalam meningkatkan akselerasi dan penetrasi bisnis yang berbasis syariah. Komitmen kita pada 3 (tiga) bulan pertama pasca konversi adalah sebagai tahapan transisi dan adaptasi paradigma layanan bank yang sebelumnya konvensional sekarang menganut prinsip syariah.

Fokus kita pada tahap awal konsolidasi internal dan penguatan kelembagaan dalam rangka membangun budaya kerja baru berbasis syariah. Mulai tahun 2017 kita akan mulai ekspansi dan memperluas layanan akses syariah dengan diversifikasi produk jasa dan layanan yang berorientasi pasar. Segment dan pangsa pasar syariah harus kita eksplorasi secara maksimal agar keseimbangan ekonomi bisa dibangun secara permanen. Bank Aceh Syariah memiliki komitmen kuat untuk terus membangun ekonomi daerah dan masyarakat secara berkelanjutan. Konversi menjadi bank umum syariah salah satu nya bertujuan untuk menciptakan ekonomi yang stabil, adil dan bermartabat pungkas Amal Hasan.

Turut serta hadir mendampingi Direktur Bank Aceh pada acara malam penganugerahan Best Banking Brand Award 2016 antara lain pemimpin cabang Idi Gunawan Sahim dan pemimpin cabang Sigli Muslim AR.

 

BANK ACEH RAIH PENGHARGAAN INDONESIA BUSINESS MARKET

Bank Aceh berhasil meraih penghargaan Indonesia Business Market Leader Award 2016 yntuk kategori “The Best Sharia Banking In Quality Service Excellence Of The Year dari Indonesia Achievement Center. Penghargaan itu diserahkan Gubernur Sumatera Utara yang diwakii Asisten I, H. M. Dinsyah Sitompul kepada Corporate Secretary Bank Aceh, Amal Hasan di Ballrrom Santika Premiere Dyandra Hotel Medan, Jumat (9/12).

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah melalui Amal Hasan dalam rilis yang diterima Serambi, Senin (12/12), mengatakan  itu diberikan kepada lembaga, institusi daerah, dan nasional yang dinilai  sudah memberikan pelayanan terbaik dan mampu mewujudkan kinerja yang baik dan stabil.

Penilaian juga dilakukan terhadap peran dan kontribusi lembaga institusi bagi pengembangan bisnis dan perekonomian nasional.

“Bank Aceh kembali mendapatkan pengakuan dan apresiasi nasional sebagai perusahaan yang mampu melakukan perubahan signifikan terhadap kemajuan perekonomian daerah dan nasional. Hal ini merupakan salah satu capaian strategis setelah proses konversi menjadi Bank Umum Syariah dan Bank Aceh sekarang telah menjadi episentrum pertumbuhan market share perbankan syariah di Indonesia” kata Amal Hasan.

Dikatakan, pihaknya komit untuk terus mengoptimalkan dukungan dalam membangun ekonomi daerah dan masyarakat Aceh melalui kegiatan ekonomi berbasis syariah. “Konversi yang kita lakukan ini telah menjadi role model bagi daerah lain untuk memperkuat sistem keuangan syariah nasional.”kata Amal Hasan