Selamat Hari Raya Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1438 H Selengkapnya »

HUT BANK ACEH

Tumbuh berkembang bersama mensejahterakan ekonomi rakyat Selengkapnya »

Tabungan Firdaus iB

Selengkapnya »

Kini Nasabah Bank Aceh Syariah dapat melakukan transfer & tarik tunai di puluhan ribu mesin ATM termasuk BCA

Selengkapnya »

Inklusi Keuangan untuk semua

Selengkapnya »

 

Category Archives: Berita Seputar Bank Aceh

BUPATI ACEH BESAR RESMIKAN BANK ACEH KANTOR KAS SARE

Bupati Aceh Besar IR Mawardi Ali, Senin (16/10), meresmikan penggunaan gedung PT Bank Aceh Syariah Kantor Kas Sare, Kecamatan Lembah Seulawah. Selain pimpinan dan keluarga besar PT. Bank Aceh Syariah Cabang Jantho, peresmian itu juga dihadiri  Direktur Utama PT. Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah SE, jajaran direksi Bank Aceh syariah, Pimpinan Bank Aceh Syariah KPO, Fadhil Ilyas SH MH, Kepala SPN Polda Aceh, Forkopimda, kepala SKPK, Muspika Lembah Seulawah,mitra kerja dan nasabah Bank Aceh, serta jumlah tamu undangan lainnya.

Peresmian itu diawali dengan peusijuek  kantor baru oleh Ketua Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) Aceh Besar, Tgk Maksalmina AW. Setelah itu dilanjutkan pemotongan pita oleh Bupati Aceh Besar, Ir Mawar di Ali, didampingi oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah SE, dan Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Jantho, Gunawan Djuned SE.

Pada kesempatan itu, Bupati juga membuka buku rekening sebagai nasabah pertama bank tersebut. Bupati dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Aceh Besar mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Bank aceh Syariah yang selama ini sangat mendukung berbagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat kabupaten itu, termasuk dengan membuka kantor kas di beberapa kecamatan di Aceh Besar.

Dikatakan, pihaknya sangat komit mendukung perkembangan bank-bank di Aceh Besar. Secara khusus Mawardi berharap keberadaan Bank Aceh Syariah selaku bank milik pemerintah daerah mampu menjangkau tempat-tempat yang memiliki gerak pertumbuhan ekonomi yang dinamis.

Bupati juga berharap Bank Aceh Syariah dapat terus meningkatkan pelayanan, akses, dan edukasi tentang perbankan kepada masyarakat melalui pembukaan kantor baru ke kecamatan-kecamatan di Aceh Besar seperti yang sudah dilakukan selama ini. “kepada masyarakat, pegawai negeri, pelaku usaha, dan profesi lainnya agar lebih giat lagi menabung di Bank Aceh Syariah. Sebab, Setiap uang yang kita tabung tersebut sangat bermanfaat untuk menggerakkan roda pembangunan daerah dan meningkatkan taraf perekonomian di Aceh Besar,” demikian Bupati Mawardi Ali.

Pimpinan Bank Aceh Cabang Jantho, Gunawan Djuned SE mngungkapkan Kantor kas Sare merupakan kantor kas kelima yang diresmikan sejak tahun 2015 diwilayah Aceh Besar. Kantor kas yang sudah beroperasi sebelumnya, sebut gunawan, masing-masing dilampeuneurut Kecamatan Kuta Baro.

Selain itu, menurutnya Bank Aceh Syariah Jantho juga memilikin dua Kantor Cabang Pembatu (Capem) yaitu di Aneuk Galong, Kecamatan Sukamakmur dan Ajuen, Kecamatan Pekan Bada. “Dengan kehadiran kantor kas Bank Aceh syariah ini kami harapkan dapat membantu dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara khusus dan pembangunan di Aceh Besar secra umum,” ujarnya.

Kehadiran kantor kas di kecamatan-kecamatan, tambah Gunawan, juga dimaksudkan untuk membantu masyarakat agar lebih mudah melakukan transaksi keuangan melalui Bank Aceh, Sehingga keberadaan Bank Aceh Syariah makin terpercaya dan mampu memberikan service excellent kepada nasabah serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diwiliyah Aceh Besar. “Insya Allah, pada akhir tahun ini kami juga berencana membuka kantor kas baru di Tungkop, Kecamatan Darussalam,” pungkas Gunawan Djuned.

KAS TITIPAN BANK INDONESIA (BI) SUBULUSSALAM BEROPERASI

Banda Aceh- Kas Titipan Bank Indonesia (BI) Subulussalam resmi beroperasi di Kantor Cabang Bank Aceh Syariah Subulussalam, Senin (9/10). Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama kas titipan oleh Kepala Perwakilan BI Aceh, Ahmad Farid dan Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Subulussalam, Saifannur yang disaksikan Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah dan pejabat internal BI.

