Tabungan Firdaus iB

Selengkapnya »

Kini Nasabah Bank Aceh Syariah dapat melakukan transfer & tarik tunai di puluhan ribu mesin ATM termasuk BCA

Selengkapnya »

Inklusi Keuangan untuk semua

Selengkapnya »

Produk RAHN PT Bank Aceh Syariah

Solusi Tepat Dana Cepat Sesuai Syariah Selengkapnya »

HUT PT Bank Aceh Syariah ke-46

Berubah Bersama Selengkapnya »

 

Category Archives: Berita Seputar Bank Aceh

Bank Aceh Syariah KC Blangkejeren Sosialisasi Pembekalan Masa Persiapan Pensiun Bagi PNS

Sosialisasi pembekalan masa persiapan pensiun bagi PNS daerah dan service point tahun 2019 di laksanakan hari Jum’at tanggal 18 Oktober 2019 di hotel Marmas.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh BKPPSDM Kabupaten Gayo Lues bekerjasama dengan PT. Bank Aceh Syariah KC Blangkejeren selaku mitra bayar PT. Taspen.

Hadir sebagai pemateri yaitu, BKN Provinsi, Pihak PT. Taspen Lhokseumawe dan PT. Bank Aceh Syariah KC Blangkejeren.

Bank Aceh Syariah KC Bireuen Sponsor Acara “Aceh International Percussion 2019″

Pembukaan stand pameran dalam event “Aceh International Percussion 2019″ tanggal 12 s.d 15 okt 2019 di stadion Cot Gapu Bireuen.

Kabupaten Bireuen terpilih sebagain tuan rumah penyelenggaraan event tersebut oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dan Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kab. Bireuen yang ketua umum nya adalah mukhlis, A.Md sebagai koordinator kegiatan

Kegiatan tersebut bertepatan dengan HUT ke-20 kab. Bireuen yang jatuh pd tanggal 12 Oktober2019.

Kegiatan “Aceh International Percussion 2019″ diikuti oleh 3 negara dan 4 provinsi di Indonesia, dengan agenda kegiatan :
Pentas perkusi, panggung urban, bireuen art carnival, kuliner dan bazar wisata serta workshop pembuataan rapai.

Dalam hal ini, Bank Aceh Syariah KC Bireuen merupakan salah satu sponsor dalam kegiatan tersebut dan membuka stand pameran dalam rangka lebih mempromosikan produk-produk Bank Aceh Syariah kepada masyarakat luas yg hadir pada acara tersebut.

Di stand Bank Aceh Syariah KC Bireuen, banyak menyediakan hadiah langsung dan berupa kupon undian yg diundi setiap malamnya selama 3 hari. Disamping itu di stand Bank Aceh Syariah KC Bireuen telah standby mobil kas operasional ATM keliling yang siap melayani nasabah.

Kegiatan tersebut menghadirkan talent lokal dan luar daerah, termasuk grup “sabyan gambus” yang hadir pada malam penutupan yaitu tgl 15 Oktober 2019.

Bank Aceh Syariah KC Sinabang Bantu Rp.75 Juta untuk Korban Kebakaran

Kebakaran Hanguskan  Sebanyak 29 unit Ruko di Kota Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue , Sabtu, 12/10/2019.  Musibah kebakaran yang terjadi pada pukul 02.30 WB  menyebabkan 110 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal.

Bank Aceh Syariah KC Sinabang langsung menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban musibah kebakaran, 14 Oktober 2019. Bantuan sebesar Rp. 75 juta diserahkan oleh Pemimpin KC Sinabang Afrizal ZA.

Afrizal mengatakan semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan mengurangi beban para korban.

Pemerintah Sabang Salurkan Dana Geunaseh Untuk Anak Melalui Bank Aceh


Pemerintah Kota Sabang menyelenggarakan acara Launching dan Penyaluran Dana Gerakan Untuk Anak Sehat (Geunaseh) Sabang tanggal 10 Oktober 2019 di Kota Sabang. Penyaluran tersebut dilakukan dalam upaya untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting di wilayah kota Sabang. Bantuan dari program ini diharapkan bisa menjadi penopang pendapatan keluarga penerima untuk digunakan memenuhi kebutuhan dasar anak.

Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Sabang, seluruh Forkompimda Sabang, Pimpinan dan karyawan/ti Bank Aceh KC Sabang, Direktur Unicef Indonesia Mrs Debora dari Jakarta dan pewakilan penerima bantuan.

Pemberian dana tersebut diperuntukkan bagi anak usia 0 sd 6 tahun sebesar Rp.150.000 per bulan yg penyaluran melalui via rekening Bank Aceh dengan total 4.000 lebih rekening.

