Bank Aceh Open Tennis Tournament 2016

Raih prestasimu di Bank Aceh Open Tennis Tournament 2016. Mulai 29 November s.d. 4 Desember 2016. Klik pada Banner Bank Aceh Open Tournament untuk Pendaftaran. Selamat Bertanding... Selengkapnya »

Go Live Bank Aceh Syariah

Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor. KEP-44/D.03/2016 tanggal 1 September 2016 Perihal Pemberian Izin Perubahan Kegiatan Usaha Bank Umum Konvensional Menjadi Bank Umum Syariah PT Bank Aceh. Selengkapnya »

Penghargaan yang diterima

InfoBank Award Tahun 2002-2007, Bisnis Indonesia Award, BUMD Award, CEO BUMD Award on Crisis Management, dll Selengkapnya »

Hibah Bus Sekolah

Bantuan Bus Sekolah bagi seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, bentuk komitmen Bank Aceh terhadap kemajuan Pendidikan di Aceh. Selengkapnya »

Bank Aceh Peduli Gempa Pidie Jaya

Bank Aceh telah membuka rekening untuk menggalang bantuan dari masyarakat yang ingin membantu saudara saudara kita yang terkena musibah bencana alam gempa bumi Pidie Jaya Selengkapnya »

 

Category Archives: Berita Seputar Bank Aceh

BANK ACEH RAIH IPPKINDO AWARD 2016

* kategori bumd pembina usaha kecil*

PT.Bank Aceh Syariah dinobatkan sebagai salah satu BUMD yang dinilai telah berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan usaha kecil di daerah dan berhasil meraih penghargaan IPPKINDO AWARD 2016 untuk kategori BUMD PEMBINA UKM TERBAIK.

Acara penyerahan penghargaan tersebut dirangkai dengan kegiatan EXPO UKM IPPKINDO NASIONAL 2016 yang dilaksanakan di Grand City Convention Hall di Surabaya Jawa Timur  kemarin Rabu 23 Nop 2016. Acara tersebut diikuti oleh 174 BUMD dan BUMN serta dinas dan instansi pemerintah dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh  DR.Ec.Widodo Suryantoro.MM  kepala Dinas Perdagangan dan Perindustriani Jawa Timur  dan diterima  oleh Corporate Secretary Bank Aceh  Amal Hasan  mewakili  Direktur Utama  Busra Abdullah. Turut menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut Ketua Umum IPPKINDO Pusat Hj.Titi Miktiani Cacuk Sudaryanto dihadapkan sekitar 400 undangan yg hadir pada gelaran EXPO tersebut.

Direktur Utama Bank Aceh  Syariah Busra Abdullah melalui Corporate Secretary Amal Hasan menjelaskan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Ikatan Pengembang pengusaha Kecil Indonesia (IPPKINDO) atas keterlibatan dan partisipasi BUMD/BUMN serta dinas dan instansi pemerintah baik secara langsung atau tidak langsung dalam berperan mendukung pengembangan pengusaha kecil mikro (UKM) di daerah masing masing.

“Alhamdulillah apa yang kita lakukan selama ini telah mendapat apresiasi nasional.  ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bank Aceh untuk terus berperan lebih maksimal dalam mendukung sektor UKM ini,”kata Amal Hasan.

Amal Hasan menambahkan optimalisasi fungsi dan peran Bank Aceh pada sektor sektor  ekonomi produktif akan terus di optimalkan pada 2017. Sasaran utama kita tetap pada segment ritail terutama ukm/umkm. Dengan telah berjalannya konversi menggunakan sistem dan prinsip syariah maka salah satu program transformasi yang akan dilakukan oleh Bank Aceh adalah transformasi sasaran bisnis dalam jangka pendek. Jangka menengah dan jangka  panjang yang berorientasi pada skim bisnis disektor produktif.  ”Kita  akan terus memperluas akses layanan untuk menjangkau sentra ekonomi masyarakat yang potensial untuk dikembangkan. secara bertahap portofolio pembiayaan akan dikembangkan secara proporsional  antara sektor konsumtif dengan sektor produktif dan multiguna. Kita harapkan dalam 5 tahun kedepan pembiayaan disektor ukm/umkm dan sektor produktif lainnya akan menjadi dominan,” kata Amal Hasan.