Peresmian kas titipan tersebut dihadiri oleh Walikota Subulussalam, H Merah Sakti, muspida kota Subulussalam, serta pimpinan perbankan Subulussalam dan Singkil. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas uang tunai layak edar, sekaligus menjamin ketersediaan uang tunai bagi perbankan dan masyarakat di wilayah Pantai Selatan Aceh.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Ahmad Farid menyampaikan keberadaan kas titipan dapat meningkatkan cash management yang lebih baik di perbankan. Dikatakan, layanan perkasan pada BI digolongkan ke dalam dua jenis layanan yaitu layanan kas dalam kantor dan layanan kas luar kantor. Bentuk layanan kas dalam kantor berupa kegiatan setoran, bayaran, dan penukaran uang rupiah. Sedangkan layanan kas di luar kantor dilakukan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan kas keliling dan kas titipan.

“Salah satu pertimbangan BI perlu membuka kas titipan di Subulussalam adalah karena kota tersebut memiliki prospek perekonomian yang cukup tinggi, dan memiliki sentra perdagangan, pertanian dan perkebunan, sehingga Subulussalam termasuk daerah yang memiliki kebutuhan uang kartal cukup tinggi,”Kata Ahmad Farid.

Selain itu, letak Subulussalam dinilai cukup strategis, yakni sebagai penghubung wilayah Pantai Aceh yang berdekatan dengan Singkil, Simeulue, Aceh Selatan, dan berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. Hal tersebut semakin menambah kebutuhan uang kartal di masyarakat. Dengan adanya kas titipan ini masyarakat dapat lebih mudah memperoleh uang baru yang lebih bersih. Sehingga interaksi masyarakat dengan uang lusuh dan kotor yang berpotensi menimbulkan penyakit dapat diminimalisir. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Clean Money Policy.

 

1 TAHUN KONVERSI BANK ACEH RAIH 2 PENGHARGAAN NASIONAL

“Alhamdulillah Bank Aceh berhasil terpilih sebagai salah satu yang terbaik dikelompok Bank Umun Syariah Nasional dengan total asset diatas Rp.10 trilyun sd 35 trilyun” -Busra Abdullah/ Dirut bank Aceh-

PT.Bank Aceh Syariah berhasil meraih 2 (dua) penghargaan nasional masing-masing untuk kategori  “The Most Efficient Bank 2017″ atau Bank dengan kinerja keuangan yang sangat effisoen serta penghargaan dengan kategori “The Most Reliable Bank 2017″ atau Bank dengan kinerja yang nemiliki daya tahan  yang handal terhadap berbagai pengaruh ekonomi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan II OJK bapak Yohanes Santoso dan diterima oleh Corporate Secretary Bank Aceh Syariah Amal Hasan di JS Luwansa ballroom and convention center kuningan Jakarta, Rabu (13/9) yang digelar dengan tema “Indonesia Banking Award 2017”

Direktur Utama Bank Aceh, Busra Abdullah melalui Corporate Secretary Amal Hasan mengatakan penetapan pemenang untuk penghargaan ini berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh biro survey dan riset majalah nasional Tempo Media Group bekerjasama dengan Indonesia Banking School (IBS) terhadap data dan laporan kinerja keuangan bank  dengan menggunakan data 106 Bank Umum Konvensional dan 15 Bank Umum Syariah dengan menggunakan acuan laporan keuangan akhir tahun 2016. Alhamdulillah Bank Aceh berhasil terpilih sebagai salah satu yang terbaik dikelompok Bank Umum Syariah Nasional dengan total asset diatas Rp.10 trilyun sd 35 trilyun dengan meraih dua kategori sekaligus dalam penghargaan Indonesia Banking  Award 2017  tersebut.

Amal Hasan menambahkan penghargaan ini merupakan salah satu bukti appresiasi nasional terhadap capaian kinerja bank milik pemerintah Aceh ini. Dukungan seluruh nasabah dan masyarakat Aceh juga sangat menentukan dalam pencapaian penghargaan ini. Kita sangat bersyukur atas prestasi yg dicapai dan penghargaan Indonesia Banking Award 2017 ini menjadi kado istomewa 1 (satu) tahun konversi Bank Aceh  menjadi Bank Umum Syariah. “Alhamdulillah dua kategori penghargaan nasional kita peroleh tepat 1 tahun sebagai Bank Umum Syariah, yang jatuh pada 19 September 2017 nanti.

Ini merupakan wujud dari komitmen yang kuat, serta  sikap konsistensi kita semua dalam megembangkan sistem ekonomi syariah di Aceh. Performa kinerja Bank Aceh pasca konversi kini menjadi tolok ukur bagi Bank Daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Dengan keberhasilan meraih 2 penghargaan ini kita harapkan akan menjadi semangat dan optimisme bagi bank daerah lain untuk percepatan pengembangan bank syariah diwilayahnya masing-masing. Baik melalui skenario konversi maupun spinoff.

Award ini didedikasikan untuk seluruh nasabah dan masyarakat Aceh serta seluruh karyawan Bank Aceh. Kita harapkan penghargaan ini akan menambah semangat kita untuk mempercepat akselerasi pengembangan ekonomi syariah secara kaffah di Aceh.

Memasuki 1 tahun konversi menjadi  bank umum syariah kinerja keuangan bank aceh terus menunjukkan trend yang pisitif. Hal ini dapat dilihat dari realisasi pada semester pertama per 30 juni 2017 trend pergerakan positif, dari total aset sudah mencakar sebesar Rp.23 triliun dengan profitabilitas laba sebesar Rp.277 miliar. Sementara total pembiayaan mencapai sebesar Rp 12.48 triliun. Total DPK per Juni 2017 mencapai  rp.19.06 trilyun dengan jumlah account sekitar 1.6juta  rekening.