PENGUMUMAN PERGANTIAN KARTU ATM

Bank Aceh Adakan Gowes Bareng Warga, Pendaftaran Dimulai Hari Ini

BANDA ACEH – Bank Aceh Syariah bekerja sama dengan Harian Serambi Indonesia akan menggelar even Gowes. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT ke-46 Bank Aceh Syariah akan berlangsung Minggu (15/9/2019). Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum.

Bagi warga yang ingin ikut serta, panitia mulai hari ini, Selasa (3/9/2019) membuka pendaftaran peserta. Pendaftaran dibuka hingga Sabtu (14/9) di empat lokasi di Banda Aceh. Yaitu Kantor Harian Serambi Indonesia di Jalan Raya Lambaro KM 4,5 Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar-Banda Aceh, Toko Buku New Zikra di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kios Koran Idola Agency Peunayong, dan Toko Serikat di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 103-105, Merduati, Banda Aceh.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank Aceh Syariah, Muslim AR kepada Serambi, Senin (2/9) menyampaikan kegiatan Gowes ini dilaksanakaan  dalam rangka HUT Bank Aceh Syariah ke-46, dan menjadi agenda rutin yang dilakukan tiap tahun.

Ia berharap masyarakat di Kota Banda Aceh dan sekitarnya dapat ikut serta dalam kegiatan ini, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pegawai Bank Aceh Syariah dengan masyarakat. “Ajak serta keluarga, saudara dan teman untuk meramaikan acara ini sambil berolahraga sepeda,” tambahnya.

Sementara Manajer Promosi dan EO Serambi Indonesia, M Jafar menambahkan pendaftaran Gowes dibuka mulai pukul 8.30 WIB- 16.30 WIB di empat lokasi tersebut. “Untuk nomor pendaftaran 1 hingga 2.000 akan mendapatkan T-Shirt dan snack. Sementara nomor pendaftaran diatas itu hanya akan mendapatkan snack saja,” sebutnya.

Jafar menambahkan untuk biaya pendaftaran sebesar Rp 10.000/orang, dan tidak ada syarat apapun. “Apabila ingin mendapatkan T- Shirt maka segera daftar,” kata M Jafar

Manajer Promosi dan EO Serambi Indonesia, M Jafar menyebutkan dalam even ini disediakan hadiah utama berupa paket umrah. Selain itu juga ada hadiah lainnya seperti sepeda motor Honda, sepeda, rice box, TV LED, kulkas, kipas angin, blender, dan hadiah menarik lainnya.

“Ayo ikut serta memeriahkan acara ini. Mungkin saja anda yang beruntung mendapatkan hadiah utama paket umrah ke Tanah suci,” tutupnya.

BAS Lanjutkan Pembiayaan ke Perempuan Prasejahtera

BANDA ACEH – Bank Aceh Syariah (BAS) kembali gulirkan pembiayaan untuk kelompok perempuan prasejahtera melalui Koperasi Mitra Dhuafa (Komida). Penyaluran pembiayaan itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup ribuan masyarakat Aceh.

Direktur Utama BAS, Haizir Sulaiman melalui Pemimpin Divisi Corporate Secretary, Muslim AR mengatakan, keterbatasan lapangan pekerjaan dan modal menjadi penyebab kemiskinan. Penyediaan dan kemudahan akses modal dan keterampilan menjadi solusi bagi peningkatan taraf hidup masyarakat, terutama bagi kaum perempuan yang produktif. “Selain membantu pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat, penyaluran pembiayaan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di berbagai sektor usaha serta mendorong inklusi keuangan bagi mereka yang belum memiliki akses kepada perbankan,” katanya di sela-sela  center meeting Komida di Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, kepada Serambi, Senin (25/8).

Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional, Fadhil Ilyas menambahkan, program kemitraan ini merupakan komitmen pihaknya untuk turut serta dalam program pengentasan kemiskinan. “Kami akan mensinergikan program dengan sejumlah pihak, baik pemerintah maupun swasta yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Manager Regional A Komida, Muhammad Yusuf, mengatakan penyaluran pembiayaan oleh Komida mengadopsi konsep Grameen Bank yang dirintis Muhammad Yunus, peraih nobel perdamaian di tahun 2006.  Pembiayaan dikhususkan pada sektor produktif dan peningkatan kualitas hidup seperti, sanitasi, pendidikan, instalasi listrik, dan renovasi, sehingga membantu mereka untuk mengembangkan usaha keluarga, agar mampu keluar dari kemiskinan.