Kita juga akan melakukan koordinasi dan dapat bersinergi dengan IPPKINDO Aceh dalam rangka pengembangan sektor usaha kecil mikro ini.

Pada kegiatan EXPO UKM IPPKINDO 2016 di Surabaya tersebut Bank Aceh bekerja sama dengan IPPKINDO aceh turut ambil bagian dalam pameran UKM dengan mengikutsertakan berbagai produk produk khas daerah hasil produksi mitra binaan Bank Aceh dan IPPKINDO Aceh.

BANK ACEH RAIH THE BEST SHARIA FINANCE AWARD 2016

UUS Bank Aceh berhasil menyumbangkan prestasi gemilang di detik-detik terakhir menjelang konversi menjadi Bank Umum Syariah. Bank kebanggaan rakyat Aceh tersebut berhasil meraih penghargaan dari Biro Riset Majalah Infobank “The Best Sharia Finance Awards 2016” untuk kategori Bank Syariah dengan predikat kinerja “Sangat Bagus”.

Acara penyerahan penghargaan tersebut dirangkai dengan kegiatan seminar nasional dengan thema Turn Around Industri Keuangan Syariah Berjalan di Tengah Kelesuan Ekonomi Infobank dan diikuti oleh seluruh Bank Umum Syariah dari seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Pengembangan dan Bisnis Majalah Infobank DR.Dwie Setyowati  bertempat di Ballroom Intercontinental, Midplaza Hotel, Jakarta Jumat 30 September 2016 dan diterima langsung oleh Direktur Syariah dan SDM Bank Aceh Haizir Sulaiman.

Direktur Syariah dan SDM Bank Aceh Haizir Sulaiman melalui Corporate Secretary Amal Hasan menjelaskan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian kinerja keuangan dan pertumbuhan perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan bersistem syariah di seluruh Indonesia.

Beberapa indikator keuangan yang menjadi kajian penelitian oleh Biro Riset Infobank yang didasarkan pada 3 (tiga) kriteria kinerja yaitu Rasio keuangan dan pertumbuhan, GCG perusahaan dan manajemen resiko. Alhamdulillah kinerja keuangan Unit Usaha Syariah Bank Aceh berada pada tren positif yang terus tumbuh dan meningkat.

Sampai dengan periode akhir 2015, aset UUS Bank Aceh tercatat sebesar Rp 2,58 triliun dengan kemampuan memperoleh laba sebesar Rp 51,74 miliar. Sementara itu penyaluran telah mencapai sebesar Rp 1,7 triliun. Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 2,089 triliun. Setelah proses konversi menjadi Bank Umum Syariah pertumbuhan kinerja Bank Aceh Syariah tumbuh sangat signifikan. Periode 31 agustus 2016 Total asset Bank Aceh mencapai Rp 21,90 triliun dengan perolehan laba mencapai Rp. 389 milyar. Selanjutnya penyaluran dana ke masyarakat telah mencapai Rp. 12,14 triliun dan dan pihak ketiga sebesar Rp.18,30 triliun. Kami semakin yakin pada masa yang akan datang kinerja Bank Aceh semakin meningkat dan siap disejajarkan dengan Bank Umum Syariah nasional lainnya.

Penghargaan ini menjadi “cindera mata” terakhir yang dipersembahkan oleh UUS Bank Aceh kepada seluruh nasabah. Semua ini juga tidak lepas dari solidnya teamwork Bank Aceh. Dukungan dari pemerintah Aceh serta seluruh nasabah telah menjadikan UUS Bank Aceh terus berkembang. Penghargaan ini akan menjadi inspirasi untuk optimalisasi kinerja keuangan pasca konversi Bank Aceh secara penuh.

Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan mengelola Bank Aceh secara amanah dengan membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat.

Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang selama ini terus memberikan perhatian dan support kepada Bank Aceh sehingga Bank Aceh makin terpercaya untuk menjadi mitra utama bagi pemerintah dan mitra sejati bagi dunia usaha.

 

KINERJA EFISIEN BANK ACEH TERIMA “INDONESIA BANKING AWARD 2016”

Menjelang konversi usaha dari sistem konvensional menjadi sistem Syariah Bank Aceh kembali mencatatkan prestasi secara nasional dengan meraih penghargaan “Indonesia Banking Award 2016″ untuk kategori “The Most Efficient Bank” atau bank yang memiliki kinerja keuangan sangat efisien kelompok bank umum dengan aset rp.10 triliun sampai rp.30 triliun.

Acara penyerahan award tsb berlangsung kemarin Rabu 7 Sptember 2016 di Ballroom JS.Luwansa Convention Centre, jln.rasuna said Kuningan, Jakarta. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Data dan Analisa Tempo Media Group bekerja sama dengan Lembaga Riset Indonesia Banking School (IBS) jakarta.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dewan Komisioner OJK Pusat Bapak Nelson Tampubolon dan diterima langsung oleh Corporate Secretary Bank Aceh Amal Hasan atas nama Direktur Utama Bank Aceh, Busra Abdullah.
Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah melalui Corporate Secretary Amal Hasan menjelaskan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian rasio efiensi kinerja keuangan bank umum diseluruh Indonesia.
Metode penilaian dan riset serta kajian rating yang dilakukan Pusat Data dan Analisa Tempo didasarkan pada empat kriteria: (1) Permodalan yaitu capital adequacy ratio( CAR) (2) Kualitas Aset, yaitu NPL dan pertumbuhan kredit yang diberikan; (3) Likuiditas, yaitu loan to deposit ratio (LDR); (4) Rentabilitas, yaitu return on assets (ROA), efisiensi, yaitu beban operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BO/PO) dan rasio NIM. Alhamdulillah bank aceh mampu mengelola seluruh rasio kinerja keuangan tersebut secara efisien sehingga berhak mendapatkan penghargaan tersebut.

Amal Hasan menambahkan Keberhasilan dalam mengelola kinerja keuangan bank secara efisien ini merupakan salah satu bukti pelaksanaan tata kelola manajemen bank aceh telah berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan serta rencana bisnis bank yg telah ditetapkan. Ini juga merupakan buah karya gemilang yang dipersembahkan melalui pengabdian putra putri terbaik Aceh yang secara bahu membahu menjalankan tugas mengelola bank milik rakyat aceh ini secara amanah.

Kami akan terus berusaha untuk mengoptimalkan kinerja bank aceh dimasa yang akan datang agar mampu berperan maksimal dalam membangun perekonomian daerah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat., tegas Amal Hasan.

Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan dukungan kepada kemajuan Bank Aceh. Penghargaan dan prestasi yang telah dicapai ini seluruhnya kami persembahkan untuk masyarakat Aceh pungkas Amal Hasan

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) PT. Bank Aceh Tgl. 31 Agustus 2016

Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.

Pengumuman Perubahan Kegiatan Operasional Bank Aceh

BANK ACEH RAIH INFOBANK “GOLDEN AWARD 2016”

Bank Aceh kembali mengukir prestasi yang membanggakan setelah pekan lalu Kamis 25 Agustus 2016 berhasil mendapatkan penghargaan Infobank “Golden Award 2016″  dari biro  riset Majalah Infobank dengan predikat “Kinerja Sangat Bagus” Selama 5 Tahun Berturut-Turut” untuk kategori bank asset Rp 10 Triliun s/d 25 Triliun.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Pengembangan dan Bisnis Majalah Infobank DR.Dwie Setyowati bertempat di Ballroom Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta Kamis 25 Agustus 2016  dan diterima langsung oleh Corporate Secretary Bank Aceh Amal Hasan atas nama Direktur Utama Bank Aceh.

Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah melalui Corporate Secretary Amal Hasan menjelaskan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian stabilitas dan kemampuan meningkatkan kinerja keuangan bank umum diseluruh Indonesia yang dilakukan oleh biro riset dan penelitian Majalah Infobank setiap tahunnya. 

Kajian rating yang dilakukan Biro Riset Infobank didasarkan pada tujuh kriteria: (1) Profil Risiko; (2) Good Corporate Governance (GCG); (3) Permodalan, yaitu capital adequacy ratio( CAR) dan pertumbuhan modal inti; (4) Kualitas Aset, yaitu NPL dan pertumbuhan kredit yang diberikan; (5) Rentabilitas, yaitu return on assets (ROA), return on equity (ROE), dan pertumbuhan laba tahun berjalan; (6) Likuiditas, yaitu loan to deposit ratio (LDR), pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), dan dana murah dibandingkan dengan DPK; serta (7) Efisiensi, yaitu beban operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BO/PO) dan NIM. Alhamdulillah bank aceh mampu mempertahankan dan terus meningkatkan kinerja nya selama 5 tahun berturut-turut.

Ditambahkan Amal Hasan hanya 2 bank umum kelompok aset rp.10 triliun s/d rp.25 triliun yang berhasil mendapatkan Penghargaan Infobank Golden Award 2016  yaitu Bank Aceh dan BNI Syariah. Ini tentu sangat membanggakan karena bank milik rakyat Aceh ini terbukti semakin kokoh menancapkan langkahnya dalam peta perbankan nasional.  Bank Aceh kini semakin diperhitungkan untuk bersanding dan bersaing dengan bank bank nasional lainnya.

Infobank Golden Award 2016 ini menjadi penghargaan yang ke 5 diraih Bank Aceh dalam tahun 2016 setelah sebelumnya bank kebanggaan masyarakat Aceh ini berhasil mendapatkan 4 penghargaan secara nasional yaitu

1.Award Top BUMD 2016

2.Award  Top CEO BUMD 2016

3.Award Pembina BUMD 2016

4.Award The Best Syariah 2016

Tentu semua penghargaan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh lapisan masyarakat aceh dan para nasabah Bank Aceh yang selama ini selalu bersinergi dalam berbagai hal bersama Bank Aceh. Dan tentu juga didukung oleh teamwork yang solid di seluruh lini operasional bank.

Atas nama manajemen Bank Aceh kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kesetiaan dan loyalitas seluruh stakeholder yang selama ini telah turut membesarkan Bank Aceh yang kita cintai ini. Kami berkomitmen untuk senantiasa mengelola bank ini secara amanah dan akan terus berupaya mengembangkan agar semakin optimal berperan dalam membangun perekonomian daerah dan semakin maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat., tegas Amal Hasan.

Keberhasilan meraih anugerah Infobank Golden Award 2016 ini menjadi lebih fantastis karena pada waktu bersamaan kinerja Bank Aceh juga terus menunjukkan  trend pertumbuhan yang sangat positif.

Semester pertama cetak laba rp.307.7 miliar

Amal Hasan menjelaskan sampai dengan periode 30 Juni 2016, pertumbuhan total aset Bank Aceh sudah mencapai Rp.20,785 triliun dengan kemampuan menghasilkan laba sebesar Rp.307,7 miliar. Sementara penyaluran dana dalam bentuk kredit dan pembiayaan telah mencapai sebesar Rp 12,18 triliun. Dana Pihak Ketiga yang dihimpun mencapai  Rp.16,8 triliun. Kita membutuhkan kinerja yang semakin baik untuk memperkuat fundamental bisnis Bank Aceh menuju konversi ke sistem syariah dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.  Karena itu bersama seluruh jajaran Bank Aceh kami bertekad untuk terus  maksimalkan kinerja  dimasa yang akan datang. Kami berkeyakinan setelah berubah secara total menjadi Bank Syariah murni seluruh aspek dan kinerja keuangan Bank Aceh akan mengalami pertumbuhan yang jauh lebih signifikan .