Setahun Bank Aceh Setelah “Konversi”

Published by Majalah Infobank Edisi Nomor 469 September 2017 Volume. XXXIX

Setelah “dikonversi” alias menjadi syariah, Bank Aceh tumbuh dengan sangat baik. Industry perbankan syariah pun ketiban berkah lantaran bisnisnya mulai merekah. Tahun ini bank-bank syariah pasang target lumayan tinggi.

Oleh Ari Nugroho

 

Pada 19 September 2017 Bank Aceh (Bank Aceh Syariah) genap berumur setahun dalam label bank umum syariah (BUS). Konversi bank kebanggaan masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ini membawa angin segar bagi industry perbankan syariah di Tanah Air.

Bukti yang paling kelihatan ialah market share aset perbankan syariah berhasil menembus angka 5%. Setelah selama satu  decade konsisiten jongkok dibawah 5%.  Dan, sekali lagi, hal itu terjadi lantaran ditopang konversi Bank Aceh Syariah. Sampai dengan Mei 2017, market share aset peerbankan nasioanal tercatat 5,35%.

Kontribusi besar Bank Aceh Syariah terhadap industry perbankan syraiah terhadap industry perbankan syariah diamini Ahmad Soekro, Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut nya, konversi bank aceh yang dipimpin Busra Abdullah sebagai direktur utama ini telah mendorong perkembangan perbankan syariah.

“Konversi Bank Aceh mendorong positif perkembangan dan pertumbuhan perbankan syraiah di Indonesia selama 2016. Sejauh ini Bank Aceh Syariah menunjukkan pertumbuhan yang positif, baik dari sisi asset maupun kenerja keuangan,” kata Ahmamd soekro kepada Infobank, blan lalu.

Dilihat dari kinerja keuangan, Biro Riset Infobank (birl) mencatat, secara uum bank aceh syariah tumbuh dengan sangat baik. Hal itu ditandai dengan dengan pertumbuhan bisnisnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan industry perbankan syariah yang diwakili 13 BUS dan 21 unit usaha syariah (UUS). Per Juni 2017 aset bank ini tumbuh 23,03% secara year to date (ytd), dari 18,76 triliun. Sementara, asset industry perbankan syariah pada periode yang sama tumbuh 6,08% atau menjadi Rp378,20 triliun.

Dari sisi laba, Bank Aceh Syariah juga sukses mempertebal perolehan cuan-nya hingga lebih 100%. Jika pada akhir 2016 laba bank ini tercatat Rp101,82 miliar, hingga enam bulan berjalan pada 2017,labanya mengembang 104,82% menjadi Rp207,89 miliar. Sementara, laba industry perbankan syariah sampai dengan Juni 2017bsecara ytd terctat tumbuh 10,07% atau menjadi Rp2,31 triliun.

Sayangnya kinerja pembiayaan Bank Aceh Syariah relative agak masih tersendat. Pertumbuhan pembiayaan tak setinggi pos-pos keuangan lainnya. Bahkan, bila dibandingkan dengan pertumbuhan industry, pertumbuhan pembiayaan bank ini lebih rendah. Per Juni 2017 pembiayaan yang disalurkan Bank Aceh Syariah tercatat tumbuh 2,31% dari posisi akhir 2016 atau menjadi Rp12,49 triliun. Sedangkan, di industry, pertumbuhan pembiayaan tercatat 10,07% pada periode yang sama.

Kehadiran Bank Aceh Syariah yang tercatat sebagai bank aceh syariah terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset sangat perlu diapresiasi lantaran memberi energy positif bagi industry. Setelah sempat mengalami perlambatan pertumbuhan pada tiga tahun kebelakang, kini bank-bank syariah mulai tancap gas.

Pada tahun pembiayaan perbankan tumbuh 16,44% dari tahun sebelumnya dengan laba yang juga mengembang, yakni sebesar 17,36%. Sampai dengan Jui 2017, bisnis perbankan syariah berlari lebih kencang dibandingkan dengan periode yang sama 2016. Lihat saja, pembiayaan tumbuh 19,42% dari Rp222,17 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp265,31 triliun pada Juni 2017. Sementara, labanya melejit hingga 61,78% pada periode yang sama.

Banker-bankir bank syariah pun makin optimistis. Hingga akhir tahun ini, industry perbankan syariah mematok pertumbuhan tetap double digit dan lebih baik dari  pada tahun 2016. “Tahun 2017 seharusnya much beter. Industry, sayakira, seharusnya tumbuh double digit,” tutur Achmad K. Permana Sekretaris Jendral Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Ambisindo) yang juga Direktur Syariah Permata Bank, kepada Indra Haryono dari Infobank, medio bulan lalu. Acmad K. Permana juga mengatakan, bank syariah yang dipimpinnya memasang target tumbuh dua digit tahun ini. Ia optimistis pertumbuhan bisnis sebesar 15% bias dicapai PermataBank Syariah pada 2017.