“Penerimanya adalah kelompok perempuan pra sejahtera terdiri dari 5-10 orang. Untuk saat ini program ini telah menyentuh lebih dari  8.000 kelompok perempuan atau setara dengan 40.000 pengusaha ultra mikro dan mikro yang tersebar 16 kabupaten dan kota di Aceh,” sebutnya.

Plafond yang diberikan mulai Rp 500 ribu hingga Rp 30 juta dengan jangka waktu maksimal 36 bulan. Menurutnya penyaluran pembiayaan tidak hanya bersifat transaksional, tapi juga dilakukan pembinaan melalui pertemuan rutin yang digelar seminggu sekali bagi setiap kelompok.

Penyaluran pembiayaan sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan dan menekan tingkat kemisikinan kaum perempuan dan indikator kemiskinan yang digunakan adalah progress out of poverty index (PPI). Lalu, mereka yang berhak menerima pembiayaan adalah kaum perempuan yang memiliki PPI di bawah nilai 70. “Kami menggunakan indikator tingkat kemiskinan. Umumnya, indeks mengalami peningkatan pasca memperoleh pembiayaan,” papar Yusuf.

Yusuf mengatakan, penyaluran pembiayaan ini merupakan lanjutan dari program kerja sama antara Bank Aceh Syariah dan Komida yang telah berjalan sejak 2006. Komida memulai aktivitasnya melalui penyaluran pembiayaan untuk korban tsunami di Aceh dengan membuka kantor cabang pertama di Darussalam, Banda Aceh. “Komida lahir dan besar di Aceh dan apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada Bank Aceh Syariah yang telah menjadi pelopor bagi dukungan materil Komida sejak 13 tahun lalu,” ujarnya sambil menambahkan bahwa saat ini Komida memiliki 271 cabang di 34 provinsi dan anggotanya mencapai 600 ribu lebih.

Bank Aceh Serahkan Tong Sampah untuk Pemko Banda Aceh

PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional (KPO) menyerahkan 15 set tong sampah untuk Pemko Banda Aceh. Penyerahan dilakukan langsung oleh Pemimpin PT Bank Aceh Syari-ah Kantor Pusat Operasional, Fadhil Ilyas kepada Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE.Ak, MM di Balai Kota Banda Aceh, Senin (2/9).

Ini merupakan wujud kepedulian Bank Aceh dalam menjaga kebersi-han kota Banda Aceh. “Semoga menjadi penyemangat bagi kita semua warga Kota Banda Aceh agar membuang sampah pada tempatnya sehingga kota yg kita cintai ini terus asri dan terjaga kebersihannya”, ujar Fadhil Ilyas.

Ketua KPK Saksikan MoU Pemko-Bank Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh bersepakat untuk bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah. Dokumen kesepakatan bersama terkait optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu diteken oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Dirut Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman.

Berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligo Aceh, Selasa (27/8), prosesi tersebut turut disaksikan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Agus Raharjo. Di tempat yang sama, KPK juga memfasilitasi penandatanganan MoU antara para kepala daerah se-Aceh dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh.

Ketua KPK Agus Raharjo dalam amanatnya mengatakan KPK memiliki tiga tugas utama yaitu koordinasi dan supervisi, pencegahan, dan penindakan. “Dan kegiatan pada hari ini merupakan salah satu dari upaya pencegahan tindak pidana korupsi yang kita lakukan di lingkungan pemerintah daerah,” katanya.

Dijelaskan, MoU yang difasilitasi pihaknya tersebut untuk  peningkatan penerimaan PAD, peningkatan penerimaan pajak, dan pengelolaan aset negara di tingkat pemerintah daerah. Lewat kerja sama itu, ia mengharapkan dukungan para pihak untuk terus meningkatkan penerimaan negara.

Usai penandatanganan MoU, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menjelaskan, maksud dari kesepakatan bersama dengan Bank Aceh Syariah dalam rangka mensinergikan langkah  untuk mengoptimalkan penerimaan PAD Banda Aceh. “Tujuannya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Banda Aceh,” katanya.

Adapun ruang lingkup kesepakatan bersama yang berlaku selama tiga tahun itu meliputi pemberian layanan kepada wajib pajak dan retribusi daerah yang lebih efisien dan efektif dengan berpedoman pada prinsip-prinsip good corporate governance. “Kemudian koordinasi penerimaan PAD Banda Aceh sesuai dengan tugas pokok fungsi dan kewenangan para pihak.” Ia menambahkan, pelaksanaan MoU tersebut akan ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerja sama oleh kedua belah pihak. “Dalam pelaksanaannya nanti, perjanjian kerjasamanya dapat dikuasakan kepada Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) Banda Aceh dan dan Pemimpin Cabang Bank Aceh Syariah Banda Aceh,” katanya lagi.