Award ini akan menjadi motivasi dan semangat untuk menuju program konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah yang Insya Allah akan terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Persiapan konversi sudah pada tahap finalisasi. Saat ini kita sedang melakukan persiapan sinkronisasi sistem dengan Bank Indonesia untuk koneksitas layanan bi-rtgs, kliring sknbi, sistem layanan transaksi kas negara serta sistem pelaporan lainnya.

Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan dukungan kepada kemajuan Bank Aceh. Penghargaan dan prestasi yang telah dicapai ini seluruhnya kami persembahkan  untuk masyarakat Aceh pungkas Amal Hasan. .

Bank Aceh Raih The Syariah Award 2016

Unit Usaha Syariah Bank Aceh berhasil mendapatkan penghargaan “The Best Syariah Award 2016″ dari lembaga riset Majalah Investor untuk kategori bank syariah dengan Aset Rp 1 s/d 5 triliun.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad yang diwakili oleh Bapak Firdaus Djaelani Anggota Dewan Komisioner OJK/Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, pada hari Rabu tanggal 10 Agustus 2016 lalu di Ballroom Soehanna Energy Building Komplek SCBD Jakarta Pusat. Award The Best Sayriah 2016 diterima langsung oleh Haizir Sulaiman, Direktur Syariah dan SDM Bank Aceh didampingi Corporate Secretary Bank Aceh Amal Hasan.

Sebagai Bank kebanggaan masyarakat Aceh, tentu penghargaan ini menjadi sangat istimewa bagi Bank Aceh. Penghargaan ini diperoleh pada usia HUT ke-43. Ini juga menjadi kado istimewa bagi masyarakat Aceh karena beberapa waktu lalu pada 6 Agustus 2016 bank milik pemerintah Aceh ini juga baru saja melakukan Soft Launching konversi sistem konvensional menjadi sistem syariah secara utuh yang telah mendapat persetujuan izin prinsip dari OJK Pusat. Kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan yang terbaik serta terus menjaga eksistensi performa kinerja operasional agar terus berada dalam kategori bank sehat dan secara maksimal akan terus meningkatkan kontribusi bagi daerah.

Keberhasilan meraih Award The Best Syariah 2016 ini merupakan buah karya gemilang di tahun 2016 atas pengabdian seluruh karyawan Bank Aceh dan dukungan seluruh stakeholder. Unit Usaha Syariah  Bank Aceh kini semakin mantap untuk menjadi cikal bakal Bank Aceh Syariah secara utuh sebagaimana yang dicita-citakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sampai dengan periode akhir 2015, aset UUS Bank Aceh tercatat sebesar Rp 2,58 triliun dengan kemampuan memperoleh laba sebesar Rp 51,74 miliar. Sementara itu penyaluran telah mencapai sebesar Rp 1,7 triliun. Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 2,089 triliun. Kinerja ini akan terus kita optimalkan di masa yang akan datang. Kami Yakin setelah berubah secara total menjadi Bank Syariah murni seluruh aspek dan kinerja keuangan Bank Aceh akan mengalami pertumbuhan yang jauh lebih signifikan.

Penghargaan ini merupakan salah satu kado terindah bagi Bank Aceh di usianya yang ke-43 dan award ini akan menjadi semangat baru untuk konversi Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syariah sebagaimana izin Konversi Bank Aceh Syariah. Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan dukungan kepada kemajuan Bank Aceh. Terutama kepada para nasabah yang selalu setia dengan komitmen dan loyalitas yang amat sangat tinggi untuk selalu bersama Bank Aceh.

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) PT. Bank Aceh Tgl. 31 Juni 2016

Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) PT. Bank Aceh Tgl. 31 Mei 2016

Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) PT. Bank Aceh Tgl. 30 April 2016

Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.