Target bank syariah untuk tumbuh dua digit sudah sampai ke OJK. OJK sendiri dalam proyeksinya juga menilai bahwa target itu realistis dan besar kemungkinan bisa tercapai. “Diperkirakan perbankan syariah pada 2017 akan tumbuh pada kisaran 11% sampai dengan 12%,” tukas Ahmad Soekro.

Senada dengan PermataBank Syariah, BCA juga mengincar pertumbuhan sebesar 15%. Hal ini ditegaskan John Kosasih, Direktur Utama BCA Syariah, kepada Infobank, Juli lalu. “Kami di BCA Syriah juga mau mencoba, kira-kira (tumbuh) di 15%-lah,” ucapnya.

Namun BCA Syariah akan memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapainya adalah pertumbuhan yang berkualitas. Pasalnya, segala kemungkinan bisa terjadi sehingga Bank tetap perlu bergerak hati-hati. “Namun, kami lihat lagi kondisi ekonomi. Kalu dunia usaha makin bagus, saya kira, kami bisa lebih dari itu. Namun, memang, BCA Syariah banknya belum terlalu besar. Kami konservatiflah. Jangan terlalu agresif,” imbuh John Kokasih.

Langkah yang diambil BCA Syariah itu sangat bijaksana. Menurut Infobank Insitute, bank-bank syariah lain juga perlu menerapkan pemahaman seperti itu. Di luar sana, kesempatan bagi perbankan syariah untuk tumbuh tinggi memang ada. Namun, bank-bank syariah tetap perlu melangkah dengan hati-hati sekaligus mengimbangi pertumbuhan bisnis dengan dasar-dasar bisnis perbankan yang makin baik. Misalnya, dengan menerapkan prinsip-prinsip prudential banking dan tata kelola perusahaan.

Bank syariah sebagai rahmat bagi semua harus mampu memberikan solusi terbaikkepada setiap nasabah. Jangan sampai, demi mengejar pertumbuhan tinggi, bank-bank syariah melupakan kebaikan yang seharusnya diberikan kepada nasabah. Namun, bukan berartI bank syariah harus selalu berkompromi jika dihadapkan pada masalah, khususnya masalah pembiayaan. Sebab, jika seperti itu bank syariah bisa “wassalam”. Sebagai sebuah bank,bank syariah tetaplah sebuah entitas bisnis yang mesti mendapat profit plus menjauhi kerugian.

“Secara umum rencana bisnis bank (RBB) bank syariah memproyeksi pada 2017 ini bank-bank syariah masih bisa tumbuh dua digit. Memperhatikan perkembangan industry perbankan syaria yang terjaga sampai dengan posisi Juni 2017 dan proyeksi pertumbuhan menurut RBB bank-bank syariah serta oulook OJK, maka diperkirakan perbankan syariah pada 2017 akan tumbuh pada kisaran 11% sampai dengan 12%,” Ahmad Soekro, Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK.

“Tahun 2017 seharusnya much better. Pada 2016 adalah terkahir perbankan syariah focus pada restrkturisasi. Jadi, harusnya portopolio (2017) lebih bersih dibandingkan dengan 2016. Tentunya, 2017 akan lebih focus pada pertumbuhan dan aset-asetnya jauh lebih sehat sehingga secara profitabilitas pertumbuhannya jauh lebih bagus. Industry, saya kira, seharusnya tumbuh double digit,” Achmad K. Permana, Sekretaris Jendral Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo).

“Sebenarnya begini, targrt kami, kalau dari BI, OJK sudah keluarkan target, mungkin double digit. Kami di BCA Syariah juga mau mencoba, kira-kira di 15%-lah. Namun, memang, BCA Syariah banknya belum terlalu besar. Kami konservatiflah. Jangan terlalu agresif. Kami harus bisa baca nasabah juga, harus bisa beri masukan untuk nasabah,” John Kokasih, Direktur Utama BCA Syariah.

 

KINERJA BANK ACEH SYARIAH & PERBANKAN SYARIAH

Bank Aceh Syariah

BUS & UUS

2016

Juni 2017

ytd (%)

2016

Juni 2017

ytd (%)

Aset

18.759

23.079

23,03

356.504

378.198

6,08

DPK

14.429

19.221

33,21

279.335

302.013

8,12

Pembiayaan

12.206

12.488

2,31

248.007

265.317

6,98

Laba

101

207

104,18

2.096

2.307

10,07

NPF (%)

1,39

1,51

-

4,15

3,99

-

Ket: dalam Rp miliar                                                                  Sumber: Biro Riset Infobank (birl)

Peserta Gowes Akbar HUT ke-44 Bank Aceh Sesaki Blangpadang

BANDA ACEH – Ribuan peserta gowes akbar Bank Aceh menyesaki Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Minggu (20/8) pagi. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kayuh sepeda bersama yang digelar Bank Aceh bekerja sama dengan Harian Serambi Indonesia, dalam rangka HUT ke-44 bank tersebut.

Peserta gowes akbar berkumpul di Blangpadang sejak pukul 07.00 WIB. Mereka merapat ke tribun lapangan, sebagai lokasi acara dan titik start/finish. Ribuan peserta kemudian dilepas oleh Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah didampingi Dirut PT Bank Aceh Syariah Busra Abdullah, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, dan Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia Mohd Din.