Sementara dengan Kanwil DJP Aceh, ia dan 22 kepala daerah lainnya bersepakat untuk bekerjasama terkait peningkatan PAD dari sektor pajak. “Kita juga sepakat untuk memanfaatkan data dan informasi pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.
Kemudian dengan Kanwil BPN Aceh, pihaknya akan berkerjasama dalam bidang pertahanan terutama menyangkut aset daerah. “Tujuannya untuk mengnyinergikan tugas dan fungsi para pihak dalam pendaftaran tanah dan penanganan permasalahan tanah milik daerah, serta perihal pemanfaatannya,” pungkasnya seraya mengucapkan terima kasih kepada KPK yang telah memfasilitasi penandatanganan ketiga MoU dimaksud.
Selain dihadiri oleh 23 bupati/wali kota se-Aceh beserta Sekda dan Kepala OPD terkait, turut hadir di sana, Sesditjen Bukcapil Kemendagri RI Gede Suratnya, Sekda Aceh Taqwallah, Plt Kakanwil DJP Aceh Ihsan Priyawibawa, dan Kakanwil BPN Aceh Agustyarsyah, serta sejumlah pejabat lainnya

Bank Aceh Syariah Salurkan CSR Pembangunan Mushalla di Takengon

Takengon – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan kebudayaan dan pariwisata merupakan salah satu pintu masuk yang efektif mewujudkan Aceh Hebat. Kedua hal itu, kata Nova merupakan hal yang lebih mudah, efektif dan lebih cepat menampakkan hasil dibandingkan pintu investasi yang membutuhkan waktu tercepat hingga enam tahun.

Hal tersebut dikatakan Nova saat menyerahkan dana bantuan CSR Bank Aceh Syariah berupa pembangunan Mushalla Rebbe Bahgie dan penanaman pohon di Kampung Bahgie Pantan Terong Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah, Selasa 20/08/2019. “Di Pantan Terong ini misalnya. Pemerintah daerah bisa membuat konsep agro wisata sehingga mereka yang berwisata kemari bisa melakukan sesuatu kegiatan yang punya nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Nova. Konsep Mekar Sari kata Nova bisa ditiru, di mana wisatawan bisa menikmati sajian langsung dari kebun namun harus membayar jika ingin membawa sebagai oleh-oleh.

Namun demikian, lanjut Nova, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, apa yang dilakukan tentu harus ada nilai religius. Apa yang dilakukan Bank Aceh dengan membangun mushalla di dekat tempat pariwisata Pantan Terong adalah bentuk dukungan untuk majunya kepariwisataan di Aceh, khususnya Aceh Tengah. “Tetap harus ada mushalla yang refresentif di lokasi wisata,” kata Nova.

Nova berharap semangat mendukung pembangunan kepariwisataan tersebut ke depan tidak hanya dilakukan pemerintah semata. Pembangunan ujar Nova, adalah kewajiban semua yang harus dilakukan secara kolaboratif. “Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah. Harus multi pihak.” Corporate Secretary Bank Aceh Syariah, Muslim AR, mengatakan penyerahan CSR oleh Bank Aceh Syariah merupakan komitmen perusahaan perbankan milik pemerintah Aceh itu untuk membantu lingkungan sekitar. Pembangunan tempat ibadah dan layanan kemasyarakatan lainnya, kata dia, diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya penerima manfaat.

Bantuan dana CSR, kata Muslim merupakan salah satu kontribusi Bank Aceh sebagai bagian dari tanggungjawab di sektor sosial. “Bantuan ini akan berkurang maknanya tanpa peran serta masyarakat untuk merawat, memanfaatkan dan memakai sebaik-baiknya,” kata Muslim.
Atas nama Direksi Bank Aceh, lanjut Muslim, pihaknya berterima kasih kepada Plt Gubernur dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang telah memberikan dukungan atas keberadaan Bank Aceh di Aceh Tengah. Ia menyebutkan bank milik pemerintah Aceh tersebut akan senantiasa memperbaiki layanan sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik.


Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, mengatakan apa yang diberikan Bank Aceh Syariah merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam aspek sosial dan bina lingkungan. Konsep kebersamaan dalam pengoptimalan CSR tersebut diharapkan terus berlanjut.

Aceh Tengah, lanjut Shabela, punya potensi sumber daya alam yang beraneka ragam. Hasil alam melimpah itu perlu diolah tanpa mengenyampingkan keasrian lingkungan. “Dengan adanya penanaman pohon oleh CSR ini menjadi langkah tepat sosialisasi pentingnya menjaga keasrian alam,” kata Bupati Shabela.