Nova Iriansyah, Aminullah Usman, dan Busra Abdullah kemudian ikut mengayuh sepeda setelah mengibarkan bendera start. Ketiga pejabat itu bersama masyarakat mengitari rute fun bike lebih kurang sepanjang 12 kilometer.

Seusai dilepas, peserta langsung menyesaki ruas-ruas jalan. Mereka menempuh jarak yang lumayan jauh, mulai dari Blangpadang, Simpang Jam, Jalan Teuku Umar, Simpang Dodik, dan belok ke Jalan Soekarno-Hatta. Selanjutnya peserta menempuh jalan Keutapang-Lampeunerut hingga belok ke Jalan Dr Ir T Moh Hasan (terminal bus Batoh), lalu ke Simpang Surabaya, belok ke Jalan Tgk Chik Ditiro, Simpang Kodim, dan kembali ke Blangpadang.

Setiba kembali di Blangpadang, peserta gowes langsung dihibur dengan penampilan tari kreasi ratoh jaroe dari Sanggar Seni Seulaweuet dilanjutkan dengan persembahan lagu dari penyanyi profesional.

Wagub Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya mengatakan, keberadaan Bank Aceh–dalam membangun ekonomi daerah–harus mampu berperan sebagai lokomotif yang dapat menggerakkan seluruh rangkaian kegiatan ekonomi daerah dan masyarakat. “Saya berharap, Bank Aceh mampu menjalankan peran intermediasi secara optimal sebagai mitra bagi pemerintah serta mitra bagi dunia usaha dan masyarakat,” kata Nova.

Nova juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan usaha dan pencapaian kinerja Bank Aceh yang semakin membaik dan terus berkembang. Terlebih lagi, saat ini Bank Aceh sudah menjadi bank umum syariah. “Kita yakin Bank Aceh akan menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan daerah. Semua kita wajib mendukung Bank Aceh dalam menjalankan kegiatannya secara syariah,” sebut Nova.

Dirut Bank Aceh, Busra Abdullah melaporkan, kegiatan gowes akbar Bank Aceh ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada masyarakat, terutama para nasabah dan mitra kerja yang selama ini mendukung Bank Aceh dengan loyalitas tinggi. “Peran serta masyarakat Aceh secara menyeluruh telah mampu mengantarkan Bank Aceh tumbuh berkembang seperti saat ini. Jadi wajar, kita melakukan berbagai kegiatan, seperti fun bike akbar ini,” katanya.

“Terima kasih dan apresiasi kami kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam gowes kali ini. Alhamdulillah acara kita berjalan aman dan lancar, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” pungkasnya.

Hadiah utama
Dalam gowes akbar kemarin, puluhan peserta membawa pulang berbagai macam hadiah yang telah dipersiapkan panitia, mulai dari kipas angin, kompor gas, TV LED, sepeda gunung, hingga tabungan. Sedangkan hadiah utama, berupa dua sepeda motor diraih oleh dua peserta, yakni Basri (45) warga Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam dan Mufliadi (47) warga Desa Suleu, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Basri mendapat hadiah sepeda motor setelah nomor pendaftarannya yakni 1.436 keluar sebagai pemenang setelah ditarik oleh Dirut Bank Aceh, Busra Abdullah. Sedangkan Mufliadi, nomor 1.992 ditarik oleh Ketua Dewan Pengawas Bank Aceh Syariah, Prof Dr Syahrizal Abbas.

Mufliadi kepada Serambi mengaku tak menyangka ia mendapat sepeda motor tersebut. Ia pun menceritakan, untuk mengikuti gowes akbar itu tidak memiliki sepeda. Karena ingin sekali ikut, akhirnya Mufliadi meminjam sepeda seorang anak yatim di kampungnya lalu mengikuti gowes akbar tersebut.

BANK ACEH GELAR FUN BIKE AKBAR

“Pendaftaran kita buka mulai 10 hingga 19 Agustus 2017 dan untuk 4.000 pendaftar pertama, kami sediakan kaos (jersey)”-Busra Abdullah- Dirut Bank Aceh

BANDA ACEH- PT Bank Aceh Syariah, Minggu (20/8) mendatang, akan menggelar fun bike (sepeda santai) akbar. Kegiatan itu diadakan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-44 bank tersebut sekaligus menandai setahun konversi dari bank konvensional ke syariah. Fun bike yang mengambil start dan finish di Blangpadang, Banda Aceh itu dilaksanakan atas kerja sama Bank Aceh Syariah dengan Serambi Indonesia Group.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah, kepada Serambi, Rabu (9/8), mengatakan, fun bike tersebut merupakan kegiatan puncak ulang tahun Bank Aceh kali ini. busra menargetkan, 7000 peserta akan ikut meramaikan acara tersebut. Ia mengimbau masyarakat Banda Aceh, Aceh Besar, dan kabupaten/kota lain di Aceh ikut ambil bagian bersama keluarga dalam kegiatan tersebut.

Dikatakan, pihaknya menyediakan hadiah utama berupa dua sepeda motor puluhan doorprize lainnya dan tabungan.”Hadiah dalam fun bike kali ini kita perbanyak supaya peluang peserta mendapatkan doorprize lebih besar,”jelas Busra seraya menyatakan peserta fun bike rencananya akan dilepas Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Kepada siapa saja yang ingin mengikuti fun bike tersebut, Busra mempersilakan untuk mendaftar di Kantor Harian Serambi Indonesia, Toko Buku New Zikra Banda Aceh dan Kantor Pusat Bank Aceh.”Pendaftaran kita buka mulai 10 hingga 19 Agustus 2017 dan untuk 4.000 pendaftar pertama, kami sediakan kaos (jersey),”ungkap Busra. Dikatakan kaos dapat diambil sehari menjelang fun bike.

Selain untuk memeriahkan ulang tahun Bank Aceh, tambah Busra, kegiatan berlabel “Fun Bike Akbar Bank Aceh 2017” tersebut juga dimaksudkan untuk membangun kebersamaan antara pihaknya dengan masyarakat, sosialisasi Bank Aceh setelah menjadi bank syariah, dan sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-72 RI.

DARI PASAR MURAH HINGGA DONOR DARAH

Seusai funbiketersebut, Bank Aceh akan menggelar pasar murah di Lapangan Blangpadang.”Pada pasar murah itu kita sediakan sembako 1.000 paket. Setiap paket berisi beras 10 kilogram, gula dua kilogram, minyak makan dua kilogram dan susu dua kaleng,’ ungkap Dirut Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah.

Selain fun bike dan pasar murah, menurut Busra, dalam rangka ulang tahun Bank Aceh kali ini pihaknya juga melaksanakan sejumlah kegiatan. Diantaranya kunjungan dan pemberian bantuan ke panti asuhan, dayah, pemulung, dan petugas kebersihan. Selain itu, safari subuh, tenis dan bola voli gembira, lomba azan dan hafalan ayat-ayat pendek untuk anak karyawan, turnamen golf, silaturahmi keluarga besar Bank Aceh dan donor darah.

“Donor darah dilaksanakan oleh masing-masing kantor cabang. Rangkaian kegiatan tersebut kita laksanakan mulai 6 sampai 31 Agustus 2017,” ungkap Busra seraya menyatakan ulang tahun Bank Aceh kali ini bertema “Serentak, Senada dan Seirama.” Tema itu dimaksudkan untuk membangkitkan semangat dan kesadaran bersama dan senasib karyawan dan masyarakat dalam mengembangkan Bank Aceh sebagai bagian penting membangun Aceh.

Ditambahkan, ritme dan perkembangan Bank Aceh tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Aceh. Karena itu, kata Busra Abdullah pihaknya sengaja memilih sepeda santai sebagai acara puncak untuk menggambarkan gerak serentak dalam semangat dan kepentingan yang sama yaitu kepentingan membangun Aceh.

HUT KE-44 MOMEN BANGUN SYARIAH

 

“Bank Aceh berkomitmen memperkuat pondasi syariat islam melalui ekonomi berbasis kerakyatan yang adil dan seimbang.”

Busra Abdullah Direktur Utama Bank Aceh

Banda Aceh –Peringatan HUT ke-44 menjadi sangat penting dan penuh makna bagi Bank Aceh karena dapat menjadi momentum kebangkitan Bank Aceh dalam membangun fundamental ekonomi syariah di bumi Serambi Mekkah ini. Pada usia yang ke-44 ini juga menjadi tahun pertama Bank Aceh beroperasi sebagai Bank Umum Syariah. “Bank Aceh Syariah berkomitmen memperkuat pondasi syariat islam melalui ekonomi berbasis kerakyatan yang adil dan bermartabat,” ujar Busra Abdullah Dirut Bank Aceh.

Busra Abdullah mengatakan tahun ini pasca konversi 19 September 2016 lalu, Bank Aceh terus berbenah dengan memperkuat kompetensi SDI, menyempurnakan sistem dan infrastruktur pendukung lainnya agar lebih optimal. Fokus utama kita tekankan pada peningkatan profesionalitas karyawan/ti secara berkelanjutan serta memastikan tersedianya infrastruktur layanan operasional dan sistem IT yang handal termasuk pengembangan dan inovasi produk-produk yang telah dimiliki oleh Bank Aceh selama ini.

Semangat dan gagasan konversi Bank Aceh merupakan salah satu terobosan yang monumental yang dilakukan Pemerintah Aceh sebagai pemegang saham untuk membangun sistem ekonomi yang bebas riba. Pilihan konversi juga menjadi langkah strategis dalam mempercepat kinerja Bank Aceh dalam jangka panjang. Alhamdulillah pasca konversi pertumbuhan kinerja Bank Aceh seperti Aset, Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus mengalami perkembangan yang positif. Untuk periode sampai juni 2017 total aset Bank Aceh telah mencapai Rp 23  triliun, Dana simpanan pihak ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp 19.2 triliun pada Juni 2017. Pada saat bersamaan,  pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan juga meningkat mencapai Rp 12.4 triliun pada Juni 2017.

Dan juga yang perlu dicatat adalah peran dan kontribusi dari kinerja Bank Aceh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Aceh (PAA) yang sangat menggembirakan dan terus meningkat. Dalam 5 tahun terakhir Bank Aceh telah menyumbang deviden dan dana pembangunan daerah mencapai sebesar Rp.1,051 triliun. Hal ini sangat membanggakan karena Bank Aceh benar-benar telah membuktikan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Daerah, kinerjanya benar-benar telah mampu mendatangkan pertumbuhan ekonomi daerah baik secara mikro maupun makro ekonomi.

Kita memiliki keyakinan yang sangat kuat Insya Allah melalui momentum HUT 44 ini Bank Aceh akan terus meningkatkan komitmen dan konsistensinya dalam mengelola dan mengembangkan Bank ini secara amanah sesuai cita-cita Pemerintah dan rakyat Aceh. Salah satu landasan keyakinan tersebut tercermin dalam thema dan semangat HUT ke-44 ini yaitu “Serentak, Senada, Seirama” yang mengandung makna dan filosofi “Kita semua satu komitmen, satu sikap dan satu persepsi dalam mencapai visi misi Bank ini”.

KOMISARIS UTAMA: BANK ACEH HARUS MENJADI MITRA PEMERINTAH DAN MITRA MASYARAKAT

Komisaris Utama (Komut) Bank Aceh , Dermawan mengatakan 6 Agustus 2017 usia Bank Aceh genap berusia 44 tahun yang  merupakan periode matang dalam melewati berbagai macam dinamika dalam industri perbankan. Bank Aceh harus terus berbenah guna memberikan pelayanan prima kepada seluruh stake holder, ditambah lagi dengan proses konversi yang telah berhasil dilalui dengan baik, diharapkan menambah semangat seluruh jajaran bank aceh untuk mendedikasikan seluruh sumber daya secara maksimal agar dapat memberikan berbagai manfaat positif bagi pertumbuhan ekonomi rakyat dan daerah Aceh.

“Bank Aceh diharapkan mampu bersinergi dengan seluruh elemen dalam penerapan sistim ekonomi syariah di Aceh, masyarakat sangat mengharapkan agar sistem ekonomi syariah khususnya perbankan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata. Terutama dalam upaya menghindari praktek-praktek sistim ekonomi yang ribawi, menghilangkan ketidakadilan serta bermacam unsur kecurangan di negeri syariah.” tegasnya.

Demawan yang juga Sekda Aceh mengatakan Pemerintah Aceh saat ini sangat mendukung berbagai terobasan yang dilakukan Bank Aceh dalam upaya meningkatan pelayanan kepada nasabah dan masyarakat. Bank Aceh diharapkan dapat berperan secara maksimal dalam mendukung pelaksanaaan pembangunan aceh terutama dalam penguatan sistim ekonomi syariah. Bank Aceh juga diharapkan menjadi motor pengerak peningkatan pertumbuhan ekonomi aceh sesuai dengan peran fungsi intermediasi berdasarkan aturan muamalah dan prinsip-prinsip perbankan syariah dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan.

Sekda Aceh, Bapak Dermawan mewakili Wakil Gubernur, Nova Iriansyah memimpin upacara HUT ke-44 Bank Aceh di halaman kantor pusat, Batoh Banda Aceh

REKTOR UIN AR-RANIRY ACEH: PARADIGMA BERPIKIR MASYARAKAT HARUS IKUT BERUBAH

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) AR-Raniry, Banda Aceh mengatakan sebagai Bank Umum Syariah, Bank Aceh harus salah satu instrumen utama dalam memperkuat fundamental ekonomi syariah di Aceh. Selain itu di usianya yang sudah 44 tahun ini juga diharapkan lebih optimal dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Aceh dengan berbasis pada prinsip-prinsip muamalah yang berbasis syariah.

Menurut Farid masyarakat memiliki peran yang strategis untuk mendorong tumbuhnya ekonomi syariah di Aceh. Sebagai End User seluruh komponen masyarakat Aceh harus ikut berperan aktif di garda depan dalam mendukung pelaksanaan praktik ekonomi syariah dengan cara harus merubah paradigma berpikir (mindset) yang selama ini terus dalam praktik-praktik perbankan konvensional.

Ia mengajak semua masyarakat harus memulai untuk membiasakan diri memahami secara utuh tentang perilaku dan konsep ekonomi syariah dalam tatanan kehidupan sehari-hari baik permaslahamn dalam konteks ekonomi syariah yang berorientasi bisnis (muamalah) maupun permasalahan dalam konteks ekonomi syariah yang berorientasi sosial. Jadi kita harus bisa melihat secara mendalam substansi ekonomi syariah dalam berbagai dimensi sosial dan ekonomi.

WAKIL KETUA MPU: ACEH WAJIB IMPLEMENTASIKAN SISTEM PERBANKAN SYARIAH 

Sementara itu, Wakil Ketua MPU ACeh, Tgk Faisal Ali menilai perkembangan perbankan syariah di aceh masih kurang mengembirakan, seyogianya bank syariah di aceh harus menjadi bank pilihan utama rakyat aceh. Menurutnya salah satu penyebab kurangnya perkembangan bank syariah di aceh dikarenakan kurangya pemahaman konsep perbankan syariah, masyarakat masih beranggapan bahwa sistem bank syariah sama dengan bank konvensional, Padahal pada dasarnya konsep bank syariah sangat berbeda dengan dengan bank konvensional.

Disinilah peran yang dilakukan oleh ulama dan cendikiawan untuk dapat mengedukasi serta memberikan pemahaman tentang konsep perbankan syariah, hal ini sangat perlu dilakukan sehingga seluruh elemen masyarakat mendukung serta berpartisipasi mendorong pertumbuhan sistim perbankan syariah di aceh, sangat ironis kiranya masyarakat di wilayah yang menerapkan syariat islam kurang mendukung pelaksanaan syariah dibidang muamalah khususnya perbankan, masih banyak kita jumpai masyarakat yang  bertransaksi dengan bank konvensional padahal jaringan bank syariah sudah tersebar di seluruh wilayah aceh seiring dengan berubahnya bank milik pemeritah aceh dari bank konvensional menjadi Bank syariah.

Sistim operasional syariah yang dilaksanakan oleh bank aceh diharapkan mampu memberikan sarana bagi para pelaku ekonomi di aceh untuk dapat melakukan transaksi keuangan secara syariah yang menentramkan serta saling menguntungkan, sistim perbankan syariah sudah diakui oleh dunia, bahkan banyak negara non muslim pun menerapkan sistim perbankan syariah hal ini dikarenakan sistim perbankan syariah menerapkan sistim ekonomi yang adil dan telah teruji mampu bertahan terhadap krisis ekonomi yang melanda beberapa perbankan konvensional di dunia. Serta kita berharap agar lembaga keuangan syariah (LKS) di aceh dapat bersinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya dalam membangun sistim ekonomi islam yang berkeadilan.

Kita sangat berharap agar bank dengan sistim syariah dapat menjadi pilihan utama masyarakat  aceh serta MPU berharap operasional bank syariah harus sesuai dengan aturan syariah  berdasarkan fatwa-fatwa dewan syariah nasional (DSN) dan pendapat dewan pengawas syariah (DPS), serta kita mendorong agar kedepan seluruh bank yang beroperasi di aceh wajib dengan sistem syariah.

Sekda Aceh, Bapak Dermawan didampingi Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah Bapak Busra Abdullah menyematkan Jubilium (Pin Bunga Seulanga) kepada karyawan/ti Bank Aceh yang telah bekerja selama 25 tahun. Pemberian Jubilium ini sebagai pengharggan kepada loyalitas dan kinerja karyawan yang telah diberikan kepada Bank Aceh

Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah Bapak Busra Abdullah memberikan penghargaan kepada para pensiunan Bank Aceh

Foto bersama karyawan/ti penerima penghargaan jubilium (pin seulanga) dan para pensiunan Bank Aceh

Foto bersama para pemenang Bank Aceh Service Excellent Award (BASEA) tahun 2016/2017

 

Good Corporate Governance Bank Aceh 2016

Laporan Tata kelola Perusahaan (Good Corporate Governance Report) Bank Aceh 2016

Download

BANK ACEH RAIH DUA PENGHARGAAN NASIONAL

“Alhamdulillah dua penghargaan nasional ini bisa kita dapatkan dalam semester pertama tahun ini…” -Busra Abdullah, Dirut Bank Aceh Syariah

PT Bank Aceh Syariah berhasil meraih dua penghargaan tingkat nasional atas kinerja keuangan selama 2016, yakni “The Magnificent Seven Award 2017″ dari Karim Consulting Indonesia dan “Top BUMD Award 2017″ dari majalah Business News Indonesia.

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdulla melalui Corporate Secretary Amal Hasan mengatakan penghargaan “The Magnificent Seven Award 2017″ diserahkan CEO Karim Consulting, Adi Warman Karim dan diterima Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman di Jakarta, Selasa (9/5).

Selanjutnya pada Kamis (25/5), Bank Aceh juga mendapat penghargaan sebagai salah satu BUMD terbaik di Indonesia dan meraih TOP BUMD Award 2017. Menurut Amal penghargaan ini diterima Dirut PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah melalui dirinya selaku Corporate Secretary di Balai Kartini Jakarta.

Amal menyebutkan pemilihan BUMD terbaik ini berdasarkan hasil penjurian dan seleksi 2.000-an BUMD seluruh Indonesia dan Bank Aceh terpilih sebagai satu yang terbaik dengan predikat TOP BUMD Bidang Syariah 2017.

Amal menambahkan penghargaan ini merupakan nilai tambah bagi Bank Aceh Syariah atas usaha paskakonversi ke sistem syariah. “Alhamdulillah dua penghargaan nasional ini bisa kita dapatkan dalam semester pertama tahun ini, kami berkeyakinan Bank Aceh tetap terus menjadi lembaga perbankan syariah terpercaya dan bermitra dengan masyarakat Aceh sesuai prinsip syariah islam,” kata Amal Hasan.

Amal menyebutkan ada tiga kategori penilaian dalam penghargaan ini, yaitu sustainability kinerja keuangan, extraordinary effort dan game changer. Tahun ini Bank Aceh Syariah meraih penghargaan dengan kategori The Most Effective Financing-Islamic Full Fledge Bank (BUKU II) dan (BUKU III)

LAPORAN TAHUNAN (ANNUAL REPORT) BANK ACEH 2016

Download :
Laporan Tahunan (Annual Report) Bank Aceh 2016